Langsung ke konten utama

Featured Post

Polri Abuse Of Power Dalam Menangani Kasus Gus Nur?

Senin, 26 Oktober 2020Faktakini.net*POLRI ABUSE OF POWER DALAM MENANGANI KASUS GUS NUR ?*_[Catatan Pengantar Diskusi Cangkru'an Cak Slamet]_Oleh : *Ahmad Khozinudin, S.H.*Advokat, Aktivis Pejuang KhilafahSebelum menyimpulkan, apakah ada tindakan abuse of power (penyalahgunaan wewenang) yang dilakukan Penyidik Ditsiber Polri dalam perkara Gus Nur, ada baiknya kita awali pembahasan dengan membuat batasan (definisi) tentang menyalahgunakan wewenang. Jika definisi tentang penyalahgunaan wewenang terpenuhi, maka sah dan meyakinkan bagi publik berkesimpulan Polri telah melakukan abuse of power dalam menangani perkara Gus Nur.Menyalahgunakan wewenang didefinisikan sebagai tindakan yang dilakukan tanpa wewenang, menggunakan wewenang bukan untuk peruntukannya, atau melakukan tindakan yang melampuai batas kewenangannya atau menjalankan wewenang secara tebang pilih, tidak equal dan mencederai asas praduga tidak bersalah. Berdasarkan definisi tersebut, tindakan abuse of power bisa terjadi dal…

Misi Pertama Negara Arab ke Planet Mars Akan Meluncur Besok, Rabu (15/7/2020)


Selasa, 14 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Besok (15/7/2020) akan menjadi hari istimewa bagi Uni Emirat Arab (UEA) dimana misi pertama mereka ke Mars, yakni Emirates Mars Mission (EMM) akan meluncur pada pukul 03:51 WIB (jika cuaca memungkinkan).

Live stream peluncuran bisa disaksikan di kanal YouTube:
- Mitsubishi Heavy Industries:
https://youtu.be/twcVymNjYwU
- Hope Mars Mission:
https://youtu.be/iLcRd_RZ3Eg

Misi ini terdiri dari sebuah orbiter bernama Al-Amal (dalam bahasa Indonesia: "Harapan") yang dikembangkan oleh Mohammed Bin Rashid Space Centre, organisasi pemerintah Dubai yang bekerja pada program luar angkasa UEA.

Al-Amal akan diluncurkan menggunakan roket H-IIA milik Mitsubishi Heavy Industries dari Tanegashima Space Center, Jepang, dan akan tiba di Mars pada bulan Februari tahun 2021.

Al-Amal akan Mengorbit Mars dalam orbit elips berinklinasi 25° terhadap ekuator Mars dengan apoapsis-nya (titik tertinggi) sekitar 43.000 km dari permukaan Mars dan periapsis-nya (titik terendah) sekitar 20.000 km.

Misi berdurasi selama satu tahun Mars (687 hari) ini akan mempelajari dinamika atmosfer Mars serta interaksinya dengan cuaca antariksa seperti angin surya (solar wind).

Tujuan ilmiah utama misi ini adalah untuk memahami perubahan iklim Mars yang terjadi selama satu tahun, mengetahui hubungan antara cuaca Mars saat ini dan di masa lalu dan mempelajari mekanisme hilangnya atmosfer terluar (eksosfer) Mars ke angkasa yang terjadi selama miliaran tahun ini yang membuat atmosfer Mars yang dulunya tebal menipis hingga menjadi seperti saat ini.

Untuk melaksanakan misi ilmiah tersebut, Al-Amal dilengkapi dengan tiga instrumen ilmiah yakni:

- Emirates eXploration Imager (EXI) yang akan menghasilkan foto Mars beresolusi tinggi dan mengukur persebaran es air dan ozon di atmosfer yang lebih rendah.
- Emirates Mars Infrared Spectrometer (EMIRS) yang akan mengukur kedalaman debu, awan es, dan uap air di dalam atmosfer serta mengukur suhu permukaan dan atmosfer yang lebih rendah.
- Emirates Mars Ultraviolet Spectrometer (EMUS) yang akan mengukur persebaran oksigen dan hidrogen di eksosfer.

EMM merupakan misi ke Mars pertama yang diluncurkan di bulan ini. Selain EMM, ada dua misi ke Mars lain lagi yang akan meluncur bulan ini yakni Tianwen-1 dari China yang akan diluncurkan pada 23 Juli nanti serta Mars 2020 dari NASA yang akan diluncurkan pada 30 Juli mendatang.

Referensi:

https://www.emiratesmarsmission.ae/live/
https://www.mbrsc.ae/emirates-mars-mission
https://en.wikipedia.org/wiki/Emirates_Mars_Mission
https://www.space.gov.ae/Page/20121/20167/Emirates-Mars-Mission---Hope-Probe
#shere


Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: