Langsung ke konten utama

Featured Post

Ikrar Anti RUU HIP Di Cirebon, Sikap Pengecut Ditunjukkan Para Pembenci Islam (Anti Khilafah)

Sabtu, 11 Juli 2020

Faktakini.net

SIKAP PENGECUT
KEMBALI DIPERTONTONKAN
OLEH PARA PEMBENCI KHILAFAH

Insiden Ikrar DPRD dan Forum Cirebon Bersatu menyisakan pertanyaan dan dugaan.

Seperti dalam video yang beredar luas, Ibu Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati, A. Ma membacakan ikrar yang di bagian akhirnya berbunyi

"Demi ALLAH, kami bersumpah akan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengaruh paham Komunisme dan Khilafah"

Nampak umat Islam yang ikut hadir protes dan menyatakan batal ikrar tersebut. Dan Ibu Ketua DPRD Kota Cirebon juga kelihatannya kaget melihat redaksi ikrar tersebut.

Akhirnya ikrar diulang dengan mencoret kata Khilafah dan redaksinya berubah menjadi

"Demi ALLAH, kami bersumpah akan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengaruh paham komunisme, liberalisme, leninisme dan sekularisme"

Berdasarkan info yang masuk ke saya, bahwa Forum Umat Islam Cirebon awalnya disampaikan draft ikrar yang bunyinya seperti yang terakhir (tanpa …

Pancasila Mau Diubah, Wasekjen MUI: BIN, BPIP, dan Polri Diam Seribu Bahasa



Rabu, 24 Juni 2020

Faktakini.net, Jakarta - Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustaz Tengku Zulkarnain merasa prihatin atas peristiwan yang terakhir ini terjadi. Saat para ulama, tokoh dan pimpinan ormas Islam menolak dengan tegas upaya penggantian Pancasila, justru lembaga-lembaga negara diam saja.

Apalagi, setelah MUI Pusat bersama pimpinan MUI seluruh Indonesia menyatakan sikap penolakan atas RUU HIP, gelombang bully dan fitnah justru diarahkan ke pimpinan MUI.

“Anehnya gelombang bully justru mendadak diarahkan kepada semua pihak yang dianggap berpengaruh dalam gerakan penolakan itu. Sungguh sangat mengherankan sekali. Siapa mereka para pembully tokoh yang tidak ingin Pancasila diubah jadi Ekasila alias Gotong Royong itu? Siapa Kakak Pembinanya? PKI komuniskah mereka? Atau bayaran…?,” tanya Ustaz Tengku melalui akun instagramnya, Selasa 23 Juni 2020.

Lebih aneh lagi, lanjut Ustaz Tengku, lembaga-lembaga negara yang terkait justru malah diam saja.

“Menjadi misterius ketika BIN, BPIP, dan Polri diam seribu bahasa. Apa mereka tidak punya rasa kebangsaan? Rasanya mustahil. Atau mereka ditekan tangan kekuasaan yang tidak kelihatan? Wallahu a’lam,” kata Ustaz Tengku.

Sebelumnya, Ustaz Tengku menyebut bahwa umat Islam Indonesia akan tenang jika DPR menghentikan pembahasan RUU HIP. Pasalnya, pemerintah setelah didesak oleh MUI, NU, Muhammadiyah, Matla’ul Anwar dan ormas-ormas Islam lainnya, memutuskan untuk menunda pembahasan RUU HIP.

Namun, kata Ustaz Tengku, perlu diusut siapa di belakang semua gerakan mengubah Pancasila itu. Siapa oknumnya dan apa partainya.

Menurut Ustaz Tengku, BIN dan Polri tidak boleh tinggal diam, adem ayem saja. Sebab hal ini merupakan masalah serius yang melanggar TAP MPRS dan TAP MPR.

“Mengubah falsafah negara NKRI adalah sebuah tindakan makar. Bukankah Ketua Umum PDIP pernah berseru, ‘Keluar dari Indonesia siapa yang ingin mengubah Pancasila…!’,” kata dia.

Namun, anehnya, sekali lagi, saat ini gelombang fitnah justru sedang diarahkan kepada para petinggi MUI. “Sialnya, gelombang fitnah mulai kepada para petinggi MUI. Aneh, bukan…?”, pungkasnya.

Foto: KH Tengku Zulkarnain

Sumber: suaraislam.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…