Langsung ke konten utama

Featured Post

Hagia Sophia Telah Dibeli Oleh Sultan Al Fatih Lalu Dijadikan Masjid, Ini Buktinya

Senin, 13 Juli 2020

Faktakini.net

HAGIA SOPHIA DIBELI SULTAN ALFATIH

Saya mendapatkan komen ini di komen status FB Dr. Craig Considine, saya sudah terjemahkan :

Umat ​​Kristen menjual monumen hagia sophia kepada Sultan Muhammad II Al Fatih setelah penaklukan Konstantinopel. Sultan membelinya dengan uang pribadinya sehingga menjadikannya milik pribadi Sultan. Sultan kemudian mengubah hagia sophia menjadi masjid. Hagia sophia bahkan bukan milik pemerintah Turki, oleh karena itu mengubahnya menjadi museum adalah sepenuhnya tindakan ilegal. Karena Hagia Sophia diwakafkan sebagai masjid oleh Sultan Muhammad Al Fatih.

Orang-orang Kristen tidak memiliki klaim atas monumen yang telah mereka jual kepada sultan dan mereka telah menerima uangnya. Hagia sophia tidak diambil dengan cara paksa saat itu.

Menteri Luar Negeri Turki, Maulud Daud Ughlu memperlihatkan dokumen penting yang menunjukkan bahwa Sultan Muhammad Al-Fatih membeli Gereja Ortodoks Bizantium dengan harta yang dimilikinya kemudian …

Sadis! Tentara Cina Mutilasi Jenazah Tentara India Korban Bentrok Di Himalaya



Senin, 22 Juni 2020

Faktakini.net, Jakarta - Pertumpahan darah terjadi di perbatasan Himalaya usai 20 tentara India tewas di tangan militer China pada Senin (15/6/2020). Ketegangan dikabarkan masih terasa hingga kini, terutama di Lembah Galwan, Ladakh.

Diberitakan India Today, Kamis (18/6), para tentara India yang berjaga di sepanjang garis perbatasan dikabarkan sangat marah. Hal itu menyusul sejumlah jenazah dari 20 tentara India yang terbunuh diketahui dimutilasi.

Dalam bentrokan itu dilaporkan kedua belah pihak tak menggunakan senjata api. Tentara China diklaim menggunakan batu dan tongkat kayu yang ujungnya dipasangi paku untuk menyerang pasukan India.

Kolonel Santosh Babu yang memimpin Resimen 16 Bihar tewas setelah dilempar batu dan dipukuli menggunakan kayu berpaku. Senjata itu juga digunakan pasukan China dalam gesekan yang terjadi di Ladakh pada 18-19 Mei lalu.

Seluruh tentara India yang tewas itu telah dipulangkan ke kampung halaman masing-masing pada Rabu (17/6).

Ditutupi dengan bendera India, empat peti jenazah dikirim ke Punjab, dua ke Odisha, Jharkhand, dan Bengal Barat, dan masing-masing satu peti jenazah diterbangkan ke Chhattisgarh, Himachal Pradesh, Madhya Pradesh, Tamil Nadu, dan Telangana.

Saat ini, kedua belah pihak tengah berusaha mendinginkan situasi dengan terus memantau kondisi para tentara, terutama di Pangong Tso, sebagai wilayah terjadinya gesekan dalam beberapa pekan terakhir.

Militer India telah berunding dengan China untuk mencari jalan keluar pada Rabu (17/6), tetapi belum menemui titik temu. Keduanya melanjutkan pembicaraan pada Kamis (18/6) pagi, tetapi belum diketahui hasilnya.

Agenda pembicaraan kedua pimpinan militer itu akan fokus kepada gencatan senjata dan pencegahan terjadinya bentrokan lanjutan di antara pasukan.

Foto: Pemakaman tentara india
Tentara India membawa peti mati Kolonel B. Santosh Babu, yang terbunuh dalam bentrokan perbatasan dengan pasukan China di India, (18/6). Foto: Idrees Mohammed/REUTERS

Sumber: kumparan.com

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…