Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Lampung Peringati Maulid Nabi Dan Lantik DPC FPI Tanjung Karang Barat Dan Pusat

Ahad, 1 November 2020
Faktakini.net, Jakarta - Hari Sabtu (31/10/2020) DPD FPI Lampung mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H, sekaligus melakukan pelantikan dua DPC, yaitu:
1.DPC FPI Tanjung Karang Barat (TKB)  2.DPC FPI Tanjung Karang Pusat
Kegiatan ini bertempat di Masjid Falahuddin Sukajawa Tanjung Karang Barat Kota Bandar Lampung dan dihadiri Oleh Ketua DPD FPI Lampung H Fidyan Fuad didampingi oleh Sekretaris DPD FPI Lampung,Para Habaib, kiyai, Ustadz, dan Santri. 
Pengawalan dan Pengamanan dijaga oleh Sayap juang FPI Lampung, BAT dan LPI ,TNI dan Polri
Habib Umar Assegaf Imam Daerah FPI Lampung saat melantik dan membaiat kepada para Tanfidzi TKB dan TKP, mengatakan, "Antum semua agar taat kepada Allah dan Rosulullah, dan taat kepada pimpinan. Jangan kendor dlm ber Amar maruf Nahi Munkar.Semoga istiqomah dlm perjuangan".
Sumber:  Kontributor LIF Lampung (Mance Sr)


5 Tuntutan Massa Di DPR: Makzulkan Jokowi, Bubarkan PDIP, Tolak RUU HIP, Omnibus Law Dan Corona



Jumat, 17 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Ratusan ribu massa dari Ormas yang tergabung dalam ANAK NKRI menggelar aksi demo di depan gedung DPR RI pada Kamis, 16 Juli 2020.

Massa menyuarakan beberapa tuntutan diantaranya menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). “Kami hari ini akan melumat, Lumat alias Lima Tuntutan Umat,” kata orator dari FPI.

Tuntutan tersebut terdiri dari pemakzulan Jokowi, pembubaran PDIP, penolakan RUU HIP, dan penangkapan inisiatornya, penolakan RUU Cipta Kerja, dan pembatalan RUU corona.

FPI menilai bahwa Jokowi sebagai kepala negara harusnya mampu mencegah RUU-RUU tersebut masuk pembahasan.

Sementara itu PDIP dianggap sebagai salah satu partai pendukung dan penggagas RUU HIP, sehingga pantas dibubarkan. RUU HIP dianggap akan mengubah Pancasila menjadi Eka atau Trisila, dan dinilai membawa nilai komunisme di dalamnya.

Tentang omnibus law, mereka menganggap isi RUU tidak berpihak kepada para pekerja, sehingga layak dibatalkan.

Sementara itu saat berita diterbitkan, orator belum membahas soal pembatalan RUU Corona.

Demo berlangsung sejak pukul 10.00 WIB, dengan massa yang mengular panjang hingga ke arah Slipi. Hujan turun tidak membubarkan mereka sampai aksi selesai.

Aksi ini sendiri berlangsung tertib walau dihadiri oleh ratusan ribu massa anti komunis.

Tampak diantara tokoh yang hadir antara lain Ketua Umum DPP FPI KH Shobri Lubis, Waketum FPI KH Ja'far Shiddiq, Ketua PA 212 KH Slamet Maarif, Ketua GNPF Ulama Ustadz Yusuf Martak, Habib Muchsin bin Zeid Alatas, Habib Ali Jindan, KH Fikri Bareno, Hajjah Neno Warisman, Habib Zaky Alaydrus, KH Maksum Hasan, Ustadz Asep Syaripudin dan lainnya.

Foto: Aksi tolak RUU HIP di depan Gedung DPR / MPR, Kamis (16/7/2020)

Sumber: tempo.co dan lainnya

Postingan populer dari blog ini

Pernyataan Sikap FPI, GNPF, PA 212 Dan HRS Center Tentang Penolakan UU Ciptaker

Jum'at, 9 Oktober 2020
Faktakini.net
PERNYATAAN SIKAP BERSAMA  FPI, GNPF ULAMA, PA 212 DAN HRS CENTER TENTANG PENOLAKAN TERHADAP UU CIPTA KERJA 
Mencermati perkembangan politik hukum yang semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945. Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan  rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis.
Rezim lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap  mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme). Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan  kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung.  Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law)  yang kini telah disahkan menjadi undan…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video: