Langsung ke konten utama

Featured Post

Ikuti Arahan Habib Rizieq, FPI - GNPF - PA 212 Desak Pilkada Maut Ditunda

Rabu, 23 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Kesepakatan Pemerintah, DPR, dan KPU yang tetap nekad melanjutkan Pilkada 2020 di tengah pandemi Corona COVID-19 menuai protes keras berbagai elemen masyarakat. Masyarakat ramai mendesak agar sebaiknya pilkada serentak gelombang empat itu ditunda.

Desakan ini disampaikan elemen ormas Islam seperti Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Front Pembela Islam (FPI), dan Persaudaraan Alumni (PA) 212. Mereka memberikan maklumat dan meminta pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo agar menunda pelaksanaan pilkada yang diikuti 270 daerah tersebut.

Maklumat ini ditandatangani Ketua Umum FPI Ahmad KH Shobri Lubis, Ketua GNPF Ulama KH Yusuf Martak, dan Ketua Umum PA 212 KH Slamet Maarif.

Sebagai berikut maklumat selengkapnya.

MAKLUMAT FPI, GNPF ULAMA, PA 212
“HENTIKAN PILKADA MAUT”

Pandemi Covid-19 telah menimbulkan malapetaka dan merupakan ancaman terhadap kelangsungan hidup dan kehidupan. Di sisi lain, jaminan keselamatan jiwa raky…

Cukong Reklamasi Ngamuk Dan Ahokers Terus Bangun Opini Untuk Jegal Anies



Kamis, 23 Juli 2020

Faktakini.net

Ketika Cukong Reklamasi Ngamuk Pada Anies, Pendukung Ahok Terus Berupaya Bangun Opini untuk Menjegal Anies

Demo reklamasi Ancol yang kabarnya dilakukan besar-besaran ternyata hanya dihadiri segilintir orang saja. Sebelumnya di banyak media online diberitakan Anies akan digeruduk demo besar.

Terlihat dari gambar yang diambil dari sisi atas, jumlah demonstran sangat sedikit. Jumlah pewarta yang datang meliput jalannya aksi demo justru lebih banyak. Masyarakat Jakarta pasti bisa menilai mengapa demikian.

Dalam salah satu media, Koordinator aksi demo bernama Badai Ahkadera diawartakan bahwa Ia berkata reklamasi Ancol berpotensi menghancurkan lingkungan dan merampas ruang hidup masyarakat pesisir khususnya nelayan Teluk Jakarta.

Tentu pernyataan tersebut merupakan sebuah ilusi, tidak sesuai fakta. Gubernur Anies Baswedan secara terang benderang sudah menjelaskan bahwa posisi perluasan daratan Ancol sama sekali tidak menggangu ruang hidup masyarakat pesisir, karena hanya menghadap ke kawasan industri Ancol dan wilayah pariwisata PT Pembangunan Jaya Ancol, berbeda dengan reklamasi 17 pulau Cukong.

Oleh karena itu selama ini perluasan lahan yang terjadi akibat penimbunan yang berasal dari kerukan sungai dan waduk Jakarta tidak ada yang mempermasalahkan, karena kenyataannya tidak mengganggu lingkungan dan perkampungan masyarakat khususnya nelayan.

Pertanyaannya jika selama ini program penimbunan lahan yang sudah berjalan 11 tahun tidak dipermasalahkan, lalu kenapa saat ini malah seolah-olah ada penolakan? Tentu menjadi tanda tanya besar. Hal ini terjadi karena yang menjalankan program reklamasi Ancol untuk kepentingan rakyat adalah Gubernur Anies Baswedan.

Kelompok kalah Pilgub masih sangat sakit hati terhadap Anies, mereka masih belum bisa menerima kekalahan hingga saat ini. Sehingga yang bisa dilakukan adalah merawat
kebencian dan dendam terhadap Anies.

Tidak main-main mereka adalah orang-orang ahli dalam taktik pembentukan opini di media. Masyarakat terus didorong untuk fokus pada isu reklamasi.

Ya memang saat ini untuk isu reklamasi sangat terlihat para pendukung Ahok sangat bersemangat.

Penggiringan opini untuk menyalahkan langkah Anies mulai dari gerakan demo, komentar abal-abal dari orang mengaku mantan relawan Anies-Sandi, terlihat jelas sebagai rentetan dalam membangun opini.

Pada faktanya reklamasi Ancol yang ditandatangani Gubernur Anies dalam Keputusan Gubernur No. 237 tahun 2020 juga membuat para cukong kepanasan. Pulau yang mereka bangun dengan susah payah untuk kalangan elit dicabut izinnya oleh sang Gubernur.

Sehingga bisa jadi para cukong tersebut lah yang berada dibalik ini semua ini. Seperti pemberitaan laporan Tempo menyebut ada dana dari pengembang reklamasi yang mengalir ke "Teman Ahok".

Bahkan ada Majalah Tempo edisi 20-26 dengan cover story“Duit Reklamasi untuk Teman-teman Ahok,” menceritakan bagaimana uang sebanyak Rp 30 miliar itu sampai ke Teman Ahok.

Bahkan anggota DPR dari PDI Perjuangan Junimart Girsang sempat menyengat publik. Dalam rapat kerja dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu 15 Juni 2016, dia bertanya soal aliran dana ke Teman Ahok.

"Kami mendapat info, ada dana pengembang reklamasi Rp 30 miliar untuk Teman Ahok melalui Sunny dan Cyrus,” katanya. “Saya tidak tahu apakah KPK telah melakukan pemeriksaan pada Sunny atau Cyrus.” Begitu lansir tempo.co (19/6/2016) lalu.

Untuk diketahui Sunny Tanuwijaya adalah staf khusus Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Melihat fakta sejarah di atas, yang dekat dengan pengembang reklamasi 17 pulau Cukong adalah orang-orang Ahok. Sehingga jelas saja saat ini mereka seperti kebakaran jenggot saat Anies melakukan perluasan lahan di Ancol.

Jadi jangan heran dengan berbagai macam cara, mereka terus membangun kampanye negatif terhadap reklamasi rakyat a la Anies. Masyarakat tentu sudah bisa membedakan mana fakta dan mana opini yang dibangun menjadi seolah-olah fakta.

Anies akan terus dipojokkan sesuai visi mereka. Pendukung Ahok terus berupaya menjadi rem atas popularitas sang Gubernur yang tak terbendung.

Oleh: Marzuki Pebrianto, Pemerhati Sosial

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…