Langsung ke konten utama

Featured Post

Minta Tunda Pilkada, Muhammadiyah: Keselamatan Bangsa Lebih Utama Dari Pilkada

Senin, 21 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - PP Muhammadiyah menyarankan agar pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 ditunda. Bagi Muhammadiyah, keselamatan masyarakat jauh lebih utama dibandingkan pelaksanaan Pilkada yang berpotensi menjadi klaster penularan Covid-19.

"Di tengah pandemi Covid-19 dan demi keselamatan bangsa serta menjamin pelaksanaan yang berkualitas, KPU hendaknya mempertimbangkan dengan seksama agar Pilkada 2020 ditunda pelaksanaannya sampai keadaan memungkinkan," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti dalam konferensi pers virtual, Senin (21/9).

Muhammadiyah, lanjut Mu'ti, mengimbau Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera membahas hal itu secara khusus dengan Kementerian Dalam Negeri, DPR, dan instansi terkait. "Agar pelaksanaan Pilkada 2020 dapat ditinjau kembali jadwal pelaksanaannya maupun aturan kampanye yang melibatkan kerumunan massa," tuturnya.

Lebih lanjut, Mu'ti menjelaskan, penundaan Pilkada 202…

Anies: Rukun, Inisiatif Kasimo (Katolik) Galang Dana Bangun Rumah Prawoto (Tokoh Masyumi)


Jum'at, 24 Juli 2020

Faktakini.net

Cerita Kerukunan Anies Baswedan: Inisiatif Kasimo yang Katolik Galang Dana Bangun Rumah Prawoto Mangkusaswito Tokoh Muslim Masyumi

Anies Baswedan adalah sosok pemimpin dengan pengetahuan, wawasan, dan kebijaksanaan. Dalam sebuah percakapan yang santai Anies mengatakan bahwa lawan itu dibutuhkan untuk sebuah keselarasan.

"Saya bedakan antara musuh dengan lawan, lah kalau kita main catur ada lawannya mas, main catur dewe ora penak mas, by definition tapi kan rukun mas main catur ya," ucap Anies.

"Jadi persahabatan tetap jalan tapi ide gagasan boleh berbeda, nah biarkan publik nanti menilai. Tapi jangan takut dengan perbedaan, rukun itu kan bukan berarti tidak ada perbedaan , rukun itu artinya kita menjaga kedewasaan untuk saling menghargai, saling menghormati, perbedaan ada tetapi tidak menggangu hubungan," sambungnya.

Anies lalu mengisahkan sejak lama kerukunan antar umat beragama sudah dicontohkan oleh tokoh-tokoh pendiri bangsa.

"Mungkin ingat sama Pak Prawoto (Mangkusaswito) , pas pemilu pertama beliau punya anggaran, ini pemimpin masyumi, tokoh masyumi. Nah Prawoto ini engak punya rumah mas, tokoh Masyumi enggak punya rumah, Perdana Menteri, enggak punya rumah, anak banyak," kata Anies

"Terus Kasimo (Ignatius J. Kasimo), J. Kasimo itu adalah tokoh Partai Katolik Indonesia, lalu Kasimo itu bicara dengan beberapa orang, K.H Wahid Hasyim dan lain-lain. Yuk kita urunan beliin dia rumah, ini yang ngumpulin orang Katolik nih tapi kata Pak Kasimo, jangan dirumah saya rapatnya karena enggak enak, masa yang ngumpulin malah dari orang katolik. Jadi sudah ngumpulnya dirumah pak Wahid Hasyim, ya udah Wahid Hasyim bersedia, dikumpulkan uang ini untuk Pak Prawoto, dan Pak Prawotonya enggak tau. Iuran yuk belikan dia rumah. Selesai itu rapat memutuskan biar Pak Wahid, Kiai Wahid Hasyim saja yang menyampaikan ke Prawoto, enggak mau. Katanya kenapa, nanti kalau saya yang memberikan nanti prawoto tidak kritis lagi sama NU, coba jelas ya, oke," sambung Anies bercerita.

"Rukun, guyub tapi justru terjaga perbedaan itu. Disisi lain beda ide, diruang berdebatan mereka berdebat, mereka saling kritik, tapi diluar arena itu mereka adalah sahabat, teman, yang memikirkan hajat hidupnya," ucapnya lagi.

Anies mengatakan orang-orang dahulu, pemimpin kita sangat suka dengan kritik, bahkan jika memberikan sesuatu lebih baik tanpa nama agar orang yang diberi tetap kritis pada yang memberi.

"Hari ini, kita memberi sesuatu sambil berharap orang itu diam mas. Coba cek.
Ini Wahid (Hasyim) itu malah bilang enggak usah saya yang berikan supaya beliau tetap kritis terhadap NU. Karena Masyumi kritis sama NU. Nah ini yang saya banyangkan bisa dihidupkan lagi," harap Anies mengakhiri.

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…