Langsung ke konten utama

Featured Post

Hari Kedua, FPI Purworejo Turunkan Laskar Bantu Korban Longsor Di Kalijering Pituruh

Selasa, 27 Oktober 2020Faktakini.net, Jakarta -  Relawan FPI Purworejo hari ini Selasa, 27 Oktober 2020 masih terus turun membantu korban banjir dan longsor diwilayah terparah Desa Kalijering kecamatan Pituruh. FPI bersama beberapa relawan kemanusiaan seperti KJB dan S3 Purworejo turun langsung membantu meringankan beban korban yang selamat dan beberapa luka-luka. Selain membuka akses jalan yang berlumuran lumpur parah para Laskar terlihat membawa nasi bungkus untuk para korban, obat-obatan, baju, dan berbagai bantuan lainnya. Untuk para dermawan yang mau ikut membantu meringankan korban yang ditaksir kerugiannya mencapai milyaran rupiah bisa menghubungi Bendahara DPW FPI Purworejo Ir. Muhammad Mansur di Nomor wa +62 853-7784-2497. Demikian Kontributor LIF Purworejo Melaporkan.




Klik video:


FPI Luwu Raya Evakuasi Korban Banjir Di Masamba Dan Salurkan Bantuan




Jum'at, 17 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Banjir bandang yang disertai lumpur menerjang sebagian wilayah Kecamatan Masamba, Kelurahan Luwu Utara, yang diakibatkan curah hujan yang sangat tinggi sejak tanggal 12/07/2020, khususnya di wilayah pegunungan Kabupaten Luwu Utara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Ketua FPI Luwu Abdul Rauf Dewang memaparkan kronologis kejadian bencana alam itu.

“Sekitar pukul 20.15 Wita, volume air di bantaran sungai masamba naik dan menggenangi pemukiman warga. Kemudian pada pukul 20.45 Wita, air tiba-tiba surut sehingga beberapa warga yang rumahnya berada di sekitar bantaran sungai kembali ke rumah berniat untuk membersihkan sampah yang masuk kedalam rumah. Namun sekitar pukul 21.00 Wita, volume air kembali naik dengan ketinggian -/+ 400 cm yang mebawa material kayu dan lumpur sehingga mengakibatkan beberapa orang warga yang berada di sekitar bantaran sungai terjebak di dalam rumahnya. Baru sekitar pukul 01.05 Wita, volume air berangsur-angsur surut,” Jelasnya.

Pada malam itu juga, FPI Luwu Raya (gabungan FPI Luwu, FPI Palopo, FPI Luwu Timur, FPI Luwu Utara) bersama gabungan tim SAR baik dari Batara Guru Rescue, OPA Verbeek, Srikandi Pemuda Pancasila, Tanfidzh Al-Qur’an (Al-Wahdah), RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) OneCare Indonesia berangkat bersama-sama menuju Masamba untuk melakukan evakuasi korban banjir bandang yang terjebak di rumahnya.

Selain di Masamba, FPI Luwu Raya bersama DPD HILMI FPI Sulawesi Selatan menuju ke Desa Radda, Kel Masambam Kec Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Di kedua lokasi ini para relawan selain melakukan evakuasi terhadap para korban selamat juga melakukan evakuasi terhadap korban tertimbun longsor serta membersihkan rumah-rumah warga dan genangan lumpur yang menimbun.

Menurut Abdul Rauf Dewang, “Info dari SAR Pramuka Peduli Posko Pengungsian sementara di TPA Meli Patambua, ada sekitar 10 orang korban luka yang kemudian dilarikan ke RSUD Masamba, sedangkan 38 orang dalam pencarian saat itu,” Katanya, Selasa (14/07/2020).

Beliau juga memberikan informasi terbaru, “Sementara data update saat ini korban meninggal yang ditemukan mencapai 33 orang dan kemungkinan akan bertambah mengingat masih banyak informasi Anggota Keluarga yg hilang dan daerah yg belum sepenuhnya di sentuh akibat kondisi lumpur dan akses ke lokasi yg sulit,” Jum’at (17/07/2020).

Hingga saat ini, proses pencarian korban yang hilang masih terus dilakukan. Berikut dokumentasinya.

Selain melakukan pengevakuasian, mereka juga mendirikan posko gabungan pasca banjir bandang yang kemudian FPI Luwu Raya mendirikan posko tersendiri serta membagikan bantuan paket logistik kepada para korban.

Kebutuhan mendesak saat ini antara lain Air Mineral, Susu Bayi dan Anak-anak (0-6 tn, 1-6 thn, 1-3 thn), Minyak Angin, Minyak Telpn, Vitamin, Makanan Siap Saji, Obat-obatan, Beras, dan Peralatan mandi dan mencuci.

Sumber: Ketua DPW FPI Luwu Timur, Abdul Rauf Dewang, HILMI FPI

















Klik video:









Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: