Langsung ke konten utama

Featured Post

Padati Alun-Alun, Ribuan Warga Garut Menuntut Inisiator RUU HIP Dipidana

Senin, 6 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Beruntun, penolakan terhadap Rencana Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) kembali menggema di Kabupaten Garut Jawa Barat yang terkenal dengan kota santri nya ini.

Ribuan massa nampak hadir hari Ahad (5/7/2020) di alun-alun kota Garut depan mssjid Agung Garut dengan membawa bendera kebesarannya.

Tak kurang dari 42 Organisasi, Lembaga Swadaya maupun Organisasi Kepemudaan. Baik dari kalangan organisasi keagamaan maupun nasional yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis Negara Kesatuan Republik Indonesia (ANAK NKRI), dibalut dalam aksi Apel Siaga Garut Anti Komunis Menolak RUU HIP.

Terpantau sejumlah ormas besar seperti Pemuda Pancasila, Ormas XTC Indonesia, Front Pembela Islam (FPI), Kokam (Muhammadiyah), Forum Silaturahmi Santri Garut (FSSG), FKPPI, LSM Gibas, LSM Bergerak dan sejumlah massa santri dari berbagai pesantren di Garut.

Dalam isi surat maklumat aksi apel siaga tersebut, yang ditandatangani oleh ketua perwaki…

KH Luthfi Bashori: Sifat Guru Mu'allim Dan Murabbi



Sabtu, 27 Juni 2020

Faktakini.net

SIFAT GURU MU'ALLIM & MURABBI

Taushiah: KH. Luthfi Bashori
Transkrip: Rizal Affandi

Kalau kita bicara tentang masalah sifat guru atau ustad atau pengajar itu ada dua sebenarnya.

Ada seorang guru itu yang bisa dikatakan “Muallim”, dan yang satu lagi namanya “Murabbi”.

Kalau Muallim itu adalah pengajar, dia kepentingannya adalah menyelesaikan kewajiban mengajar materi pelajaran, sehingga murid-muridnya itu bisa paham.

Jadi kalau di sekolah-sekolah, kan ada istilahnya kurikulum, misalnya ada suatu kitab, yang pada periode pertama atau di tahun pertama, kurikulumnya harus selesai. mmaka sang Muallim ini mengajarkan dengan secara baik, sehingga para murid itu paham, bahkan satu kelas benar-benar memahami keterangan dari sang guru tersebut. Ini namanya jiwa guru yang Muallim.

Tapi berbeda dengan Murabbi. Kalau Murabbi itu adalah seorang guru, sama dengan Muallain, hanya saja ia mempunyai kepedulian yang lebih terhadap murid-muridnya daripada Muallim.

Misalnya kalau dalam satu kelas itu, ada salah seorang anak yang dia tidak bisa memahami pelajarannya, bahkan tampak wajahnya murung, termenung.

Kalau seorang Muallim, maka ia merasa tidak ada urusan, bahkan terserah sang murid itu sendiri, mau konsentrasi belajar atau tidak.

Tapi kalau Murabbi tidak begitu, maka anak tersebut didekati, ya tidak harus pada saat belajar di kelas, tapi misalnya setelah selesai belajar, kemudian anak tersebut dipanggil.

Mungkin kalau di sekolah-sekolah dulu ada yang namanya BP atau Badan Penyuluhan yang tugasnya terkait dengan mental spikologi dari murid-murid.

Maka sang Murabbi akan bertanya: “Kenapa engkau murung? Apakah ada masalah? Atau apa yang terjadi di dalam keluargamu ?".

Misalnya terhadap anak kecil perlu ditanya, “Apakah engkau diberi uang saku sama ayah dan ibumu itu kurang?

Seperti inilah yang namanya sikap peduli seorang Murabbi, atau ia melakukan sesuatu jika terjadi pada anak muridnya yang tidak beres dengan pelajarannya itu, ia tidak serta merta menvonis negatif. Namun ia berusaha mempelajari apa yang terjadi pada diri anak didiknya tersebut.

Ada satu film pendek beredar di medsos, yang isinya menceritakan ada seseorang murid yang terlambat masuk kelas, hari pertama sang murid diperingatkan dan dihukum cambuk oleh gurunya, kemudian dikatakan agar besok tidak boleh terlambat.

Kemudian esok hari, ternyata murid itu terlambat lagi, akhirnya dicambuk lagi, “Awas kalau esok lagi kamu terlambat, kamu akan aku hukum dengan lebih keras lagi”.

Kemudian pulanglah si anak. Esok hari secara kebetulan sang guru yang menghukum anak tadi, berjalan dan melihat si anak murid yang sering terlambat itu, ternyata si musid sedang mendorong gerobak dagangan, untuk berjualan. Setelah ketemu dan ditanya-tanya, ternyata ibunya sedang sakit.

Jadi si anak ini berusaha menggantikan kedudukan sang Ibu. Padahal dia masih usia kecil sekali, masih sekolah dasar, yang sebenarnya tidak pantas untuk berjualan.

Maka tatkala sang guru sudah di kelas, dan si murid tadi datang terlambat, sang murid diminta: “Kamu terlambat lagi hari ini, kamu berikan tanganmu kepadaku” kata gurunya.

Setelah tangan si murid diberikan, ternyata bukan dipukul, tapi dirangkul oleh sang guru sambil mengatakan: “Tanganmu ini tangan yang barakah, karena engkau sudah membantu keluargamu, khususnya ibumu yang sedang sakit, dan engkau telah menggantikan kedudukannya”.

Sifat seperti inilah yang dikatakan seseorang itu menjadi Murabbi, karena kepeduliannya yang bukan sekedar mengajar selayaknya seorang Muallim, tapi benar-benar Murabbi yaitu ahli mentarbiyah atau mendidik para murid, sekalipun mereka memiliki karakter masing-masing.

Dia merasa harus bisa, dia harus tahu banyak hal terhapad pendidikan, bukan sekedar mewajibkan para muridnya harus paham pelajaran, tapi kondisi dari psikologi muridnya itu, dia merasa harus memahaminya juga, sehingga bisa mengarahkan sedemikian rupa agar benar-benar sang murid itu menjadi berhasil dalam kehidupannya, baik di dunia, khususnya di akhirat.

Itu yang namanya jiwa seorang Murabbi yang sebenarnya, tentu ada perbedaan dengan sikap seorang Muallim.

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…