Langsung ke konten utama

Featured Post

Apel Siaga Ganyang Komunis Di Lap Ahmad Yani Jaksel, LPI Siap Turunkan 3 Ribu Personil

Kamis, 2 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK NKRI) akan mengadakan aksi Apel Siaga Ganyang Komunis, secara serentak di seluruh kota di Indonesia, hari Ahad 5 Juli 2020.

Untuk pelaksanaan di Jakarta, kegiatan akan dilakukan di Lapangan Sepak bola Ahmad Yani di Kebayoran Lama Jakarta Selatan, hari Ahad (5/7/2020) mulai pukul 11.00 WIB sampai selesai.

Laskar Pembela Islam (LPI) sayap juang FPI siap andil dalam Apel Siaga Ganyang Komunis bersama Ormas-ormas lainnya. LPI akan menerjunkan tiga ribu lebih anggotanya dan melakukan pengamanan acara.

Insya Allah, Panglima LPI Ustadz Maman Suryadi ditunjuk sebagai Komandan Upacara, dan akan memimpin lebih dari 20 Ormas kemasyarakatan.

Dalam keterangan tertulis kepada Redaksi Faktakini.net, Ustadz Maman Suryadi menyatakan, "Insya Allah LPI akan menurunkan pasukannya lebih dari 3 ribu Personilnya berseragam lengkap dalam upacara kesiapan Apel Siaga Ganyang Komunis pada hari Ahad nanti."

"Insya …

Tony Rosyid: Batalkan RUU HIP, Atau Umat Kepung DPR




Rabu, 17 Juni 2020

Faktakini.net

*Batalkan RUU HIP, atau Umat Kepung DPR*

*Tony Rosyid*
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Pilihannya mudah: Stop bahas RUU HIP, semua aman. Pemerintah aman, DPR juga aman. BPIP? Itu lain soal. Bubarkan BPIP, lebih aman lagi.

Hadirnya BPIP justru seringkali menambah masalah. Lembaga ini dalam faktanya menjadi beban politik bagi Jokowi. Lahirnya dipertanyakan, kinerjanya dipersoalkan, apalagi narasi-narasinya. Kontroversial!

Ingat pernyataan ketua BPIP yang pernah buat geger Umat Islam? Ingat pula konsernya di tengah pandemi covid-19? Ini beberapa catatan yang tak terlupakan.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), organisasi terbesar di dunia ini menilai bahwa lahirnya BPIP seperti mengulang BP7 di masa Otde Baru. Menjadi alat sensor ideologi masyarakat (poin 8)

Bubarkan BPIP akan sedikit mengurangi beban politik bagi Jokowi. Hadirnya BPIP tak banyak memberi manfaat buat bangsa. Juga tak memberi legitimasi buat Jokowi. Baik legitimasi ideologis, moral maupun politik. Dari sisi ini, Jokowi sesungguhnya gak butuh BPIP. Lebih-lebih negara, gak butuh!

Kalau hanya untuk mengakomodir sejumlah pihak, Jokowi bisa buat lembaga yang lain. Lembaga yang tak bersentuhan secara sensitif dengan psikologi rakyat.

Saat ini, pemerintah dan DPR didesak oleh hampir seluruh elemen masyarakat untuk batalkan RUU PIH. Tidak hanya MUI dan Muhammadiyah yang menolak. PBNU tegas: Hentikan!. Dalam sikap dan pandangan NU poin 5 dikatakan " Sebaiknya proses legislasi RUU HIP dihentikan....". Jelas, lugas dan tegas: Hentikan!

Mengapa pemerintah melalui menkopolhukam "menunda pembahasan RUU HIP", dan tidak menghentikannya? Apakah nunggu rakyat reda, lalu dilanjutkan lagi pembahasannya? Atau takut sama PDIP,  partai terbesar yang menjadi inisiator lahirnya RUU HIP? Rakyat sedang membaca dan memantau kemana arah pemerintah ini.

Selain minta menghentikan pembahasan RUU HIP, Jokowi perlu cermat untuk mengidentifikasi ulang peran lembaga atau perseorangan yang justru menjadi beban politiknya. Selama ini, di lingkaran istana banyak diisi oleh orang-orang yang justru mendowngrade posisioning Jokowi di mata rakyat. Tampaknya membela, tapi faktanya kontra-produktif. Membuat Jokowi makin kehilangan wibawa dan kepercayaan di mata rakyat. Faktor ini tentu telah mengganggu efektivitas kinerja Jokowi sebagai presiden.

Termasuk RUU HIP, ini telah membuat Jokowi ikut terpojok. Padahal, inisiatornya adalah PDIP Saatnya Jokowi beri instruksi: hentikan! Stop pembahasan RUU HIP.

Apalagi, sejumlah partai mulai cuci tangan dan berbalik arah. Partai-partai di parlemen menghindari benturan dengan suara Umat Islam yang notabene adalah mayoritas pemilih. Mau seperti PPP? Megap-megap setelah dihukum umat. Atau mau seperti PBB? Punya legalitas, tapi minus pendukung.

Jokowi tentu sudah belajar dari peristiwa 212. Repot dan melelahkan. Saat itu isunya adalah penghinaan agama. Sekarang, isunya adalah tersingkirnya Tuhan dari Pancasila. Bisa lebih dahsyat dampaknya.

MUI, melalui maklumatnya tegas: Tolak RUU HIP tanpa kompromi. Tanpa kompromi artinya jangan dilanjutkan. Muhammadiyah dan NU tegas: hentikan. Jangan dilanjutkan. Cukup!

Tak ada negosiasi. Jika nekat dilanjutkan, MUI telah menyatakan imbauannya kepada Umat Islam untuk menjadi garda terdepan menggunakan jalur konstitusionalnya. Artinya? Geruduk DPR. Apalagi ada NU dan Muhammadiyah yang seirama dengan Maklumat MUI. Belum lagi FPI, Ansor, Pemuda Pancasila dan ormas lainnya.

Bayangkan jika MUI serukan umat Geruduk DPR. NU, Muhammadiyah dan ormas yang lain ikut. Berapa jumlah massa Umat Islam yang akan datang dan kepung DPR. Kalau ini terjadi, isu bisa liar.

Saat ini, bola ada di pemerintah. DPR sudah menyerahkan ke pemerintah. Jika pemerintah tidak menghentikan dan membatalkannya, tapi justru masih bermain-main dengan kata "tunda" maka konsolidasi umat yang mulai terbangun di hampir seluruh wilayah Indonesia bisa jadi bom waktu. Jegerrr... Meledak!

Saat meledak, partai-partai boleh jadi sudah berganti haluan politiknya. 1998, para menteri pindah haluan. Berpaling, dan tinggalkan Soeharto sendirian. Jokowi mesti belajar dari peristiwa ini.

Tidak saja parpol-parpol itu menyelamatkan diri, tapi justru bergabung dengan umat. Saat itulah sesuatu yang besar bisa terjadi di negeri ini. Tak main-main! Jangan anggap remeh.

Batalkan RUU HIP, sebelum terlambat! Jangan menundanya!

Jakarta, 17 Juni 2020

Foto: Aksi tolak RUU HIP di Solo

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…