Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Inilah Proses Panjang Hagia Sofia Di Turki Kembali Menjadi Masjid, Masya Allah..

Sabtu, 11 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Proses Panjang Hagia Sofia Di Turki Kembali Menjadi Masjid

Klik video:

Terkait RUU HIP, Ternyata Hilangnya Pancasila Bukan Oleh FPI Atau HTI



Rabu, 17 Juni 2020

Faktakini.net

_*Hilangnya Pancasila .. , Bukan Oleh FPI atau HTI*_ ‼️‼️

Oleh: Slamet Hasan

Di tengah pandemi Covid-19, disaat kita semua harus work from home, harus menjaga jarak dan mengurangi kapasitas isi kantor. Mestinya, demikian pula isi gedung parlemen...... ‼️ 
                                     _Ternyata ada yang sedang bergerilya di gedung parlemen_ .. *Mendorong RUU HIP sebagai RUU prioritas yang akan dibahas dalam prolegnas* ..

Ada apa dengan RUU HIP?
Saya akan menyoroti beberapa klausul dalam draft RUU HIP tersebut. Sebutlah pasal 7, ini adalah pasal krusial.
Pasal 7 menyebutkan sebagai berikut:

(1) Ciri pokok Pancasila adalah keadilan dan kesejahteraan sosial dengan semangat kekeluargaan yang merupakan perpaduan prinsip ketuhanan, kemanusiaan, kesatuan, kerakyatan/demokrasi politik dan ekonomi dalam satu kesatuan.

(2) Ciri Pokok Pancasila berupa trisila, yaitu: sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, serta ketuhanan yang berkebudayaan.

(3) Trisila sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terkristalisasi dalam ekasila, yaitu gotong-royong.
Catatan saya terhadap bunyi pasal tersebut adalah sebagai berikut:

[1] Ayat (1) adalah permainan kata-kata yang menekankan pada nilai pokok Pancasila adalah "keadilan dan kesejahteraan sosial dengan semangat kekeluargaan yang merupakan perpaduan prinsip ketuhanan, kemanusiaan, kesatuan, kerakyatan/demokrasi politik dan ekonomi dalam satu kesatuan."

Isu keadilan dan kesejahteraan sosial adalah isu seksi yang menjadi kegandrungan kita semua.

Toh pasal itu sudah menjadi salah satu pasal dari 5 sila dalam Pancasila (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia). Kenapa salah satu pasal dalam Pancasila dianggap sebagai ide/nilai pokok? Bukankah semua sila adalah prinsip, nilai pokok?

Patut diduga ide dasar dalam ayat ini yang menekankan bahwa nilai keadilan dan kesejahteraan sosial adalah ide yang biasanya menjadi jualan ajaran sosialisme, sama rata sama rasa. Ayat ini mengedepankan isu-isu keadilan dan kesejahteraan sosial, sementara menurutnya sila 1, 2, 3, dan 4 adalah sebatas semangat untuk mencapai keadilan dan kesejahteraan sosial. Padahal ke-5 sila dalam Pancasila adalah satu kesatuan dengan tanpa mengunggulkan satu sila dari sila yang lain.

[2] Ayat (2) adalah upaya penggiringan opini bahwa inti dari ke-5 sila dalam Pancasila adalah TRISILA, yakni sosio nasionalisme, sosio demokrasi dan ketuhanan yang berkebudayaan.
Perlu dicatat, apa yang dimaksud dengan "ketuhanan yang berkebudayaan" pun tidak jelas, absurd.

Sementara Soekarno sendiri dalam sidang PBB yang videonya dapat ditemukan di mana-mana, jelas menyatakan bahwa Pancasila itu adalah 5 prinsip,
a. Religion,
b. Humanity,
c. Nasionalisme,
d. Democracy,
e. Social justice. Bukan 3 prinsip.

[3] Ayat (3) lebih parah lagi, yakni dari 5 sila dari Pancasila, diperas menjadi trisila, dan diperas lagi menjadi ekasila, yakni "gotong royong".

Memang istilah Trisila dan Ekasila adalah istilah yang dulu dikemukakan oleh Sukarno.

Sukarno mengemukakan soal Trisila dan Ekasila di depan Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Transkrip pidato itu bisa diunduh di situs Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Namun bukankah Pencasila saat ini sudah final, sudah menjadi konsensus nasional. Tidak perlu diulang perdebatan yang terjadi dalam proses lahirnya Pancasila. Sebagaimana kita juga tidak perlu mengangkat kembali isu 7 kata yang dihilangkan dalam sila pertama.

Ayat (2) dan ayat (3) patut dicurigai sebagai upaya untuk mereduksi 5 nilai sakral dalam Pancasila. Jika dari lima sila di peras menjadi 3 sila, dan kemudian diperas lagi menjadi satu sila. Lantas bagaimana hal ini bisa dianggap menguatkan ideologi Pancasila?

Dengan mereduksi 5 nilai sakral Pancasila menjadi 3 atau 1, maka saya khawatir akan hilanglah "PANCASILA".
Dan yang menghilangkan Pancasila bukan FPI atau HTI. ***

http://www.portal-islam.id/2020/06/hilangnya-pancasila-bukan-oleh-fpi-atau.html ‼️

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…