Langsung ke konten utama

Featured Post

Wahai Dunia, Oleh: Habib Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Almusawa

Selasa, 11 Agustus 2020

Faktakini.net

WAHAI DUNIA

oleh : Alhabib Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Almusawa
-
Wahai Dunia, Wahai dambaan di setiap zaman, telah berjuang memperebutkanmu sedemikian banyak pembesar dan Raja Raja. Mereka menikmati keberhasilan dengan kegembiraan. Dan telah berjatuhan sedemikian banyak para fakir miskin yang menetes air liurnya melihat kenikmatan para Raja dunia. Telah datang pula golongan hamba yang shalih yang tak mau memperebutkanmu, mereka melupakanmu dan mencari ridho Allah.

Wahai Dunia, tidaklah para raja, atau fakir miskin, atau bahkan orang-orang shalih itu meninggalkanmu kecuali kau bekali 1 X 2 meter saja dari milikmu untuk lubang kuburnya, hanya itulah yang kau berikan pada mereka, itulah kebaikanmu pada para pecintamu atau mereka yang meninggalkanmu, sama saja, padahal para pecintamu melupakan segala-galanya hanya untuk mendapatkanmu, namun tak satu pun dari mereka meninggalkanmu, selain hanya mendapatkan kuburnya saja. Maka para pecintamu menin…

Kasus Corona Sudah Tembus 100 Ribu, PA 212: Rakyat Harus Berjuang Sendiri



Selasa, 28 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Angka 100 ribu kasus Covid-19 akhirnya dicapai Indonesia pada Senin (27/7/2020). Delapan provinsi jadi sentra penyebaran Virus Corona.

Masyarakat pun dinilai mesti berjuang sendiri dalam pandemi mengingat Pemerintah yang kurang kreatif mengatasinya.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni atau PA 212, KH Slamet Maarif menilai Indonesia kini sudah menjadi negara dengan status darurat Virus Corona di Asia, karena sudah melampaui kasus di China.

Ia menyatakan pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah gagal total dalam menangani Corona. Rakyat pun mesti berjuang sendiri.

"Indonesia sudah darurat bahkan jadi pusat Covid Asia. Jokowi gagal total atasi Covid, rakyat harus berjuang sendiri," kata dia, kepada CNNIndonesia.com, Selasa (28/7/2020).

"Kita menghimbau agar umat serius dan fokus jaga kesehatan diri, keluarga dengan menjaga kesehatan, meningkatkan iman dan takwa serta jauhi maksiat," tandasnya.

Hingga Senin (27/7) kasus positif Covid-19 secara total mencapai 100.303 orang. Separuhnya, yakni 58.173 orang, dinyatakan sembuh, dan 4.838 orang meninggal dunia. Ini berarti Indonesia hanya butuh 5 bulan untuk mencapai 100 ribu kasus Covid-19 sejak mengumumkan kasus pertama pada Maret.

Per Juni, kasus positif Covid-19 beberapa kali mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Misalnya, pada 8 Juli, kasus positif Corona bertambah 1.853 orang hanya dalam waktu satu hari. Sehari kemudian, angkanya melonjak hingga dua kali lipat, yakni bertambah 2.657 orang.

Penerintah mengaku akan memprioritaskan penanganan kasus Covid-19 di delapan provinsi demi menekan kasus kematian akibat Virus Corona.

Delapan provinsi tersebut yakni Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Papua.

Delapan provinsi itu menyumbang 74 persen kasus covid-19 di Indonesia. Oleh karena itu, Jokowi meminta agar angka kematian akibat persebaran kasus tersebut dapat ditekan serendah-rendahnya.

Rinciannya, Jawa Timur menyumbang 20.812 kasus positif, dengan 12.680 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 1.608 orang meninggal dunia. Kemudian, DKI Jakarta tercatat ada 19.592 kasus positif, dengan 11.997 di antaranya sembuh dan 769 orang meninggal dunia.

Infografis Daerah Kasus Tertinggi dan Terendah CoronaFoto: Infografis Daerah Kasus Tertinggi dan Terendah Corona
Sulawesi Selatan mencatat 8.991 kasus positif, dengan 6.095 orang di antaranya sembuh dan 307 orang meninggal dunia. Jawa Tengah menyumbang 8.622 kasus positif, dengan 4.265 orang di antaranya sembuh dan 574 orang meninggal dunia.

Jawa Barat mencatat 6.084 kasus positif, dengan 2.934 orang di antaranya sembuh dan 206 orang meninggal dunia. Kalimantan Selatan memiliki 5.689 kasus positif, dengan 2.916 orang di antaranya sembuh dan 273 orang meninggal dunia.

Sumatera Utara memiliki 3.438 kasus positif, dengan 931 orang di antaranya sembuh dan 181 orang meninggal dunia. Bali menyumbang 3.219 kasus positif, dengan 2.570 orang di antaranya sembuh dan 48 orang meninggal dunia.

Jokowi beberapa kali menyinggung soal prioritas penanganan Covid-19 di delapan provinsi tersebut. Dalam rapat terbatas 13 Juli, misalnya, ia meminta agar pengendalian kasus di delapan provinsi ini dilakukan dengan cara 3T, testing, tracing, dan treatment.

Terkait capaian angka 100 ribu kasus itu, Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PPP, Anas Thahir menilai pemerintah sudah kehabisan akal dalam menyadarkan masyarakat terkait penanganan dan pencegahan Covid-19.

"Dalam beberapa minggu terakhir pemerintah terkesan kurang kreatif bahkan kehabisan akal dalam menyadarkan masyarakat tentang bahaya Covid-19," kata dia, dalam keterangan resminya, Senin (27/7).

Foto: KH Slamet Maarif

Sumber: cnnindonesia.com

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …