Langsung ke konten utama

Featured Post

13 Tahun (1949-1962) DI/TII Berjuang Pertahankan Kemerdekaan Indonesia, Bukanlah Pemberontakan

Selasa, 30 September 2020

Faktakini.net

*13 TAHUN (1949 - 1962) DI/TII BERJUANG MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN NEGARA ISLAM INDONESIA, BUKANLAH SEBUAH PEMBERONTAKAN*

Oleh Muzaki Ruthab

Banyak tuduhan terhadap Kartosuwiryo dan DI/TII berperilaku kejam dan jauh dari akhlaq Islami. DI/TII dituduh melakukan perampokan, pemerkosaan dan pembakaran kampung-kampung warga sipil yang notabene warga negaranya sendiri. Sebenarnya tuduhan ini mudah dibantah hanya dengan logika sederhana yang nanti akan dapat kita pahami ketika selesai membaca.

Memerlukan sedikit saja kecerdasan dan kejujuran dalam menganalisa sejarah terkait DI/TII atau NII maka akan menemukan titik terang adanya pemalsuan sejarah. Baiklah kita awali pembicaraan mulai dari perjanjian Linggar Jati (1946) dan Renvile (1948).

Sebagaimana fakta yang kita ketahui bahwa hasil perjanjian Linggarjati, membuat daerah Indonesia hanya tersisa Jawa, Madura dan Sumatera. Sedangkan Perjanjian Renville telah membuat teritorial Indonesia di pulau Ja…

Damai Lubis: Pelaksanaan BPIP Tidak Butuh UU Cukup Melalui SK Menteri Agama


Senin, 20 Juli 2020

Faktakini.net

*Pelaksanaan BPIP Tidak Butuh Undang- Undang Cukup Melalui Surat Keputusan Menteri Agama*

Oleh : DamaiHari Lubis
                                                             
  ( Lebih Ekonomis dan Tepat Sasaran serta Diterima oleh Mayoritas Muslim dan Tidak Menyia2kan Sumber Daya Manusia Yang Ada )
                                           
Sekedar BPIP/ Badan Pengkajian Ideologi Pancasila. Atau apapun namanya. Maka sebaiknya terkait Khusus Pengkajian, Pemahaman demi tujuan subtansi, yakni Pengalamalan Pancasila, sebenar - benarnya untuk penjabarannya serta metode pengamalannya cukup melalui Permen / Kepmen. Yaitu oleh Menteri Agama. Adapun tehnis praktek pelaksanaan lapangannya untuk Ummat Muslim bisa kooperatif dengan atau melalui Ustad - Ustad yang ada disetiap propinsi Kota Dan Kabupaten. Ini sangat efisien kalau Pemerintahan Dibawah Kepresidenan Jokowi serius mengantisipasi komunis berikut larangan2 terhadap faham atau ajaran atau ideologi yang ada sesuai Tap.MPR RI ( No. XXV /1966 ) dan Jo. UU.yang ada ( KUHP. UU. RI No. 27/ 1999 ) sehingga Makna dan Hakekat Pancasila benar2 diamalkan diseluruh lapisan masyarakat khususnya Masyarakat Muslim.

Pemerintah tidak perlu BIPP yang mengeluarkan anggaran yang begitu banyak, melalui Pembentukan Undang2 atau setingkat dengannya ( U.U RI ). Mubazir uang rakyat untuk melahirkan undang2 yang pada dasarnya tidak efektif, selain mengundang gonjang- ganjing , juga intstabilitas kehidupan dalam bernegara, terbukti timbul pro kontra, padahal baru RUU, sudah banyak bermunculan unjuk rasa penolakan2 oleh banyak kelompok ummat ditanah air, termasuk adanya Respon MUI melalui Maklumat MUI Pusat dan bersama - sama Seluruh MUI Propinsi di Republik ini

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video:


Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …