Langsung ke konten utama

Featured Post

Pernyataan Sikap PC FMI Kota Serang Dan Pandeglang: Kutuk Keras Macron Atas Penodaan Agama

Kamis, 29 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Mahasiswa yang tergabung ke dalam Front Mahasiswa Islam (FMI) Cabang Kota Serang dan Pandeglang mengutuk keras atas penodaan norma agama yang dilakukan oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron sesuai dengan putusan mahkamah uni eropa dimana tidak boleh adanya sikap penghinaan terhadap nabi.Dalam pernyataan sikapnya FMI Kota Serang dan Pandeglang memberikan beberapa poin-poin tuntutan kepada Presiden Perancis diantaranya mengutuk keras atas penyebaran kartun penghinaan nabi Muhammad S.A.W. yang dilakukan Presiden Perancis pada Kamis (29/10/2020).Kemudian dalam tuntutan lainnya FMI Kota Serang dan FMI Pandeglang menyerukan untuk melakukan aksi boikot pembelian dan penggunaan produk-produk yang berasal dari Perancis karena aksi boikot merupakan salah satu hak kebebasan pendapat.

Massa Pasang Berbagai Spanduk Menuntut Pencabutan RUU HIP Di Pagar Gedung DPR RI




Kamis, 16 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Saat ini, Kamis (16/7/2020) sekitar pukul 09 45 WIB ribuan massa sudah tiba di depan Gedung DPR RI di Jakarta, dan ribuan lainnya masih dalam perjalanan ke lokasi aksi unjuk rasa menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang diadakan oleh Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI.

Mobil komando, ambulans dan massa peserta aksi sudah tiba di depan Gedung DPR, dan massa anti Komunis saat ini memasang berbagai spanduk di pagar Gedung DPR RI, berisi tuntutan untuk segera mencabut RUU HIP dari Prolegnas.

Sebelumnya, Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, KH Slamet Maarif mengatakan, aksi akan kembali digelar sejak pukul 09.30 WIB dengan tuntutan yang sama seperti aksi sebelumnya, yakni mendesak pencabutan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dari Prolegnas.

"Maklumat MUI belum ditanggapi serius oleh DPR RI. Tuntutan umat dan ormas di berbagai kabupaten kota dan provinsi juga sampai saat ini belum ditanggapi, sedangkan tanggal 16 nanti adalah sidang paripurna untuk penutupan masa sidang DPR/MPR," kata Slamet Maarif saat menggelar konferensi pers di Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2020).

Ia khawatir bila tidak kembali disuarakan, momen sidang paripurna akan digunakan DPR RI untuk mengambil keputusan meloloskan RUU yang masih berpolemik tersebut.

Sehingga kata Kyai Slamet, di saat yang sama, ANAK NKRI akan menggelar aksi dan menuntut keseriusan DPR RI menanggapi tuntutan yang telah ditegaskan oleh MUI.

"Oleh karenanya kami ingin di rapat paripurna besok, kami akan menuntut agar pimpinan DPR mencabut atau membatalkan RUU HIP dari Prolegnas. Kami akan terus berjuang sampai RUU ini betul-betul dicabut, dibatalkan tanpa syarat apapun," tegasnya.

Tak hanya itu, ANAK NKRI mendesak inisiator RUU HIP diusut. "Kami juga akan menuntut siapa pun, apa pun partai, ormas yang ingin mencoba untuk mengganti Pancasila untuk dibubarkan," pungkas Ustadz Slamet.

Foto: Ribuan massa aksi saat berangkat menuju Gedung DPR RI dari beberapa titik di Jakarta, Kamis (16/7/2020) pagi.


Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: