Langsung ke konten utama

Featured Post

Sering Jadi Bahan Bully Para BuzzerRP, Ternyata Hanya DKI yang Semangat Melakukan Test Covid-19

Ahad, 27 September 2020

Faktakini.net

Sering Jadi Bahan Bully Para BuzzerRP, Ternyata Hanya DKI yang Semangat Melakukan Test Covid-19

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta kepada pemerintah daerah untuk terus meningkatkan tes Covid-19 dengan metode Polymerase chain reaction (PCR) untuk masyarakat. Tujuannya ialah memutus mata rantai Covid-19.

"Saya sampaikan kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan sampel tes secara masif dan melakukan pelacakan yang agresif serta diikuti isolasi yang ketat," kata Jokowi dalam siaran telekonferensi di Istana Bogor seperti dilansir dari Merdeka.com, Sabtu (18/4/2020).

Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Tatak Ujiyati merasa sedih mengingat hanya DKI Jakarta yang semangat mencari kasus baru Covid-19. Padahal kata Tatak memburu kasus baru melalui tes PCR makan pemerintah dapat mengisolasi para penular.

"Sedih juga ya. Hanya Jakarta yg semangat mencari kasus baru Covid. Padahal dg berburu kasus baru melalui tes…

Polisi Didesak Segera Panggil Denny Siregar Soal Fitnah 'Santri Calon Teroris'



Ahad, 19 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ilmi Tasikmalaya Ahmad Ruslan Abdul Gani meminta pihak kepolisian segera memanggil buzzer media sosial pro Ahok penista agama Islam dan Jokowi, yaitu Denny Siregar.

Seperti diketahui, Denny dilaporkan atas unggahan di akun Facebook-nya pada 27 Juni 2020 berupa tulisan panjang berjudul 'Adek2ku Calon Teroris yg Abang Sayang'.

"Kita mendesak (polisi) untuk memanggil Denny Siregar, ingin segera diproses," katanya via sambungan telepon, Ahad (19/7/2020).

Tidak hanya dari pihak Pondok Pesantren Daarul Ilmi, sesepuh dan ulama pesantren di Tasikmalaya juga meminta kasus ini segera diproses, jangan sampai kejadian ini menjadi bom waktu.

"Bahkan dari sesepuh pesantren di Tasikmalaya dan ulama juga ingin kasus ini segera diproses. Jangan berlama-lama, karena akan menjadi bom waktu di Tasikmalaya," ungkapnya.

Menurutnya, saat ini di Tasikmalaya masih kondusif dan pihaknya bersabar atas penyidikan yang saat ini sedang dilakukan oleh pihak kepolisian.

"Kita masih bersabar, masih tetap mematuhi hukum. Tapi kalau tidak ada kejelasan maka kami akan bergerak," tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Tasikmalaya Kota Yusuf Ruhiman saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan, pihaknya masih melakukan proses penyidikan.

"Proses masih berjalan, masih berjalan," ujarnya tanpa memberi banyak komentar.

Ia menambahkan, kalau proses penyidikan sudah selesai pihaknya akan memberikan banyak komentar. "Kalau sudah waktunya kami buka," ujarnya.

Sumber: detik.com

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…