Langsung ke konten utama

Featured Post

Telah Wafat Hb Hasan bin Syech Assegaff Dan Kayla Maheswari Suhana Putri Bendahara PP FSPF

Ahad, 25 Oktober 2020Faktakini.netInnalillahi wainna ilaihi rojiun. Telah wafat Alhabib Hasan bin Syech Assegaff (abahnya Hb Oji mantu ami nuh kapung ilir) jenazah masih diLampung,berita lain menyusul Alfatehah (SAM)Sabtu, 24 Oktober 2020... Innalillahi wainnailaihi roji'unTelah wafat Kayla Maheswari SuhanaUsia 14 th.Putri dari bendahara PP FSPF mas suhono. Pagi ini putrinya meninggal di semarang, Ahad (25/10/2020) Mohon dimaafkan segala khilafAl Fatihah 😢

KPK: Ada Kemungkinan Harun Masiku Ikuti Jejak Djoko Tjandra Mengganti Identitas



Sabtu, 18 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Hingga kini belum ada informasi keberadaan buronan Harun Masiku, termasuk kemungkinan mengenai perubahan identitas layaknya seperti Tjan Kok Hui alias Djoko Tjandra.

Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, pada dasarnya kemungkinan mengganti identitas seperti Djoko Tjandra pasti ada.

Namun, pihaknya hingga saat ini belum mendapatkan informasi mengenai hal tersebut.

"Kemungkinan adanya seperti itu kan bisa saja terjadi, tetapi informasi itu kan gini, JPU itu kan sudah kita sampaikan ke kepolisian tentu ada informasi-informasi yang jika memang terjadi pasti akan ada informasi yang masuk, sampai sejauh ini belum ada informasi yang masuk ke KPK terkait keberadaan HAR (Harun Masiku)," ucap Ali Fikri kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat malam (17/7).

Namun demikian, KPK telah mendorong lembaga-lembaga seperti Imigrasi hingga Disdukcapil untuk memperkuat sistem. Hal itu merujuk pada kasus buronan Kejaksaan Agung (Kejagung), Djoko Tjandra yang dengan mudah membuat KTP-el bermodus mengganti identitasnya hingga bisa membuat paspor.

"KPK membangun sistem dengan cara mendorong para lembaga-lembaga yang berhubungan dengan itu untuk lebih memperkuat, dengan imigrasi di Kumham (Kementerian Hukum dan HAM) dan di Disdukcapil," jelas Ali.

Namun demikian, lembaga antirasuah masih terus mencari keberadaan Harun Masiku untuk melengkapi berkas perkaranya.

"DPO-DPO yang ada kan menjadi tanggung jawab KPK, dan kita tidak lepas, dibiarkan begitu saja," pungkas Ali.

Sebelumnya Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengakui bahwa salah satu kepala biro di Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim) membuat surat jalan untuk Djoko Tjandra.

Surat Nomor: SJ/82/VI/2020/Rokorwas tertanggal 18 Juni 2020, itu ditandatangani Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Polri Brigjen Pol Prasetyo Utomo.

Foto: Harun Masiku dan Djoko Tjandra alias Tjan Kok Hui

Sumber: Rmol.id

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: