Langsung ke konten utama

Featured Post

Infiltrasi PKI Menghancurkan Nama DI / TII

Ahad, 27 September 2020

Faktakini.net

*INFILTRASI PKI MENGHANCURKAN NAMA DI/TII*

Oleh : Muzaki Ruthab

Kalau kita tarik kebelakang perjuangan politik umat Islam tahun 1947 benar-benar berada dalam tekanan kekuatan militer yang pada masa-masa itu seluruhnya berada ditangan orang-orang kiri yaitu PKI dan kaum Sosialisme.

Pertentangan semakin meruncing ketika Menteri Pertahanan Amir Sjarifuddin membentuk Inspektorat Perjuangan sebagai badan yang mewadahi laskar-laskar perjuangan rakyat.

Sejak Amir Sjarifuddin menjadi Menteri Pertahanan, semua perwira tentara Republik adalah anggota kaum kiri (Komunis dan Sosialis), dan dengan demikian, kemungkinan Laskar Sabilillah dan Hizbullah diterima untuk masuk TNI sangat tipis karena kurangnya pendidikan para laskar tersebut.

Laskar-laskar Islam juga khawatirkan TNI hanya akan mengambil senjatanya, dan kemudian mereka segera dipulangkan ke tempatnya masing-masing. Kekhawatiran laskar-laskar Islam terhadap keberadaan kelompok kiri dalam tubuh TNI se…

Pancasila Mau Dirubah, Ternyata FPI Dan Yang Dituding 'Kadrun' Yang Bela Pancasila



Kamis, 2 Juli 2020

Faktakini.net

Bergulirnya RUU HIP adalah bukti kuat antek dan simpatisan PKI msh banyak, termasuk di parlemen.

Kelangan pro PKI selalu berucap sinis, "Mana bukti Partai PKI nya? Tunjukin klo ada markasnya dmn", dan banyak lg ucapan sinis lainnya.

Yg berucap begitu pasti tidak tau.. Bahwa Tap MPRS tentang larangan Komunis di Indonesia hingga saat ini masih berlaku, belum dicabut. Jd mustahil para antek / simpatisan PKI berani mengakui identitasnya terang2an, krn bs diserang umat Islam dan diciduk aparat.

Tapi mumpung mereka blm bs eksis lg dengan memakai nama resmi PKI... Maka para anasir mereka di Parlemen akan melakukan upaya apapun yg bs dilakukan demi menguatnya eksistensi PKI / komunis, termasuk dgn mempreteli Pancasila jd Trisila - Ekasila, norma Ketuhanan pun mau dirubah jd 'Ketuhanan yang berkebudayaan', dan lain-lain yang intinya secara perlahan mau membuang sila 'Ketuhanan Yang Maha Esa' yg jd sila paling utama / nomor 1 dalam Pancasila.

Kaum Komunis yang anti Tuhan itu sangat benci dan tidak akan bisa tidur nyenyak selama di dalam Pancasila sila yang paling atas / nomor 1 adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, ini sila pencerminan Tauhid Islam, "anti thesis" Atheisme dan Komunisme. Maka itu mereka berusaha menghilangkan, atau setidaknya mendegradasi sila yang satu ini.

Wajib diingat tidak pernah ada konsensus bangsa untuk menerima segala Trisila - Ekasila dan sejenisnya, itu cuma pidato pribadi seseorang, dan tidak pernah menjadi kesepakatan pendiri bangsa apalagi para Ulama.

Lalu... Saat Pancasila mau dirubah oleh tangan2 jahat melalui RUU HIP jd Trisila - Ekasila dll begini, siapa yg tampil terdepan untuk mencegahnya? Jawab: IPF (dibalik) dan elemen2 Islam lainnya. Kalangan yg sering diolok-olok sbg "Kadal Gurun Pasir (Kadrun)", " Penganut Agama Arab", "Kaum Mabok Agama", " Umat Agama Onta", dsb. Ya.... Mereka itulah yg berjuang mati-matian untuk mencabut RUU HIP (bukan cuma menunda), merekalah yg jadi garda penjaga pancasila.

Lalu kaum yg kemarin2 gencar teriak di medsos "Saya Pancasila, Saya NKRI' dan sejenisnya ada dmn saat ramai RUU HIP ini? Ya justru mereka2 itulah yang anti Pancasila dan mau merubahnya jadi Trisila - Ekasila! 😃

Abu Hana

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…