Langsung ke konten utama

Featured Post

Padati Alun-Alun, Ribuan Warga Garut Menuntut Inisiator RUU HIP Dipidana

Senin, 6 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Beruntun, penolakan terhadap Rencana Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) kembali menggema di Kabupaten Garut Jawa Barat yang terkenal dengan kota santri nya ini.

Ribuan massa nampak hadir hari Ahad (5/7/2020) di alun-alun kota Garut depan mssjid Agung Garut dengan membawa bendera kebesarannya.

Tak kurang dari 42 Organisasi, Lembaga Swadaya maupun Organisasi Kepemudaan. Baik dari kalangan organisasi keagamaan maupun nasional yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis Negara Kesatuan Republik Indonesia (ANAK NKRI), dibalut dalam aksi Apel Siaga Garut Anti Komunis Menolak RUU HIP.

Terpantau sejumlah ormas besar seperti Pemuda Pancasila, Ormas XTC Indonesia, Front Pembela Islam (FPI), Kokam (Muhammadiyah), Forum Silaturahmi Santri Garut (FSSG), FKPPI, LSM Gibas, LSM Bergerak dan sejumlah massa santri dari berbagai pesantren di Garut.

Dalam isi surat maklumat aksi apel siaga tersebut, yang ditandatangani oleh ketua perwaki…

Tolak RUU HIP, Umat Islam Poso Lakukan Aksi Di Depan Gedung DPRD



Jum'at, 25 Juni 2020

Faktakini.net, Jakarta - Hari ini, Jum'at (26/6/2020) Massa dari sejumlah ormas yang dipimpin langsung majelis ulama kabupaten poso menggelar aksi unjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan gedung DPRD Kabupaten Poso sejak pukul 1 siang ba'da sholat jum'at.

Tuntutan massa yang utama yaitu menolak, dan mencabut Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila dan meminta agar RUU ini ditarik dari Prolegnas, yang di nilai merupakan rencana komunis untuk mengubah Pancasila, protes juga di lakukan akibat massa menilai kebangkitan Partai Komunis Indonesia sudah terang - terangan yang merupakan organisasi terlarang di Indonesia.

Massa yang tergabung dari berbagai element ormas diantaranya Al-Khaerat, NU, FPI, Muhammadiyah, Yayasan Wakaf Amanatul Ummah, SKUT, SKPI, Wahdah Islamiyah, DDI, PKS, HMI, KAMMI dan berbagai majelis taklim dan ormas islam lainnya.

Ribuan masa berkumpul di Masjid Raya Baiturrahman Poso sebelum melakukan Longmarch dari Jl.P.Kalimantan, P.Sumatera sampai di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Poso.

Di atas mobil komando terlihat para ulama dan tuan guru menyampaikan orasinya, "saudaraku hari ini kita turun bersama menyuarakan penolakan keras terhadap RUU HIP yang ingin memeras Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila yang dimana Pancasila ada karena perjuangan ulama dan ummat muslim indonesia untuk melawan para penjajah", Ungkap KH.Arifin Tuamaka S.Ag.,  Ketua MUI Poso.

Koordinator aksi Sugianto kaimudin terus memberikan komando serta menggilir para orator untuk memberikan orasinya seputar tuntutan pembatalan RUU HIP.
Peserta aksi yg melakukan  longmarch juga melakukan teatrical dengan membakar bendera PKI sebagai simbol penolakan keras oleh massa khususnya masyarakat indonesia.

Tiba di halaman kantor DPR Poso masa kemudian meneruskan yel2 bakar dan musnahkan PKI. Saat di halaman kantor DPRD Poso tersebut terlihat para tokoh di antaranya KH. Adnan Arsal, KH. Arifin Tuamaka, ust. Samsul, ust. Ibrahim, ust. Sutami M. Idris, ust. Erawanto, H. Haelani Umar  dan para delegasi lainya memasuki ruang utama DPRD Poso di pandu oleh koordinator umum ust. Sugianto kaimudin untuk menyampaikan tuntutan. 

Usai pembacaan tuntutan yg di bacakan oleh ust Sugianto kaimudin seluruh anggota DPRD Poso yg hadir dari fraksi PKS, Nasdem,Golkar, demokrat, PPP dan sekwan ikut bertanda tangan dalam lampiran surat pernyataan sikap tersebut. Bahkan dlm penyampaian pernyataan sikap tersebut fraksi PPP Ir. Baharudin Sap'i dengan tegas menolak RUU HIP. Demikian juga fraksi PKS Moh. Yusuf sangat antusias dan serta Merta menolak RUU HIP bahkan meminta lembaga DPRD Poso untuk membuat surat tersendiri atas nama lembaga untuk mengawal aspirasi yg di sampaikan oleh masyarakat Poso.
Usai penyampaian pernyataan sikap ribuan masa kemudian kembali ke masjid raya Poso untuk melaksanakan sholat Dzuhur dan selanjutnya membubarkan diri dengan aman dan tertib.

"Kita akan kawal terus perkembangan yg ada dan kita wajib waspada adanya komunis gaya baru yg tumbuh dan berkembang di negeri indonesia", tutup ust. Sugianto mengakhiri orasinya.














Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…