Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Poso Turut Lakukan Pencarian Bocah 9 Tahun Yang Hilang Di Sungai

Selasa, 7 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Pencarian bocah 9 tahun Hawari hingga hari ke empat masih terus berlanjut, bocah 9 tahun itu hilang di sungai yang berlokasi di jalan Pulau Irian Kelurahan Gebang Rejo, Kecamatan Poso, Kabupaten Poso.

Kepala Basarnas Palu, Basrano mengatakan kejadian pada Sabtu pagi 4 Juli 2020 sekitar pukul 09.00 Wita.

“Kami menerima informasi di hari yang sama pada pukul 15.00 wita dari Sofyan (anggota BPBD),” katanya.

Kejadian berawal saat korban bersama kakaknya dan empat temannya mandi di pinggir sungai. Korban tiba-tiba berjalan ke tengah sungai dan kemudian hilang.

Menurut kakak korban kondisi air saat itu arus sungai berputar tepat di posisi korban hilang. Sang kakak berencana melaporkan hal tersebut ke orang tuanya. Namun karena takut, ia kemudian berusaha mencari adiknya.

“Sekitar jam 12 sang kakak langsung memberi informasi ke warga sekitar, selanjutnya warga segera menyampaikan kejadian tersebut ke orang tua korban,” sambungnya.

Hingga hari Sel…

Tolak RUU HIP, FPI Dan Ormas Islam Titip Amanah Ke PKS


Sabtu, 20 Juni 2020

Faktakini.net, Jakarta - Melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sejumlah organisasi massa Islam yang tergabung dalam Majelis Ormas Islam (MOI) menitipkan amanah terkait Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Sekretaris Front Pembela Islam (FPI) Haji Munarman menilai materi RUU HIP bukan materi undang-undang tapi materinya undang-undang dasar.

“Pancasila itu terjemahannya undang-undang dasar. Di pembukaan dan badan tubuh undang-undang. Tidak bisa memasukkan RUU HIP ke dalam undang-undang. Karena wadahnya sudah salah dan isi subtansinya tidak sesuai. Kalau memasukkan RUU HIP artinya mengulang perdebatan masalah baru,” kata Ustadz Munarman saat berkunjung di DPP PKS Jakarta Selatan, Rabu (17/6/2020).

Karena masalah ini sudah diselesaikan oleh founding father, kata dia, baik secara substansi maupun formatnya diterjemahkan di dalam konstitusi maka sama sekali tidak diperlukan kembali pembahasan.

“Nah kami titip kepada PKS supaya suara kami diperkuat dan ada momentum. Kita menggunakan argumentasi baru bahwa ini tidak bisa lagi diajukan, ini bukan ranah undang-undang tapi sudah selesai di tingkat undang-undang dasar,” ujar Ustadz Munarman.

Sementara Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia atau DDII melalui Wakil Ketua Umum Abdul Wahid Alwi mengungkapkan syukur masih ada fraksi partai yang berpihak kepada masyarakat.

“Bagi kami di Dewan Dakwah secara khusus kami menitipkan kepada Pak Hidayat Nur Wahid. Dan satu-satunya partai fraksi yang menolak, di antara 9 fraksi, ada yang menolak dan mewakili bangsa Indonesia sebanyak 250 juta adalah fraksi PKS. Saya bersyukur kepada Allah SWT. Satu ini (PKS.red) menjadi sebab dikasihani oleh Allah SWT,” ungkap dia.

MOI ditemui oleh Ketua Majelis Syura PKS Habib Salim Segaf Aljufrie, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Bendahara Umum Mahfudz Abdurrahman, Ketua Bidang Polhukam DPP PKS Almuzzammil Yusuf dan anggota DPR Bukhori Yusuf.

Sumber: suaraislam.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…