Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Purworejo Bagikan Sayuran Untuk Warga Desa Jatirejo Kecamatan Kaligesing

Selasa, 14 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam Kabupaten Purworejo  (DPW FPI) kembali melakukan giat bakti sosial kepada masyarakat.

Hari ini Selasa 14 Juli 2020 yang bertepatan dengan 22 Dzulqo'dah 1141 H beberapa anggota FPI Purworejo melakukan pembagian sayuran untuk warga Desa Jatirejo Kecamatan Kaligesing.

Koordinator kegiatan adalah Bapak Sarno yang didampingi Bapak Prabowo, Bapak Amat Jaliden, Bapak Mustoleh Dan Bapak Haryono dari DPC FPI Kaligesing.

Sedikitnya 50 Paket sayuran dibagikan untuk masyarakat yang merespon acara giat bakti sosial ini dengan hangat dan bersahabat.

Meski jalan yang dilalui menanjak dan curam. Alhamdulillah tidak menghalangi niat para anggota FPI untuk melayani ummat dan sampai selesai nya acara lancar tanpa hambatan.


Klik video:

Mak Jleb! Dhani Tagih Janji Yaqut Dan Ara untuk Gebuk Kelompok Pengganti Pancasila



Selasa, 23 Juni 2020

Faktakini.net, Jakarta - Politisi sekaligus musisi Ahmad Dhani Prasetyo menangih janji Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas dan politisi PDIP Maruarar Sirait yang pernah berapi-api akan menggebuk siapapun yang hendak mengganti dasar negara Pancasila.

Dhani menagih janji itu melalui sebuah video berdurasi 7 menit 20 detik yang diunggah melalui kanal YouTubenya, Selasa 23 Juni 2020.

“Teman-teman sudah lihat video tadi, video nostalgia bersama ketiga (dua, red) rekan saya, dari Ketua Umm GP Ansor dan satunya politisi PDIP. Dua-duanya getol banget ingin menggebuk siapa saja yang mau mengganti Pancasila,” kata Ahmad Dhani memulai aksi ‘penagihannya’.

“Sekarang kita bisa tagih mereka, kepada Yaqut cs. Sudah jelas Pancasila mau diganti. Pancasila mau diganti dengan Trisila, sudah pasti itu diganti. Artinya kalau misalnya UU itu (RUU HIP, red) diresmikan, kalau UU disahkan, sudah pasti Pancasila berubah menjadi Trisila bahkan mau diperas lagi menjadi Ekasila,” lanjut Dhani.

“Sekarang kami Warga Negara Indonesia yang nonton video itu, video yang katanya kalian berdua mau menggebuk siapapun yang mau mengganti Pancasila. Kapan mau kamu gebuk mereka-mereka yang mengusulkan RUU HIP ini, kapan kamu gebuk kami sangat menanti, kepada semuanya tidak hanya Yaqut cs dan Maruarar tapi semua ormas-ormas yang katanya Pancasilais yang bersedia berperang jika ada orang-orang atau kelompok yang mau mengganti Pancasila. Sekarang sudah jelas di depan mata kelompok itu, kapan kamu gebuk Yaqut, kapan kamu gebuk Maruarar?.”

“Saya tunggu, karena kami ingin melihat aksi kamu semua menggebuk para elite yang mempunyai ide untuk mengganti Pancasila dengan Ekasila atau dengan Trisila yang nantinya juga bisa menjadi asusila,” pungkas Dhani.

Sebagai informasi, pada sebuah talkshow Rosi di KompasTV, yang diunggah juga melalui kanal YouTube KompasTV, 4 September 2018 lalu, Ahmad Dhani Prasetyo terlibat debat serius dengan Ketum GP Ansor sekaligus politisi PKB Yaqut Cholil Qoumas dan politisi PDIP Maruarar Sirait. Dalam talkshow yang dipandu Rosiana Silalahi itu, Yaqut dan Ara berapi-api bersepakat akan menggebuk siapapun yang hendak mengganti dasar negara.

Saat itu diskusi berkaitan dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dituduh hendak mengganti dasar negara Pancasila. Kepada Yaqut, Dhani secara sederhana mempertanyakan, bagaimana cara HTI bisa mengganti Pancasila.

Oleh Dhani, talkshow tersebut diunggah ulang dan diberi tambahan berupa “tagihan” atas janji kedua politisi itu. Saat ini, justru yang terbukti ingin mengubah dasar negara Pancasila adalah Fraksi PDIP melalui Baleg DPR yang mengusulkan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Suaraislam.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…