Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Jutaan Umat Hadiri Apel Siaga Anti RUU HIP Dan PKI Di Berbagai Daerah, Juli 2020

Kamis, 9 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Jutaan Umat Hadiri Apel Siaga Anti PKI Di Berbagai Daerah, Juli 2020


Wacana Pelajaran Agama Islam Dan PKN Dilebur, Habib Hanif: Mau Jadi Apa Anak-Anak Bangsa Ke Depan?




Sabtu, 20 Juni 2020

Faktakini.net, Jakarta - Tak lama setelah pengumuman surat keputusan bersama (SKB) empat menteri terkait panduan belajar di masa pandemi Covid-19, dunia pendidikan kembali diramaikan dengan wacana peleburan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKN). Dokumen tentang penyederhanaan Kurikulum 2013 (K-13) yang dibahas dalam FGD struktur kurikulum SD beredar di media sosial.

Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Front Santri Indonesia (DPP FSI) Habib Muhammad Hanif Alathas, mengkritik wacana tersebut. Pasalnya, dia menilai jam pelajaran PAI di sekolah masih bisa dibilang sedikit.

“Jam pelajaran PAI di sekolah-sekolah kita sudah sangat minim. Kalau masih mau dileburkan lagi, mau jadi apa anak-anak bangsa ke depan?,” kata Habib Hanif, sapaan akrabnya kepada Indonesiainside.id, Jumat (19/6/2020).

Habib Hanif mengaku tak habis pikir dengan wacana kajian tersebut. Ia menyampaikan, Pancasila saja menjadikan Ketuhanan yang Maha Esa yang merupakan ruh dari agama sebagai sila pertama dan utama.

“Kok PAI di sekolah yang menerjemahkan nilai-nilai Ketuhanan yang Maha Esa malah dipersempit ruangnya dengan dileburkan?,” ujarnya.

Menantu Habib Rizieq Shihab ini mengingatkan bahwa tujuan agama adalah rahmatan lil ‘alamin dan untuk menyempurnakan akhlaq (li utammima makarimal akhlaq). Karenanya, dia menduga bisa saja peleburan ini ada kaitannya dengan Ketuhanan yang Berkebudayaan di mana sedang menjadi pembahasan publik dari Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

“Apa jangan-jangan wacana peleburan PAI ke dalam PKN ini ada kaitannya dengan wacana Konsep Ketuhanan yang Berkebudayaan yang lagi ramai digaungkan? La haula wala Quwwata Illa Billah,” ucapnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno membenarkan ada FGD membahas penyederhanaan K-13. Hanya saja kata Totok, paparan dalam FGD tersebut masih dalam bentuk kajian dan belum merupakan keputusan final.

“Itu hanya bahan diskusi awal di antara tim kerja kurikulum. Diskusi masih terus berlangsung sampai sekarang, dan laporan terakhir yang saya terima konstruksi kelompok mapelnya enggak seperti itu,” ujarnya seperti dilansir JPNN.

Ia menjelaskan, dari laporan terkini yang diterima, mapel pendidikan agama tetap berdiri sendiri. Begitu juga mapel budi pekerti. “Saat ini belum diputuskan perubahan kurikulumnya, kami tentu mempertimbangkan banyak hal ketika nanti memutuskan, yang pasti untuk mapel agama dan budi pekerti tetap berdiri sendiri. Jadi tidak ada peleburan Agama dan PKN,” ujarnya.

Sumber: indonesiainside.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…