Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Purworejo Bagikan Sayuran Untuk Warga Desa Jatirejo Kecamatan Kaligesing

Selasa, 14 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam Kabupaten Purworejo  (DPW FPI) kembali melakukan giat bakti sosial kepada masyarakat.

Hari ini Selasa 14 Juli 2020 yang bertepatan dengan 22 Dzulqo'dah 1141 H beberapa anggota FPI Purworejo melakukan pembagian sayuran untuk warga Desa Jatirejo Kecamatan Kaligesing.

Koordinator kegiatan adalah Bapak Sarno yang didampingi Bapak Prabowo, Bapak Amat Jaliden, Bapak Mustoleh Dan Bapak Haryono dari DPC FPI Kaligesing.

Sedikitnya 50 Paket sayuran dibagikan untuk masyarakat yang merespon acara giat bakti sosial ini dengan hangat dan bersahabat.

Meski jalan yang dilalui menanjak dan curam. Alhamdulillah tidak menghalangi niat para anggota FPI untuk melayani ummat dan sampai selesai nya acara lancar tanpa hambatan.


Klik video:

Tolak RUU HIP, Pemuda Pancasila Brebes datangi Kodim 0713



Senin, 29 Juni 2020

Faktakini.net, Jakarta - Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Brebes mendatangi markas Kodim 0713/Brebes, Jumat (26/6/2020). Kedatangan PP Brebes ini untuk membicarakan pernyataan sikap terkait rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU-HIP).

Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Brebes, Wahyudin Noor Ali atau yang akrab disapa Goyud mengatakan, jajarannya mendatangi markas Kodim karena TNI merupakan bagian dari alat negara. Sedangkan Pemuda Pancasila merupakan organisasi kepemudaan sebagai pengamal dan pengaman Pancasila. Mereka menyamakan pandangan terkait RUU tersebut.

“Pernyataan sikap kami adalah bahwa Ideologi Pancasila ini merupakan dasar negara dan Pancasila itu merupakan sumber dari segala sumber hukum di NKRI. Untuk itu kami mengecam keras masuknya paham ideologi lain selain Pancasila di NKRI,” jelas Goyud.

Adanya RUU HIP menurut Goyud akan memberi peluang bagi paham komunis untuk tumbuh lagi di bumi Indonesia. Pihaknya menegaskan, di dalam RUU itu yang perlu disikapi hanya satu, yakni harusnya TAP MPR Nomor 25 Tahun 1966 menjadi konsideran. Jika tidak, maka sama saja melegalkan PKI.

“Maka kami mendesak RUU ini harus didrop, dan tidak perlu ada pembahasan lagi di DPR. Kami juga sepakat dengan PP Muhammadiyah dan PBNU bahwa Pancasila ini sudah final sebagai dasar negara,” kata Goyud.

Goyud juga menegaskan, jangan sampai ada lagi orang yang mengatasnamakan wakil rakyat yang mengerdilkan Pancasila sebagai bagian yang tidak penting untuk negara. Menurutnya, Pancasila sudah final sebagai dasar negara dan sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia.

“Kami menuntut dengan tegas pecat dan pidanakan oknum legislatif yang mengusulkan dan mendukung RUU ini. Kami menuntut dengan tegas pecat oknum pejabat tinggi negara yang kembali membangkitkan paham komunis. Kami juga meminta TNI, Polri dan Pemerintah Daerah untuk mencegah, menangkal dan menghancurkan paham komunis,” tegas Goyud.

Rombongan Pemuda Pancasila diterima langsung oleh Komandan Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf. Faisal Amri. Dia menjelaskan, kedatangan PP Brebes ini sebagai bentuk pernyataan sikap bahwa Pemuda Pancasila tidak rela ada pihak yang berusaha mengganti ideologi Pancasila yang merupakan dasar negara dan sumber dari segala hukum di Indonesia. Mereka berusaha mempertahankan marwah Pancasila.

“Sebagai alat negara, sikap TNI tetap sama dari dulu, yakni mempertahankan ideologi negara. Siapapun yang berusaha mengganti ideologi Pancasila adalah musuh kami,” kata Dandim. (*)

Sumber.panturapost.

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…