Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Jutaan Umat Hadiri Apel Siaga Anti RUU HIP Dan PKI Di Berbagai Daerah, Juli 2020

Kamis, 9 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Jutaan Umat Hadiri Apel Siaga Anti PKI Di Berbagai Daerah, Juli 2020


Pancasila Mau Dirubah Jadi Trisila / Ekasila, FPI - PKS Dan Umat Islam Terdepan Menentang



Selasa, 23 Juni 2020

Faktakini.net, Jakarta - Sejak jaman PKI, para antek PKI kerap melontarkan jargon "Saya Pancasila, kamu anti Pancasila", "Kami pembela Pancasila, kamu kearab-araban", "Kamu agama Arab", "Kamu Kadal Gurun Pasir (Kadrun)",
dan sejenisnya.

Tapi ternyata, saat ada upaya untuk merubah atau memeras Pancasila menjadi Trisila bahkan Ekasila, yang datang untuk membela dan mempertahankan Pancasila adalah FPI, PKS, Ormas Islam dan umat Islam serta elemen masyarakat anti PKI lainnya.

Terbukti ternyata FPI, PKS dan Ormas Islam lah pembela Pancasila yang sesungguhnya, masya Allah...

Saat belum ramai yang bersuara tentang RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP), dengan lantang pada hari Jum'at (15/6/2020) Sekretaris Umum DPP FPI Haji Munarman menegaskan penolakan FPI terhadap RUU HIP.

FPI pun mengajak semua pihak menolak RUU HIP karena tidak mencantumkan TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Larangan Ajaran Komunisme atau Marxisme-Leninisme.

Haji Munarman mengatakan RUU HIP tersebut tidak bisa diterima oleh bangsa Indonesia yang religius dan menjunjung tinggi asas ketuhanan yang Maha Esa.

"Saya serukan seluruh bangsa Indonesia yang masih memiliki jiwa patriotik untuk menolak RUU HIP yang berbau komunisme dan atau sosio-marxisme ini," kata Ustadz Munarman, Jumat (15/5/2020).

Fraksi PKS juga menyatakan penolakan terhadap keputusan DPR RI yang menyetujui RUU HIP sebagai inisiatif DPR dalam Rapat Paripurna, Selasa (12/5/2020) dan PKS menolak untuk menandatanganinya.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan pihaknya menolak jika TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Larangan Ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme tidak dimasukan dalam RUU HIP.

RUU HIP sendiri ini merupakan bagian dari program legislasi nasional (prolegnas) 2020-2024.

Dan untuk terus memperjuangkan pembatalan RUU HIP, FPI dan sejumlah ormas yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK NKRI) bakal menggelar demonstrasi di depan gedung DPR/MPR RI pada hari Rabu (24/6) besok.

Dalam hal ini, sejumlah ormas tersebut bakal mendesak pemerintah dan DPR RI untuk mencabut pembahasan soal Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang dinilai sarat dan berbau komunisme.

"Pada hari Rabu siang, dalam rangka menyampaikan aspirasi kami untuk menolak, memberhentikan, membatalkan RUU HIP," kata Ketua Umum FPI KH Ahmad Shobri Lubis dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/6).

"Dan mencabut, dikeluarkan dari prolegnas itu tujuan utama kami," tambah dia.

Ormas yang tergabung dalam kelompok tersebut beberapa diantaranya merupakan pimpinan ormas Islam di Indonesia. Misalnya, tergabung dalam kelompok itu Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, dan Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Meski demikian, Kyai Shobri masih enggan untuk merincikan jumlah massa yang akan dihadirkan dalam unjuk rasa tersebut. Hanya saja, dia mengatakan bahwa demonstrasi tersebut akan digelar secara besar-besaran di ibu kota negara.

"Menyatakan bahwa delapan poin ini yang akan kami perjuangkan ke DPR pada hari Rabu," kata dia.

Sumber: Dari berbagai sumber

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…