Langsung ke konten utama

Featured Post

Bapas Bogor Banding Kasus Habib Bahar, Ustadz Novel: Ambisi Untuk Kriminalisasi Ulama

Jum'at, 23 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bogor telah resmi mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung yang memenangkan penceramah kondang, Habib Bahar Bin Smith soal surat keputusan pencabutan asimilasi.Upaya banding itu pun direspon oleh Wakil Sekjen (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustadz Novel Bamukmin yang menilai bahwa Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), khususnya Bapas Bogor, masih berambisi untuk mengkriminalisasi ulama."Selaku Wasekjen PA 212 tentunya prihatin terhadap Kemenkumham khususnya Bapas Bogor masih berambisi untuk mengkriminalisasi ulama," ujar Ustadz Novel Bamukmin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (21/10).Ustad Novel mengaku tidak heran karena Kemenkumham, khususnya Bapas Bogor, merupakan kepanjangan tangan dari pemimpin yang dianggapnya tidak bersahabat dengan ulama yang tegas dan istiqomah."Malah para pelaku kejahatan atau residivis juga para koruptor dan pe…

Hagia Sophia Bukan Rampasan Tapi Waqaf Sultan Al Fatih Yang Beli Dari Umat Kristen


Ahad, 12 Juli 2020

Faktakini.net

Sahabat Erdogan

Bismillah
Apa Yang Menjadi Fitnah Terkait Haghia Sophia Menjadi Masjid Kembali.

1. Haghia Sophia adalah Waqf Pribadi Sultan Muhammad (Mehmet l) Al Fatih bukan dengan cara Merampas.

Dalam literatur barat seringkali digambarkan Haghia Sophia dirampas oleh Ummat Islam dan memperbudak penduduknya. Namun yang sebenarnya Haghia Sophia adalah Waqaf dari Sultan Muhammad Al Fatih yang membelinya dari orang Kristen. Hal inilah sebagai bukti yang mendasari keputusan Mahkamah Agung Turki 2020 yang mencabut keputusan era Mustafa Kemal Ataturk saat menjadikannya museum secara ilegal dan 2020 inj dikembalikan statusnya menjadi Masjid karena secara hukum Negara Turki tidak berhak mengklaim Haghia Sophia paksa.

Pembelian Gereja juga pernah dilakukan oleh Khalifah Al Walid l saat meluaskan Masjid Umayyah di Damaskus karena makin banyak orang yang memeluk Islam sehingga masjid sebelumnya tidak menampung jamaah. Saat ini kita hanya bisa lihat masjid Umayyah di Damaskus (foto terakhir presentasi kami).

2. Bagaimana Gambar-gambar Peninggalan Roma Timur Byzantium.

Saat ini Pemerintah Turki sedang merencanakan menggunakan teknologi 3D Mapping untuk menutup gambar diatas mihrab sehingga tidak terlihat dari lantai bawah tempat sholat namun turist masih dapat melihat mosaic dari lantai 2 karena banyak juga mosaic yang tersisa di lantai 2. Sebelumnya Turki Ottoman telah banyak menghapus gambar di lantai bawah tempat sholat.(Contoh 3D Mapping terlampir pada foto Monas Jakarta).

3. Apakah terdapat Kuburan didalam Haghia Sophia

Kami tegaskan tidak ada kuburan didalam Haghia Sophia. Semua kuburan Sultan Turki Ottoman berada di halaman luar gedung (foto terlampir). Satu-satu makam didalam Haghia Sophia menurut sejarah adalah milik Enrico Dandolo pemimpin tentara Salib Katolik yang sempat merampas Konstantinopel dari Gereja Ortodoks Byzantium pada 1204. Namun makam Enrico Dandolo ini sudah tidak ada karena dibongkar oleh pihak Turki Utsmaniyyah (Ottoman) pasca penaklukan Konstantinopel pada tahun 1453.

Semoga hal-hal diatas menjawab semua keraguan.









Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: