Langsung ke konten utama

Featured Post

Wahai Dunia, Oleh: Habib Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Almusawa

Selasa, 11 Agustus 2020

Faktakini.net

WAHAI DUNIA

oleh : Alhabib Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Almusawa
-
Wahai Dunia, Wahai dambaan di setiap zaman, telah berjuang memperebutkanmu sedemikian banyak pembesar dan Raja Raja. Mereka menikmati keberhasilan dengan kegembiraan. Dan telah berjatuhan sedemikian banyak para fakir miskin yang menetes air liurnya melihat kenikmatan para Raja dunia. Telah datang pula golongan hamba yang shalih yang tak mau memperebutkanmu, mereka melupakanmu dan mencari ridho Allah.

Wahai Dunia, tidaklah para raja, atau fakir miskin, atau bahkan orang-orang shalih itu meninggalkanmu kecuali kau bekali 1 X 2 meter saja dari milikmu untuk lubang kuburnya, hanya itulah yang kau berikan pada mereka, itulah kebaikanmu pada para pecintamu atau mereka yang meninggalkanmu, sama saja, padahal para pecintamu melupakan segala-galanya hanya untuk mendapatkanmu, namun tak satu pun dari mereka meninggalkanmu, selain hanya mendapatkan kuburnya saja. Maka para pecintamu menin…

Anies Keren! Tingkatkan Test Covid-19 di Jakarta Hingga 4 Kali Lipat dari Standar WHO


Selasa, 28 Juli 2020

Faktakini.net

Tingkatkan Test Covid-19 di Jakarta Hingga 4 Kali Lipat dari Standar WHO, Langkah Anies Tidak Setengah-Setengah

Demi melindungi keselamatan warganya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara aktif melakukan penelurusan kasus Covid-19. Oleh karena itu Ia memerintahkan Pemprov DKI terus berupaya meningkatkan kemampuan tes. Dan yang paling membanggakan adalah tes yang dilakukan sudah mencapai 4 kali lipat dari standar yang dianjurkan Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

"Jakarta meningkatkan terus kemampuan testing. Menurut standard WHO, kita harus melakukan PCR testing terhadap seribu orang (bukan spesimen) per sejuta penduduk per minggu. Jakarta kini sudah hampir 4 kali lipat standard WHO," kata Gubernur Anies.

Gubernur Anies Baswedan mengatakan, kemampuan tes PCR di Jakarta meningkat setiap pekan. Hingga kini total spesimen yang diperiksa mencapai 499.410.

"Jakarta tidak menangani COVID-19 secara setengah-setengah. Sejak awal kami pilih untuk selalu tangani pandemi ini secara serius, secara totalitas. Ini soal keselamatan, soal nyawa," ucap Gubernur Anies.

Menurutnya, melindungi rakyat Jakarta adalah termasuk menjalankan amanat UUD 1945. Sehingga Ia tak akan setengah-setengah dalam memperjuangkannya.

"Mengapa? Kami melaksanakan perintah konstitusi: melindungi setiap tumpah darah Indonesia. Melindungi warga tidak bisa dilakukan setengah-setengah," imbuhnya.

Aktifnya Pemprov DKI dalam melakukan pencarian kasus positif merupakan cara paling efektif, agar jelas dalam mengambil tindakan dan langkah penyembuhan bagi warga. Untuk yang sehat juga agar tidak tertular karena tahu posisi kasus positif di sekitarnya. Karena bagi warga yang terpapar tanpa gejala harus melakukan isolasi mandiri.

"Dalam kondisi wabah yang masih merebak seperti sekarang maka langkah kita adalah menemukan orang-orang yang terpapar dan mengisolasi. Itulah cara memutus mata rantai. Dengan orang tersebut ditemukan dan diisolasi maka dia bisa mencegah untuk tidak menulari keluarganya, tetangganya, ataupun koleganya," ungkap Gubernur.

Gubernur mengatakan, pihaknya tidak akan melakukan pengurangan jumlah tes hanya untuk terlihat angka yang kecil dalam kasus positif. Menurutnya itu malah berbahaya karena mengancam keselamatan banyak orang, potensi penularannya akan semakin tinggi. Sungguh langkah berani seorang pemimpin.

"Kami tidak mau mengurangi testing agar terkesan jumlah yang positif terlihat kecil. Tujuan kita bukan membuat kesan aman, tujuan kami adalah menyelematkan rakyat," ujarnya.

Yang terjadi, faktanya adalah masih banyak orang di luar sana yang sudah terpapar tapi tanpa gejala. Karena itu makin banyak test maka makin banyak yang terdeteksi.

"Insya Allah makin cepat bisa memutus mata rantai, itu tugas kami sebagai pemerintah," harapnya.

Gubernur Anies Baswedan bertekad dapat mengendalikan efek dari pandemi ini dengan baik, Ia berharap masyarakat ikut serta dalam perjuangan, kelak akan menjadi masyarakat yang tangguh.

"Kita kerjakan sama-sama maka insyaAllah kita bisa kendalikan pandemi ini, dan kita bisa tumbuh menjadi masyarakat yang lebih matang, tangguh: sehat, aman, produktif dan InsyaAllah selalu dalam keberkahanNya," pungkasnya.

Wah demi menanggulangi penularan Covid-19 di Jakarta, Gubernur Anies sudah mengambil langkah yang tepat. Tanpa ragu Ia terus meningkatkan jumlah test yang hingga kini sudah mencapai 4 kali lipat dari standar yang sudah ditetapkan WHO. Ini merupakan langkah berani. Ia tidak mementingkan citra saja, karena keselamatan dan kesehatan warganya adalah yang utama.

Oleh Budi Aryadi, Netizen

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …