Langsung ke konten utama

Featured Post

Telah Wafat Habib Abdillah bin Muhammad Asseggaf Dan Zulfikar Ben Tgk. Abdurrahman Laskar BAT Aceh Utara

Rabu, 30 September 2020

Faktakini.net

Innalillahi wainna ilaihi rojiun.

Telah wafat Sayyid Abdillah bin Muhammad Asseggaf ifar Ustz Umar Abdul Aziz .dekat musollah Alkaff 14 Ulu lrg Famili Setia Palembang,
Selasa, 29 September 2020

..

Telah wafat Zulfikar Ben Tgk. Abdurrahman
Laskar BAT Aceh Utara

Semoga Allah SWT menempatkan almarhum di tempat yang paling mulia

Program DP Rp 0 Diserang Buzzer, BPK: Sudah Tidak Ada Kerugian Negara



Sabtu, 18 Juli 2020

Faktakini.net

Program DP Rp 0 Diserang, BPK Malah Sebut "Sudah Tidak Ada Kerugian Negara"

Rumah Samawa DP 0 Rupiah adalah salah satu janji kampanye Gubernur Anies Baswedan yang sudah ditepati. Hunian vertikal nan asri dengan fasilitas lengkap tersebut menjawab kebutuhan warga yang ingin punya tempat tinggal namun kemampuan finansial pas-pasan atau berpenghasilan rendah. Jika dahulunya memiliki hunian layak bagi sebagian besar kalangan adalah hal mustahil dan seperti mimpi, kini justru mimpi itu jadi nyata karena sistem pembayaran yang mudah dengan cicilan yang sangat ringan. Seperti dengan bayar kontrakan per bulan, tapi bedanya rumah Samawa DP 0 Rupiah dapat dimiliki.

Sayangnya, beberapa suara sumbang sengaja dihembuskan untuk menjelekkan program humanis ini. Tujuannya sebenarnya bukan untuk menyerang fisik bangunan Samawa DP 0 Rupiah, namun yang dibidik adalah kredibilitas dan reputasi Gubernur Anies Baswedan. Misalnya adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebut adanya potensi kerugian dalam proyek Samawa DP 0 Rupiah. Lalu berita tersebut malah dibesar-besarkan oleh sebut saja para Buzzer, seolah program DP Rp 0 bermasalah.

Faktanya memang BPK perwakilan DKI Jakarta menemukan potensi kerugian negara dari proyek rumah DP Rp 0. Seperti dikutip dari Antara, Kamis (16/7/2020), temuan itu pada pelaksanaan kegiatan PD Pembangunan Sarana Jaya terkait proyek Tower A Klapa Village, Jakarta.

Tapi harus diketahui bahwa pihak BPK mengatakan temuan tersebut sudah diselesaikan, artinya sudah tidak ada lagi masalah.

Terkait temuan tersebut, Pengembang PD Pembangunan Sarana Jaya telah menyelesaikan secara tuntas sesuai rekomendasi BPK. Oleh karena itu pihak pengembang menjelaskan bahwa potensi kerugian yang ditemukan oleh BPK benar adanya dan itu sudah ditindaklanjuti dan diselesaikan.

"Bahwa ini hasil auditnya betul seperti itu, tapi setiap LHP (laporan hasil pemeriksaan) itu kan ada tindak lanjutnya," kata Direktur Utama Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan seperti dilansir detikcom, Jumat (17/7/2020).

Yoory memastikan sudah tidak ada lagi hal yang dipersoalkan dalam temuan BPK terkait DP Rp 0 karena sudah selesai ditindaklanjuti.

"Terhadap temuan BPK RI ini sudah ditindaklanjuti dan diselesaikan oleh Perumda Pembangunan Sarana Jaya. Dan penyelesaian tersebut telah juga dituangkan dalam berita acara antara Perumda Sarana Jaya, BPK, dan inspektorat," jelasnya.

Sementara itu Kepala BPK Perwakilan Provinsi DKI Jakarta, Pemut Aryo Wibowo, mengatakan rekomendasi telah ditunaikan oleh pihak yang dimintai pertanggungjawaban. Kini status temuan tersebut telah dianggap tuntas dan tidak lagi berstatus rugi.

"Iya. Di pemantauan tindak lanjut kami, (temuan ini) sudah dikelompokkan sebagai tindak lanjut yang sesuai rekomendasi," ujar Pemut dilansir detikcom, Jumat (17/7/2020).

Bahkan rekomendasi itu telah diselesaikan pihak terkait pada akhir 2019 lalu. Adapun rekomendasi yang dimaksud ada dua yakni memotong pembayaran terakhir dan potensi kelebihan pembayaran terakhir atas potensi kelebihan pembayaran pekerjaan Tower A DP 0 rupiah Klapa Village yang dilaksanakan PT TEP (PT Totalindo Eka Persada) senilai Rp 4,55 miliar sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Kedua, BPK juga merekomendasikan Dirut PPSJ untuk menagih denda keterlambatan PT TEP senilai Rp 4,73 miliar dan menyetorkan ke rekening KSO ST (KSO Sarana Totalindo).

"Rekomendasi ini sudah diselesaikan sekitar bulan Oktober 2019," pungkasnya.

Jadi kabar negatif untuk menyerang Gubernur Anies melalui program DP 0 Rupiah memang sengaja didorong pihak tertentu untuk membelokkan fakta bahwa wajar ada prosedur yang harus dijalankan terkait temuan BPK, terlebih lagi rekomendasi telah dijalankan secara tuntas sehingga tidak ada kerugian negara. Tapi masyarakat tentunya sudah cerdas dalam menilai, mengikuti dan melakukan filter terhadap sebuah informasi yang beredar.

Oleh Doddy Wijaya, Netizen

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video:


Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …