Langsung ke konten utama

Featured Post

Penebar Fitnah "HRS Cabul" Ternyata Kelompok Tukang Cabul, Maniac Seks Dan Penjahat Kelamin

Senin, 3 Agustus 2020

Faktakini.net, Jakarta - Kelompok yang kerap memfitnah para Ulama dan Habaib khususnya Habib Rizieq Shihab, adalah untuk menutupi kelakuan bejad mereka sendiri sebagai tukang Cabul, penjahat kelamin, pemerkosa dan sejenisnya alias Cabul teriak Cabul.

Hal itu kembali terbukti ketika seorang dosen akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Bambang Arianto, yang kerap menfitnah Habib Rizieq Shihab, membuat pernyataan mengejutkan di media sosial bahwa ia kerap melakukan pelecehan seksual pada puluhah perempuan!

Aktivis media sosial (medsos) yang selama ini getol mendukung pemerintah dan menyerang gerakan-gerakan Islam seperti FPI dan HTI itu mengaku telah melakukan pelecehan seksual ke sejumlah korban, di antaranya civitas akademika Universitas Gajah Mada (UGM).

Gilanya lagi, pelecehan seksual berkedok penelitian yang dilakukan oleh pemfitnah Habib Rizieq itu untuk memenuhi fantasi seksualnya berhubungan seks bertukar pasangan alias swinger.

Hal ini sem…

Lawan Provokator Yang Benturkan Indonesia Dan Islam!




*LAWAN PROVOKATOR YANG BENTURKAN INDONESIA DAN ISLAM !*

By Azwar Siregar

Sekarang bukan saatnya lagi untuk malu-malu. Bukan waktunya lagi buat takut.
Ayo kita lawan para Provokator pemecah-belah anak bangsa.

Jangan didiamkan upaya penggiringan opini, yang membuat seakan-akan Islam adalah pendatang dan tamu di Negeri ini.

Tidak !!!

Justru Islamlah pemilik saham mayoritas Indonesia. Negeri ini didirikan diatas tanah Kesultanan-kesultanan.
Kesultanan dari Aceh (Sabang) sampai Kesultanan Tidore yang berkuasa sampai ke Papua.

Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi sampai ke Ujung Timur Indonesia adalah bekas-bekas wilayah Kesultanan yang melebur menjadi Indonesia.

Makanya sampai sekarang ada belasan Bandara utama di Provinsi-provinsi memakai nama Para Sultan. Bandara Sultan Iskandar Muda di Aceh. Bandara Sulatan Syarif Kasim II di Riau. Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tajung Pinang.
Bandara Sultan Thaha Syaifuddin di Jambi. Bandara Radin Inten II di Lampung. Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan.  Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar. Bandara Sultan Nuku di Maluku Utara. Dan lain-lainnya.

Jadi ulah sekelompok orang yang menakut-nakuti dan mempertentangkan Indonesia dengan Islam dengan isu-isu khilafah adalah bentuk penyesatan sejarah.

Kita sebut saja ulah Budi Djarot cs dengan Ormas Gerakan Jaga Indonesia-nya.
Nama ormasnya bagus. Tapi menurut saya isinya cuma kelompok Islamphobia yang bisa saja disusupi Peka-i.

Makanya si Budi Djarot dan Gerombolan dungu-nya cuma ribut dan berdemonstrasi menghujat Anies Baswedan dan Habib RS.

Tapi Gerombolan dungu ini tidak pernah bereaksi apalagi berdemonstrasi menghujat para Koruptor yang kabur dan mempermalukan Indonesia.
Sebut saja Djoko Tjandra, Honggo Wendratno, Anton Tantular, Hendro Wiyanto, Harun Masiku dan masih banyak Buronan Korupsi yang kabur ke Luar Negeri.

Katanya "Gerakan Jaga Indonesia....?"

Dijaga dari apa dan dari siapa, Rot?
Kenapa meributkan Anies, Habib RS dan semua yang berbau Arab?

Kene, Rot...
Tak ajari sampeyan sejarah dan berlogika.

Yang menjajah Indonesia itu bangsa Eropa dan Jepang.
Yang berusaha mencoba menaklukkan dan menjadikan Nusantara jadi wilayah jajahannya adalah Kekaisaran dari China.

Ngga ada sejarahnya tuh, Arab (apalagi Islam) menjajah Indonesia.
Justru Negara-negara Arab yang mensupport habis kemerdekaan kita dari jajahan Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, etnis mana yang selalu korup dan kabur ke Luar Negeri?
Apa ada yang kabur ke Arab? Ngga ada tuh. Habib RS mengungsi ke Arab apa karena Kasus Korupsi? Ngga ada tuh.

Jadi sebenarnya Budi Djarot CS cuma pion-pion dungu yang dijadikan tumbal untuk mengalihakan perhatian anak bangsa atas carut-marutnya Pemerintahan sekarang.
Mereka memakai ormas dengan nama yang mencerminkan Nasionalisme, tapi pada dasarnya kelompok mereka yang menghancurkan Indonesia.

