Langsung ke konten utama

Featured Post

Team Khodijah Dan FPI Kab Sukabumi Serahkan Uang Dan Sembako Untuk 19 KK Di Kp Nyangkowek

Kamis, 24 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Untuk menjalankan amanat Imam Besar Habib Rizieq Shihab, FPI beserta Sayap Juangnya (HILMI) selama ini begitu aktif membantu warga masyarakat yang membutuhkan bantuan, termasuk korban bencana banjir bandang yang terjadi pada hari Senin (21/9/2020) di kawasan Cibuntu di Desa Pawasawan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Akibat banjir ini, luapan sungai Cibuntu menghanyutkan mobil, meruntuhkan jembatan dan menjebol bangunan warga, termasuk pabrik Aqua dan lainnya.

Banjir bandang luapan sungai Cibuntu tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 hingga 17.00 WIB atau setelah kawasan Cicurug Kabupaten Sukabumi dilanda hujan deras selama beberapa jam.

Front Pembela Islam (FPI) beserta sayap juangnya HILMI dengan sigap langsung terjun ke lokasi banjir bandang Cicurug, Senin (21/9/2020) malam terutama ke dua kampung yang terdampak berat yaitu Kampung Nyangkowek Desa Mekarsari dan Kampung Cibuntu Desa Pasawahan Kecamatan Cicurug.

Pulu…

Dukung Penyegelan Tugu Tak Ber-IMB, Ormas Islam Kuningan Malah Difitnah Sebagai Radikal Dan Preman





Jum'at, 24 Juli 2020

Fakrakini.net, Jakarta - Warga Kuningan dan berbagai komponen masyarakat Kuningan termasuk dari Ormas-ormas Islam mendukung  penyegelan bangunan Tugu Satangtung yang berada di Kawasan Curug Cigo'ong, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kuningan, Jawa Barat, Senin (20/7/2020).

Penyegelan dilakukan karena
bangunan Batu Satangtung alias Tugu milik keluarga Djati Kusamah yang pupuhu paseban tergabung dalam Aliansi Adat Karuhun Urang (Akur) itu tidak memiliki kelengkapan izin proyek pembangunan dan melanggar Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Kepala Satpol PP Kabupaten Kuningan Indra Purwantoro di kantornya, Senin (20/7/2020) menegaskan, pihaknya telah melayangkan surat teguran sebanyak 3 kali tentang proses pembangunan bakal makam tersebut.

Indra menyebut bangunan yang dijadikan bakal makam tersebut masuk dalam kategori tugu. Sehingga, lanjut dia, perlu ada IMB untuk membangun tugu.

Namun anehnya, pihak tertentu malah melontarkan tudingan dan futnah bahwa warga dan Ormas-ormas Islam Kuningan yang mendukung penyegelan bangunan liar tak ber-IMB tersebut sebagai "preman" dan kelompok Radikal.

Seperti dilansir di sebuah berita online gesuri.id yang berjudul Segel Makam Sunda Wiwitan, Pemda Bermitra Dengan Preman ( Baca : https://www.gesuri.id/pemerintahan/segel-makam-sunda-wiwitan-pemda-bermitra-dengan-preman-b1YPvZuEC ). 

Tidak terima difitnah sebagai preman dan kelompok radikal oleh Kanti W Janis, Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Kuningan yang turut tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Kuningan (FMPK) menayatakan sikap atas pernyataan tersebut.

Sekretaris FPI Kuningan Ustadz Lukman mengatakan bahwa, FMPK  mendukung penegakkan hukum yang dilakukan oleh Pemkab Kuningan.

"Kami awalnya mendapat undangan dari warga sekitar lokasi pembangunan Batu Satangtung yang mempunyai inisiatif untuk memberikan dukungan moral kepada Sat Pol PP yang akan melakukan penyegelan tempat tersebut," kata Ustadz Lukman kepada seputarkuningan.com, Kamis (23/7/2020).

Selama berlangsungnya penyegelan, kata Ustadz Lukman,  proses berjalan dengan lancar, kondusif dan damai. Tidak seperti yang dituduhkan seperti yang tertulis di media-media lain yang notabene tidak mengetahui kejadian sesungguhnya di lokasi.

 "Kami ingatkan kembali kepada Pihak Keluarga Paseban untuk sadar menerima dengan lapang dada atas keputusan yang diambil oleh pemerintah Kabupaten Kuningan dan segera menghentikan serta  membongkar kembali bangunan pemakaman tersebut. Dan jangan  sekali-kali menebar fitnah keji terhadap masyarakat yang menolak maupun Pemkab Kuningan," tegas Ustadz Lukman.

Ustadz Lukman menegaskan, bahwa FMPK bukanlah preman ataupun komunitas radikal yang dipersiapkan oleh Pemkab Kuningan.

"Kami mendukung penyegelan atas kesadaran sendiri bukan karena diminta oleh pihak Pemkab," pungkas Ustadz Lukman.

Seperti diketahui sebelumnya, pembangunan makam untuk tokoh adat Sunda WiwitanKusuma (Pangeran Jati Kusumah beserta istri) yang belum meninggal ini, telah mendapat teguran kedua (SP 2) dari SatpoL PP Kabupaten Kuningan karena telah melanggar Perda No.15 tahun 2019 tentang izin Mendirikan Bangunan.

Dimana disebutkan dalam pasal 5 huruf G, bangunan bukan gedung seperti
konstruksi monument berupa tugu, patung tetap harus berijin.

Warga masyarakat Kuningan melalui Forum Masyarakat Peduli Kuningan pada hari Kamis (9/7/2020) melakukan pertemuan dengan MUI Desa Cisantana di RM. Pinus Desa Palutungan Kecamatan Cigugur, dan mengeluarkan pernyataan sikap mendukung penyegelan.

Sebagai berikut 4 pernyataan sikap Forum Masyarakat Peduli Kuningan:

1. Apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan yang telah mengambil langkah Cepat dalam mengatasi masalah yg dapat merusak Kodusifitas diwilayah Kab.Kuningan

2. Memberikan Dukungan sepenuhnya kepada Masyarakat Cisantana yang Menolak pembangunan Pemakaman yang tidak Wajar ditempat tersebut yang akan menjadi sarana yang dapat menimbulkan keresahan dan merusak kerukunan dalam kehidupan berbangsa & bernegara

3. Menyarankan kepada pihak keluarga Paseban untuk sadar diri dengan membongkar kembali pemakaman tsb,dan tidak memaksakan diri untuk tetap membangun Pemakan keluarga ditempat tersebut.

4. Mendukung penegakkan hukum yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kab. Kuningan terkait proses pembangunan pemakaman yang tidak sesuai dengan ketentuan aturan dan nilai-nilai sosial yang berlaku.

Adapun ormas yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Kuningan tersebut, diantaranya FPl, LPl, Bima Suci, Pekat |B Kuningan, PPHI Kabupaten Kuningan, Gardah,
Markaz Harokah Aswaja, Apik, Gerakan kita,
RIM, PASTI dan Harokatul Muslimin.

Foto: Saat penyegelan Tugu tak ber-IMB, Senin (21/7/2020)

Sumber: seputarkuningan.com dll

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…