Langsung ke konten utama

Featured Post

Hagia Sophia Telah Dibeli Oleh Sultan Al Fatih Lalu Dijadikan Masjid, Ini Buktinya

Senin, 13 Juli 2020

Faktakini.net

HAGIA SOPHIA DIBELI SULTAN ALFATIH

Saya mendapatkan komen ini di komen status FB Dr. Craig Considine, saya sudah terjemahkan :

Umat ​​Kristen menjual monumen hagia sophia kepada Sultan Muhammad II Al Fatih setelah penaklukan Konstantinopel. Sultan membelinya dengan uang pribadinya sehingga menjadikannya milik pribadi Sultan. Sultan kemudian mengubah hagia sophia menjadi masjid. Hagia sophia bahkan bukan milik pemerintah Turki, oleh karena itu mengubahnya menjadi museum adalah sepenuhnya tindakan ilegal. Karena Hagia Sophia diwakafkan sebagai masjid oleh Sultan Muhammad Al Fatih.

Orang-orang Kristen tidak memiliki klaim atas monumen yang telah mereka jual kepada sultan dan mereka telah menerima uangnya. Hagia sophia tidak diambil dengan cara paksa saat itu.

Menteri Luar Negeri Turki, Maulud Daud Ughlu memperlihatkan dokumen penting yang menunjukkan bahwa Sultan Muhammad Al-Fatih membeli Gereja Ortodoks Bizantium dengan harta yang dimilikinya kemudian …

Massa Aksi Tolak RUU HIP Sholat Ashar Di Depan Gedung DPR, Masya Allah



Rabu, 24 Juni 2020

Faktakini.net, Jakarta - Hari ini, Rabu (24/6/2020) lebih dari 100 ribu massa hadir di di depan area Gedung MPR / DPR, Jakarta Pusat untuk mengikuti aksi menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Banyaknya massa yang hadir ini membuktikan rakyat Indonesia sangat anti PKI dan menolak kebangkitan komunisme, yang jejak-jejaknya nampak nyata terendus dalam draft RUU HIP, karena itulah mereka melakukan aksi hari ini untuk menuntut pencabutan RUU HIP, walaupun di tengah wabah Pandemi virus Covid-19 alias Corona yang berasal dari Wuhan, Cina.

Aksi ini dihadiri oleh para Ulama, Habaib dan Tokoh seperti KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'i, KH Shobri Lubis, KH Slamet Maarif, Ustadz Yusuf Martak, Habib Hanif Alatas dan lainnya.

Sejak pagi para peserta aksi sudah mengalir berdatangan menuju Gedung DPR dan nampak mereka mematuhi protokol kesehatan di masa PSBB Transisi wabah virus Covid-19 alias Corona Cina ini, dengan mengenakan masker dan tidak berkerumun.

Namun karena saking banyaknya massa yang hadir maka kerumunan di beberapa titik memang tak dapat dihindari, tetapi mereka tetap memakai masker dan selalu mencuci tangan dengan sabun di tempat-tempat yang telah disediakan.

Di sela-sela aksi, saat adzan Ashar menggema, ribuan massa yang hadir langsung menunaikan Sholat Ashar berjamaah di depan Gedung MPR / DPR, masya Allah...

Memang di beberapa titik shaff Sholat nampak tidak terlalu renggang, namun hal ini tidak dapat dihindari karena tingginya ghirah umat Islam Indonesia yang tak rela melihat kebangkitan PKI di Indonesia, sehingga mereka ramai-ramai menghadiri aksi Tolak RUU HIP hari ini.

Foto: Massa Aksi Tolak RUU HIP di depan Gedung MPR / DPR Sholat Ashar berjamaah, Rabu (24/6/2020)

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…