Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Inilah Proses Panjang Hagia Sofia Di Turki Kembali Menjadi Masjid, Masya Allah..

Sabtu, 11 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Proses Panjang Hagia Sofia Di Turki Kembali Menjadi Masjid

Klik video:

Wow! Ada yang Rela Rogoh Kocek 150 juta Cuma Buat Trending Topic Bayaran Serang Anies!

Senin, 22 Juni 2020

Faktakini.net

Wow! Ada yang Rela Rogoh Kocek 150 juta Cuma Buat Trending Topic Bayaran Serang Anies!

Menurut data Drone Emprit Anies Baswedan mendapatkan serangan Buzzer sebanyak 75 tagar trending topic.

Sudah bisa dipastikan bawa tagar tersebut muncul bukan dari para pendukung Anies, karena berisi kampanye hitam dan fitnahan.

“Salah satunya #bansosboncoswanabud, #PSBBAmiesGagalTotal. Artinya top hashtag [tagar], narasi besar itu bukan dari pendukung Anies, tapi dari mereka yang menyerang,” kata Ismail Fahmi founder Drone Emprit dalam video conference bertajuk Dinamika Baru Elektoral (16/6) lalu.

Jumlah 75 tagar trending topik yang didedikasikan para Buzzer dalam membuat serangan pada Anies tentu sangat mencengangkan.

Hitung saja secara terbuka biaya menaikkan 1 buah tagar agar menjadi trending adalah Rp 2 juta dikalikan 75 tagar.

Maka hanya untuk menenggelamkan popularitas Anies di jagat Twitter mereka rela merogoh kocek Rp 150 juta. Untuk membuktikannya, Jasa Buzzer bisa anda temukan dengan mudah di internet.

Ciri-ciri tagar kampanye hitam seperti #bansosboncoswanabud adalah distimulasi dari trending topik buatan atau bot dengan beredarnya kata-kata Give-Away, lalu akun-akun bot bermunculan dengan tagar yang sama, dan terakhir akan disambar oleh akun real yang nyata dan dan hidup, yaitu akun-akun para Buzzer.

Setelah itu mereka akan "menggoreng" tagar tersebut selama mungkin, dalam hitungan jam dalam satu hari. Benar-benar tersistematis, pengerjaan menjelekkan nama Anies di Twitter.

Yang paling diuntungkan dalam serangan pada Anies tentu saja pihak-pihak yang tidak ingin Anies maju dalam Pilpres 2024.

Mengapa demikian?

Karena setelah muncul 75 tagar trending berisi kampanye hitam itu, seolah-olah mengamini data Survei yang menyebut elektabilitas Anies turun dan yang naik pesat adalah Ganjar.

Masih menurut Ismail, di media sosial Ganjar mendapat masif dukungan, dan minim kontra.

Pernyataan ini semakin mengukuhkan bahwa Pendukung Anies tidak pernah menyerang Ganjar, tapi Pendukung Ganjar dengan sangat masif menyerang Anies.

“SNA @ganjarpranowo memperlihatkan satu cluster besar berwarna hijau (positif). Top influencernya adalah akun Ganjar sendiri. Juga ada banyak akun yang sangat aktif bicarakan Ganjar secara positif. Cluster kontra hampir tidak ada,” ucap Ismail.

Serangan berupa kampanye hitam yang bertujuan mendegradasi nama Anies dalam percaturan suksesi kepemimpinan Nasional memang sangat terlihat mencolok.

Hal ini bisa dipantau dari aktivitas Twitter komplotan pendukung Ganjar yang berasal dari berbagai macam kelompok seperti gerombolan Cokro: Denny Siregar, Eko Kuntadhi, Yusuf Dumdum, Muanas Al Aidid dan lain-lain yang tanpa takut dan selalu terang-terangan menyerang Anies.

Apapun itu, bentuk upaya menjelekan nama orang melalui penggiringan opini sesat tentu saja tidak elok, di alam demokrasi ini bisa merusak dan menjadi benalu dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sangat mudah bagi pendukung kelompok penguasa melakukan banyak kesalahan dengan menebar hoaks dan kebencian, namun tetap saja aman seolah kebal hukum.

Lama-kelamaan akan menjadi nanah yang bisa pecah dan melukai banyak orang, mengapa demikian? Karena yang dirasa adalah ketidakadilan bagi kelompok lain yang sangat mudah ditangkap, diintimidasi, dan disalahkan jika mengungkap pendapat dan kebenaran.

Saran Penulis, daripada dana besar digunakan hanya untuk membuat penggiringan opini "semu" lebih baik alihkan saja dana ratusan juta untuk jasa pembuatan tagar trending topic dan miliaran membayar Buzzer untuk menyerang Anies ke hal yang lebih bermanfaat, terutama di saat-saat krisis akibat Covid-19.

Toh Rakyat dan Elit politik sudah cerdas dan mampu membaca permainan opini yang sedang digencarkan ini.

Galakkan persatuan, dan jauhi perpecahan!

Oleh Andri Laksono, Netizen

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…