Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Inilah Proses Panjang Hagia Sofia Di Turki Kembali Menjadi Masjid, Masya Allah..

Sabtu, 11 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Proses Panjang Hagia Sofia Di Turki Kembali Menjadi Masjid

Klik video:

Pemerintah Mengaku Tidak Terlibat RUU HIP, Ini Tanggapan Damai Hari Lubis



Sabtu, 20 Juni 2020

Faktakini.net

BISA JADI JOKOWI KORBAN, KARENA DIKECOH OLEH PARA POLITISI ? SEHINGGA DIRINYA TIDAK TAHU MENAHU SEBELUMNYA TENTANG RUU. HIP .                                                 

Damai Hari Lubis, SH., MH. ( Mujahid 212 )               
                                                                                                         *Menanggapi ref. Pemberitaan Media online terkait statemen Jokowi : Pemerintah tidak terlibat , tidak mengetahui sama sekali terkait RUU. HIP "* Bisa jadi Jokowi tidak tahu sama sekali . Krn sbg presiden bisa jadi dia sudah ( minta ) ter - dicover untuk urusan dan yang berhub dgn legislasi, khususnya pada semua objek ketata negaraan dan atau pekerjaan yang memiliki nilai atau bermaterikan narasi2 hukum dan atau per undang2an ( RUU. ) yg dibutuhkan. Selanjutnya Oleh sebab dirinya selaku kader partai PDIP, partai pengusung dirinya sbg presiden RI dan juga fakta selaku partai terbesar kursi- nya di legislatif dan nyata sdh berkoalisi dgn partai2 besar lainnya.

*' istilah Omong, maka wajar Jokowi selaku Presiden untuk cukup percayakan saja kepada ahli pada bidangnya ? '* Hingga dirinya atau diripu atau tertipu *( alasan Jokowi tidak tahu menahu terkait materi UU. HIP ? )*                                                                                                                                                                       

Padahal menurut fiksi hukum ; Petani dan buruh kasar walau tak tamat sekolah dasar sekalipun, sudah mesti dianggap tahu adanya sebuah UU. Serta dianggap tahu didalamnya ada termaktub pasal ancaman hukuman Kembali hal terkait HIP. Ada TAP .MPR RI. NO. XXV Tahun 1966 dan ada UU. NO. 27 Tahun 1999 berikut ancaman hukumannya sampai dengan 20 tahun. Oleh karena asas fiksi hukum yang berlaku di negara Indonesia ( Presumptio iures de iure ) tsb. 

Logikanya maka bila dikaitkan dengan seorang Kepala Pemerintahan Republik ini juga para menteri kabinet ? Maka semestinya secara mekanisme hukum yang berlaku semestinya diimpeach segera, berikut seluruh anggota kabinetnya dan para anggt dewanpun mesti dikenakan sanksi atau hukuman, termasuk partai2 secara kelembagaan yang secara yuridis formil merupakan subjek hukum yang terbebani. Secara pertg jwban moral atau fisik tentu adalah subjek hukum atau manusianya. yakni anggt2nya serta termasuk pengurusnya bila terbukti mesti dikenakan ( sanksi pidana ) berikut sampai dengan sanksi pembubaran partai - partai / badan atau lembaga yang menaungi mereka. Sebaliknya bila bnr2 dan sungguh fakta hukum mereka clean tdk terlibat ( justru mereka sbg subjek hukum korban ).

Maka kembali pada logika hukum pada jabatan serta tg jwb selaku Presiden. Apa Jokowi mau bertindak sesuai rule of law ? Bila benar mereka bersalah sesuai due proces of law , mampukah dirinya selaku presiden memerintahkan agar Kapolri tangkap Megawati serta tangkap semua anggt dewan yg terlibat. Serta menangkap Ketua Umum Partai yang ada dalam kabinetnya . Mau , sanggup? ? ?bertindak secara equality, hingga tentu ketegasan tsb. Adalah termasuk tangkap PS . Yg juga selaku pimpinan partai.                                 

Untuk PS. Sendiri bisa jadi diapun korban juga. Maka bila benar termasuk korban , sudah waktunya dirinya PS. demi negara dan yang punya kewajiban ( selaku menteri pertahanan ) setia menjaga Pancasila. Maka ini saatnya PS. buktikan bahwa dirinya dan anggota partainya tdk terlibat !!!??? Mesti urun rembug, turun langsung, jgn diam sama sekali. Karena nyata ada U.U. larangan terkait penyebaran komunisme pada materi RUU HIP. Dan asas hukum yang berlaku di negara Ini tentang fiksi hukum berikut resiko hukumnya.         
                                                                                                                                                                         Jakarta, 20 Juni 2020

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…