Langsung ke konten utama

Featured Post

17 Tahun Buron, Pembobol BNI Rp 1,7 T Maria Pauline Diekstradisi dari Serbia

Kamis, 9 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Berakhir sudah pelarian selama 17 tahun buronan pembobolan Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun, Maria Pauline Lumowa. Maria diekstradisi dari Serbia pada Rabu (8/7/2020) waktu setempat.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, memimpin langsung ekstradisi tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Serbia sejak Sabtu (4/7).

"Dengan gembira saya menyampaikan bahwa kami telah secara resmi menyelesaikan proses handing over atau penyerahan buronan atas nama Maria Pauline Lumowa dari pemerintah Serbia," kata Yasonna dalam keterangannya. 

"Keberhasilan menuntaskan proses ekstradisi ini tak lepas dari diplomasi hukum dan hubungan baik kedua negara. Selain itu, proses ekstradisi ini juga menjadi buah manis komitmen pemerintah dalam upaya penegakan hukum yang berjalan panjang," lanjutnya.

Menurut Yasonna, sempat ada 'gangguan' dalam proses ekstradisi Maria yang memegang kewarganegaraan Belanda. Namun pemerintah Serbia tegas pada …

Menuntut Pencabutan RUU HIP, Ribuan Umat Islam Riau Geruduk DPRD Riau


Ahad, 28 Juni 2020

Faktakini.net, Jakarta - Ribuan umat Islam Riau yang tergabung kedalam beberapa organisasi masyarakat (ormas) mendatangi DPRD Riau, Jumat (26/6/2020). Selain organisasi masyarakat, beberapa tokoh sentral Bumi Lancang Kuning juga terlihat hadir, salah satunya Dr Chaidir.

Massa sebelumnya sempat berkumpul di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau. Ribuan massa ini kemudian melakukan aksi long march, dan terlihat mereka juga membawa spanduk yang bertuliskan tolak RUU HIP.

Sesampainya di DPRD Riau, massa langsung dipersilahkan masuk dan disambut oleh Wakil Ketua DPRD Riau Asri Auzar, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Riau Agung Nugroho, Anggota DPRD Riau dari Fraksi PAN Ade Hartati, Anggota DPRD Riau dari Fraksi PKS Arnita Sari.

Orator Aksi sempat meneriakkan penolakan terhadap RUU HIP dengan disertai sambutan takbir dari massa aksi. Selain itu, orator juga mengingatkan peserta aksi untuk menjaga jarak dan tidak terpancing bila ada penyusup yang membuat kekacauan.

Dalam orasinya, kordinator aksi massa, Ustad Yana Mulyana, mengungkapkan rasa terkejutnya dengan munculnya RUU tersebut. Ia pun memberikan sorotan atas absennya TAP MPRS No XXV/MPRS/1966 dalam RUU yang digawangi Partai PDI Perjuangan.

"Begitu rapinya mereka bekerja di tengah pandemi COVID-19 ini. Patut kita bersyukur kepada majelis ulama Indonesia (MUI) yang mengendus rencana jahat ini. Kita akan menolak rancangan undang-undang itu," tekannya.

Adapun TAP MPRS No XXV/MPRS/1966 memuat ketentuan pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) dan PKI sebagai organisasi terlarang, termasuk larangan menyebarkan paham komunisme, Marxisme, dan Leninisme.

Yana menyerukan agar RUU tersebut tidak diproses lebih lanjut, supaya Pancasila sebagai ideologi negara terlindungi.

"Kita takut Corona tapi lebih takut negeri kita dikuasai antek-antek komunis," tukasnya.

Unjuk rasa kali ini juga mendapat dukungan dari Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR). Hal itu ditandai dengan hadirnya Ketua FKPMR, Chaidir, di tengah kerumunan masa pendemo. Chaidir sendiri sebelumnya menyatakan FKPMR menolak RUU HIP, lantaran RUU tersebut dianggap menganggu tatanan hidup masyarakat Riau.

"Kebijakan maupun politik hukum yang bertentangan dengan Islam dan ajaran Islam merupakan ancaman terhadap eksistensi Melayu," imbuhnya.

Menanggapi pernyataan massa ini, Wakil Ketua DPRD Riau Asri Auzar menyampaikan, barang siapapun yang merubah Pancasila berarti melawan hukum. Karena itu, tuntutan aksi ini akan disampaikan ke DPR RI.

"Barang siapa yang merubah Pancasila, berarti melawan hukum, kalau melawan hukum tentunya harus diproses hukum. Dan pernyataan sikap dari bapak-bapak kami terima dan saya berjanji, hari Senin besok akan mengantar langsung pernyataan sikap ini ke DPR RI," ujar Asri Auzar usai menerima salinan pernyataan sikap dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Riau Tolak RUU HIP.

Berikut empat poin penyataan sikap Aliansi Rakyat Riau:

1. Rakyat Riau menolak keras, rancangan RUU HIP.
2. Mendesak Pemerintah dan DPR RI untuk segera menghentikan pembahasan RUU HIP tersebut.
3. Mendesak Pemerintah dan DPR RI untuk mencoret dan menghapus RUU HIP dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas).
4. Menolak segala wujud, bentuk dan gerakan bangkitnya kembali PKI, Komunis dan Marxis di bumi Indonesia.

Sumber: riau.com, gatra.com, halloriau.com


Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…