Langsung ke konten utama

Featured Post

Bapas Bogor Banding Kasus Habib Bahar, Ustadz Novel: Ambisi Untuk Kriminalisasi Ulama

Jum'at, 23 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bogor telah resmi mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung yang memenangkan penceramah kondang, Habib Bahar Bin Smith soal surat keputusan pencabutan asimilasi.Upaya banding itu pun direspon oleh Wakil Sekjen (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustadz Novel Bamukmin yang menilai bahwa Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), khususnya Bapas Bogor, masih berambisi untuk mengkriminalisasi ulama."Selaku Wasekjen PA 212 tentunya prihatin terhadap Kemenkumham khususnya Bapas Bogor masih berambisi untuk mengkriminalisasi ulama," ujar Ustadz Novel Bamukmin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (21/10).Ustad Novel mengaku tidak heran karena Kemenkumham, khususnya Bapas Bogor, merupakan kepanjangan tangan dari pemimpin yang dianggapnya tidak bersahabat dengan ulama yang tegas dan istiqomah."Malah para pelaku kejahatan atau residivis juga para koruptor dan pe…

Inilah Katedral Toledo Di Spanyol Yang Awalnya Adalah Masjid Toledo Saat Muslim Berkuasa

Rabu, 15 April 2020

Faktakini.net

Ini adalah foto Katedral Toledo, (kiri) gereja terbesar di kota Toledo, Spanyol bagian tengah. Katedral ini awalnya adalah Masjid Agung Toledo saat Muslim berkuasa di sana selama 370 tahun.

Kota ini jatuh ke tangan kerajaan Castille (Katolik) pada 25 Mei 1085 setelah pengepungan selama satu tahun yang membuat kaum muslimin kelaparan. Penguasa Muslim lokal, Yahya II al-Qadir, akhirnya menyerahkan Toledo secara damai pada Raja Alfonso VI dari Castille setelah sang raja Katolik itu berjanji akan menjaga keamanan kaum muslimin di sana dan membiarkan masjid-masjid menjadi tempat ibadah kaum muslimin.

Namun, kesepakatan itu hanya berjalan dua tahun. Alfonso VI mengingkari janjinya. Dia membiarkan Masjid Agung Toledo, masjid terbesar di kota itu, dirampas oleh kaum Katolik atas perintah Uskup Agung Bernard of Sedirac. Masjid itu pun dijadikan katedral. Setahap demi setahap bangunan asli masjid itu diubah menjadi katedral bergaya arsitektur Gothic.

Ribuan masjid di Spanyol dan Portugal mengalami nasib yang sama, diubah menjadi gereja, termasuk Masjid Agung Cordoba dan Masjid Jami Sevilla yang besarnya saat itu hanya kalah dari Masjidil Haram di Mekkah. Katedral Sevilla malah dianggap sebagai katedral terbesar di dunia saat ini. Sebagian masjid yang dijadikan gereja itu tetap menjadi tempat ibadah Katolik sampai sekarang, dan sebagian sudah berubah menjadi situs-situs musium untuk wisata karena sudah ditinggalkan ibadah oleh umat Katolik yang semakin sekuler dan ateis.

Nasib yang sama dialami juga oleh ribuan masjid milik Muslim Tatar di Krimea dan Volga-Ural dan Muslim Kaukasus di wilayah Rusia sekarang, serta masjid-masjid di Bulgaria, Yunani, Serbia, dan lainnya.

Berbeda dengan kasus Masjid Hagia Sophia  atau Aya Sofia (kanan) yang diprotes keras masyarakat kristen Eropa dan Amerika karena akan difungsikan kembali menjadi masjid oleh pemerintah Turki setelah lama menjadi museum, Katedral Toledo, Cordoba, Sevilla, Lisabon, dan lainnya sepi dari protes. Sebuah pertunjukan kemunafikan yang sangat telanjang.

(Mansyur Alkatiri) -

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: