Langsung ke konten utama

Featured Post

Wahai Dunia, Oleh: Habib Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Almusawa

Selasa, 11 Agustus 2020

Faktakini.net

WAHAI DUNIA

oleh : Alhabib Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Almusawa
-
Wahai Dunia, Wahai dambaan di setiap zaman, telah berjuang memperebutkanmu sedemikian banyak pembesar dan Raja Raja. Mereka menikmati keberhasilan dengan kegembiraan. Dan telah berjatuhan sedemikian banyak para fakir miskin yang menetes air liurnya melihat kenikmatan para Raja dunia. Telah datang pula golongan hamba yang shalih yang tak mau memperebutkanmu, mereka melupakanmu dan mencari ridho Allah.

Wahai Dunia, tidaklah para raja, atau fakir miskin, atau bahkan orang-orang shalih itu meninggalkanmu kecuali kau bekali 1 X 2 meter saja dari milikmu untuk lubang kuburnya, hanya itulah yang kau berikan pada mereka, itulah kebaikanmu pada para pecintamu atau mereka yang meninggalkanmu, sama saja, padahal para pecintamu melupakan segala-galanya hanya untuk mendapatkanmu, namun tak satu pun dari mereka meninggalkanmu, selain hanya mendapatkan kuburnya saja. Maka para pecintamu menin…

Foto-Foto Dokumentasi Ibadah Haji Pada Zaman Kekuasaan Turki Utsmaniyyah (Ottoman) di Hijaz Arabiya


Jum'at, 31 Juli 2020

Faktakini.net

Spesial Idul Adha

Foto-Foto Dokumentasi Ibadah Haji Pada Zaman Kekuasaan Turki Utsmaniyyah (Ottoman) di Hijaz Arabiya.

Mirip dengan kondisi sekarang jutaan Ummat Islam berkumpul di Makkah, di Madinah,di Mina dan di padang serta Jabbal Arafah untuk menunaikan Ibadah Haji setiap tahunnya. sejak masa Rasulullah Perjalanan Haji merupakan perjalanan ibadah yang berat karena dapat menempuh perjalanan yang jauh bahkan bisa bertahun-tahun lamanya.

Pada abad 19 masehi Perjalanan dari Laut Tengah menjadi sedikit mudah dengan dibukanya terusan Suez pada tahun 1869. Dan pada awal abad 20 atas prakarsa Sultan Abdul Hamid 2 dibuat jalur kereta api dari Suriah Damaskus menyusuri Palestina-Jordania menuju ke Jazirah Arabia (Ottoman Hijaz Railway) berhenti di stasiun Madinah demi kelancaran Ibadah Haji. sayangnya jalur kereta api menuju Mekkah yang direncanakan Sultan Abdul Hamid 2 tidak dapat tercapai karena Sultan Abdul Hamid 2 keburu digulingkan (dikudeta) oleh para perwira Turki Muda diantaranya Mustafa Kemal. Dan tahun-tahun berikutnya terjadi perang Dunia 1 yang makin memutus jalur kereta menuju Jazirah Arab Madinah karena aksi gerilyawan pemberontak kabilah Arab pimpinan Agen Inggris Lawrence of Arabia. Saat ini meskipun terbengkalai anda masih bisa melihat sisa-sisa jalur kereta HIjaz Raiway di Jordania dan Stasiun Turki Ottoman di Madinah yang menjadi Museum.

Di dalam Historiografi Haji Indonesia, Dr M Shaleh Putuhena menyatakan sejak abad ke-16 sudah ada umat Islam Indonesia yang menunaikan ibadah haji. Pada masa ini perjalanan menuju tanah suci harus melalui perjuangan yang sangat berat dan membutuhkan biaya yang sangat besar. Ada di antara mereka yang menempuh perjalanan hingga bertahun-tahun. Kafilah haji pada masa ini juga harus waspada dari bahaya bajak laut di sepanjang perjalanan, belum lagi ancaman topan, badai dan penyakit. Tidak jarang ada jemaah haji yang urung sampai di tanah suci karena kehabisan bekal atau terkena sakit..

Pada abad ke-18, tujuan utama mayoritas masyarakat Indonesia datang ke Makkah bukan untuk beribadah haji, tetapi untuk berdagang dan belajar ilmu agama. Jemaah haji Indonesia umumnya dari kalangan petani, nelayan, dan peternak. Mereka memperoleh biaya perjalanan haji dari penjualan hasil pertanian dan perkebunan. Di Jawa, hasil pertanian andalannya adalah padi, lada dan kopi. Di Sumatera, selain padi, ada juga tembakau dan karet. Sedangkan di Kalimantan ada banyak perkebunan karet.

Seiring berjalannya waktu dan banyaknya orang Indonesia yang ke Makkah untuk belajar ilmu agama di sana, maka informasi tentang haji di Tanah Air juga semakin luas. Masyarakat mulai memahami haji sebagai salah satu kewajiban bagi umat islam yang mampu menunaikannya.

Haji Pada Masa Kolonial

Campur tangan pihak kolonial dalam hal urusan ibadah haji bermula dari alasan ketakutan dan kecurigaan terhadap para haji yang baru pulang dari tanah suci. Pihak kolonial curiga bahwa masyarakat Indonesia yang menunaikan ibadah haji akan membawa pemikiran baru untuk menentang kolonialisme. Itulah sebabnya pemerintah kolonial berusaha untuk memonopoli ibadah haji dan mengeluarkan Resolusi(putusan) 1825. Peraturan ini tidak hanya memberatkan jamaah dalam hal biaya tetapi sekaligus dapat memonitor aktivitas masyarakat Indonesia dalam melaksanakan ritual ibadah haji.

Meskipun begitu, umat islam Indonesia yang pergi haji tidak pernah surut jumlahnya. Dari catatan Historiografi Haji Indonesia, sesudah pertengahan abad 19 jumlah haji dari Indonesia berkembang pesat. Bila tahun 1852 tercatat 413 orang yang pergi haji maka pada enam tahun kemudian yakni tahun 1858 ada 3.862 orang yang pergi haji. Jumlah jamaah haji terbanyak pada masa itu tercatat pada tahun 1896 yaitu 11.909 orang dan terkecil pada tahun 1865 sejumlah 1.901 orang.

Pada tahun 1927-1928 jamaah yang berangkat menunaikan ibadah haji ke Makah berjumlah 33.965 orang. Sebanyak 10.970 orang berangkat dengan perusahaan Rotterdamsche Lloyd, 9.467 orang menggunakan perusahaan Nederlandsche Lloyd, dan 10.634 orang menggunakan perusahaan Ocean. Perjalanan menuju Mekah dari daerah-daerah di Indonesia saat itu membutuhkan waktu 2 hingga 6 bulan. Hal itu dikarenakan perjalanan hanya dapat ditempuh dengan kapal layar atau kapal uap.

Diantara orang Indonesia yang pergi Haji pada zaman Turki Utsmaniyyah diantaranya Haji Oemar Said Cokroaminoto, Haji Agus Salim, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Ashari .- Dari Berbagai sumber.

Selengkapnya klik:

https://www.facebook.com/838853686152368/posts/3146888248682222/

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …