Langsung ke konten utama

Featured Post

Hagia Sophia Telah Dibeli Oleh Sultan Al Fatih Lalu Dijadikan Masjid, Ini Buktinya

Senin, 13 Juli 2020

Faktakini.net

HAGIA SOPHIA DIBELI SULTAN ALFATIH

Saya mendapatkan komen ini di komen status FB Dr. Craig Considine, saya sudah terjemahkan :

Umat ​​Kristen menjual monumen hagia sophia kepada Sultan Muhammad II Al Fatih setelah penaklukan Konstantinopel. Sultan membelinya dengan uang pribadinya sehingga menjadikannya milik pribadi Sultan. Sultan kemudian mengubah hagia sophia menjadi masjid. Hagia sophia bahkan bukan milik pemerintah Turki, oleh karena itu mengubahnya menjadi museum adalah sepenuhnya tindakan ilegal. Karena Hagia Sophia diwakafkan sebagai masjid oleh Sultan Muhammad Al Fatih.

Orang-orang Kristen tidak memiliki klaim atas monumen yang telah mereka jual kepada sultan dan mereka telah menerima uangnya. Hagia sophia tidak diambil dengan cara paksa saat itu.

Menteri Luar Negeri Turki, Maulud Daud Ughlu memperlihatkan dokumen penting yang menunjukkan bahwa Sultan Muhammad Al-Fatih membeli Gereja Ortodoks Bizantium dengan harta yang dimilikinya kemudian …

Tegas! GNPF Ulama Bogor: RUU HIP Seharusnya Dibatalkan, Bukan Ditunda



Sabtu, 20 Juni 2020

Faktakini.net, Jakarta -
Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Bogor menyatakan dukungannya atas maklumat Majalis Ulama Indonesia (MUI) bersama MUI seluruh Indonesia yang meminta penghentian pembahasan Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Ketua GNPF Bogor Ustaz Iyus Khaerunnas mengatakan, seharusnya pemerintah membatalkan RUU HIP bukan menundanya.

“Selain tidak ada urgensinya, RUU HIP jika ditunda dan kemudian dilanjutkan bisa menimbulkan polemik kembali. Apalagi jika isinya mengotak atik Pancasila serta membuka peluang bangkitnya komunis di Indonesia,” kata Iyus melalui pernyataannya kepada Suara Islam Online, Kamis (18/6/2020).

Sesuai arahan pemerintah, kata Iyus, masalah RUU HIP ini harus mempertimbangkan aspirasi masyarakat. Sementara aspirasi masyarakat banyak yang menolak RUU HIP dan meminta untuk dibatalkan.

Sejak RUU HIP menjadi polemik, berbagai kelompok masyarakat seperti Purnawirawan TNI/Polri, para pakar juga ormas-ormas keagamaan seperti MUI, Muhammadiyah, NU dan lainnya, sudah menyampaikan sikap yang intinya agar RUU itu dihentikan pembahasannya karena permasalahan-permasalahan mendasar yang ada dalam RUU.

“Atas dasar itulah mestinya pemerintah dan DPR menghentikan saja pembahasan RUU HIP,” jelas Iyus.


GNPF Ulama Bogor sendiri, lanjut Iyus, siap mengawal keputusan para ulama untuk menjaga NKRI dari berbagai upaya yang akan merusaknya. “Kami akan terus mendukung serta mengawal keputusan para ulama dan berjuang sesuai arahan ulama dengan cara yang konstitusional,” tuturnya.

“Dan MUI telah bersikap akan menolak RUU HIP dengan segala upaya. MUI juga memutuskan, jika cara-cara persuasi tidak membuahkan hasil, maka memiliki opsi al masiroh kubro (demo besar). Kita pun siap bersinergi dengan berbagai elemen bangsa lainnya untuk ikut demo besar-besaran jika memang opsi tersebut diambil,” tandas Iyus.

Seperti diketahui, DPR RI akhirnya mengikuti keputusan pemerintah menunda pembahasan RUU HIP.

Foto: Ustadz Iyus Khaerunnas

Sumber: suaraislam.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…