Kelompok mereka memprovokasi antara umat beragama.
Memecah-belah persatuan anak bangsa. Berusaha mengaburkan sejarah dengan membuat isu, seakan-akan Islam adalah tamu dari Arab yang mesti di waspadai.

Tanpa Islam dan keikhlasan Umat Islam, Indonesia tidak akan pernah ada. Tanpa perjuangan para Ulama dan Pahlawan yang 90 persen beragama Islam, Indonesia tidak akan pernah merdeka.

Tanpa kerelaan para Sultan-sultan dan Penguasa Muslim Lokal, mustahil terbentuk Indonesia. Tanpa dukungan Negara-negara Islam, bisa saja sampai sekarang Indonesia masih dijajah Belanda.

Jadi Stop membenturkan Islam dan Ulama dengan Indonesia. Indonesia ada sekarang karena perjuangan Umat Islam yang dikomandoi para Ulama. []

-----

*BIADAB PADA ULAMA*

Oleh : Ustaz Felix Siauw

Nggak masuk dalam logika saya, apa yang saya saksikan di video yang viral di WA itu.
Segelintir orang penuh kebencian, dengan sangat provokatif mengatasnamakan rakyat, membentang spanduk:
“Saatnya Rakyat Melawan Khilafah, Kawal Pancasila dan NKRI”, begitu.

Entah rakyat mana yang dimaksud?
Karena segelintir orang ini benar-benar kasar lidahnya, kotor kata-katanya, kebencian nyata terlihat dari kalimat-kalimatnya, terlebih perilakunya.

Yang tak masuk logika, mereka sangat membenci “Khilafah”, jangankan sampai bab “Khilafah”, bab shalat saja mungkin mereka banyak yang terlewat.

Memang sekarang kalau mau terlihat pintar, salahkan saja Khilafah, kalau tak punya solusi, kalau mau jadi maling dan koruptor, tapi terlihat seolah peduli, salahkan saja Khilafah.

Logika saya bertanya lagi, apa masalahnya dengan foto yang mereka nistakan itu?
Adakah HaRiSy itu maling uang negara?
Jual narkoba? Jual beli jabatan BUMN?
Korupsi? Dukung eljibiti?.

Tapi lihat sebenci apa mereka?
Bahkan iblis mereka temani, bahkan mereka bisa berteman dengan perampok.
Tapi melihat wajah ulama, mereka sangat benci, sangat amarah, NGAMUK.

Di Indonesia, hanya satu kelompok yang nayta-nyata menunjukkan kebencian nyata pada ulama.
Tak ada selain yang itu.
Yang saya yakin juga dibalik isu KLEPON, tak lain, ini mirip-mirip dengan apa yang dilakukan di 1948 atau 1965.

Awalnya mengaku paling Pancasilais, “membela Pancasila” kata mereka, memecah belah barisan kaum Muslim, membuat sentimen negatif pada ulama, memancing rusuh dan kemarahan pada ulama.

Saya tak bisa memastikan, hanya menduga keras, sebab Partai Klepon Indonesia ini memang punya cara yang khas, yaitu cara-cara Nir-Agama, Anti-Agama, dengan memosisikan diri seolah paling nasionalis, dan paling pancasilais, paling merakyat.

Saat mereka melakukan itu semua, tentu mereka sudah berhitung.
Tentu mereka sudah yakin siapa yang pasti membela mereka, lihat saja, pimpinan aksi mereka begitu yakinnya menghujat HaRiSy.

Foto-foto yang berikutnya bertebaran, menunjukkan segelintir manusia biadab ini begitu dekat dengan kekuasaan.
Klise. Wajar merasa berani dan jumawa.

Harusnya kepolisian segera tanggap, tunjukkan bahwa kepolisian tidak berpihak dengan menangkap segelintir manusia berprilaku biadab yang mengatasnamakan rakyat itu,
Indonesia tidak begitu, Indonesia sayang dan hormat pada ulama.

Kaum Muslim itu Rasul ibaratkan lebah.
Dia tak hinggap, tak mengambil, tak mengeluarkan, tak tinggal, kecuali YANG BAIK.
Tapi bila satu diganggu, apalagi ulama pewaris Nabi, semua maju.

Muslim bisa jadi gagal melindungi kehormatan Islam dan ulama, tapi Allah takkan pernah rela kekasih-kekasihnya dinistakan.
Andai tidak manusia, Allah pilihkan binatang yang akan membela, seperti burung ababil.
Atau Allah perintahkan angin, awan, hujan, bumi, untuk meluluhlantakkan siapapun yang menyakiti pewaris Nabi.

Tapi Muslim masih ada, lelaki-lelaki yang tak terbeli itu masih mewujud.
Keadilan itu masih ada di hati Muslim di Indonesia. Saya yakin.
Kita tunggu polisi, atau Muslim yang akan bersiap dan menyelesaikan semua ini. (*)

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …