Langsung ke konten utama

Featured Post

FPI Aceh Kembali Serahkan Bantuan Untuk Pengungsi Muslim Rohingya Di Lhokseumawe

Selasa, 7 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Ketua DPD FPI Aceh, beserta FPI / LPI Lhokseumawe da Aceh Utara kembali menyerahkan bantuan untuk warga muslim Rohingya.

 "Alhamdulillah hasil donasi (sumbangan) dari masyarakat aceh dan seluruh Indonesia, tadi sore kita antarkan sebagian buat saudara kita muslim rohingya", ujar Ketua DPD FPI Aceh Tengku Abi Muslim At-Thahiry, Selasa (7/7/2020) malam kepada Redaksi Faktakini.net

"Donasi yang dikirim langsung ke rekening FPI Aceh, langsung kita belikan berupa makanan dan minuman, dan kemudian kami bagikan langsung tadi sore kepada sodara kita muslim Rohingya, yang sekarang di tempatkan di bekas kantor imigrasi Lhokseumawe, Punteut", lanjutnya.

"Insya Allah kami juga berusaha untuk bantuan selanjutnya berupa daging menyambut lebaran haji,  maka bagi yang mampu mari kita sisihkan harta untuk pembelian sapi ke rekening resmi FPI ACEH", ujar Abi Muslim At-Thahiry lagi

Rekening resmi FPI Aceh tersebut yaitu:

REK BAN…

Jokowi Atau Megawati Sumber "HIP - Gate"?


Sabtu, 20 Juni 2020

Faktakini.net

JOKOWI ATAU MEGAWATI
SUMBER "HIP-GATE" ?

by M Rizal Fadillah

Semua tentu sudah tahu bahwa RUU HIP adalah inisiatif DPR bukan Pemerintah. Artinya Fraksi PDIP inisiator awalnya. Akan tetapi terkuak motif usulan RUU ini adalah untuk memberi "bekal" bagi lembaga BPIP yang berada di bawah koordinasi Presiden. Karenanya wajar muncul anggapan RUU ini adalah kebutuhan Pemerintah.

Kini ketika Pemerintah menunda pembahasan dan minta DPR menyerap aspirasi kembali, rakyat atau publik terus mengejar siapa sumber atau pencetus pengusulan RUU ? MUI pun minta kepada yang berwajib untuk mengusut. Ini disebabkan  dugaan adanya misi pengusul atau konseptor untuk membuka peluang bagi berkembangnya faham komunisme atau lebih jauh bangkitnya neo-PKI.

Jika murni konsep, pengusulan, serta pembahasan adalah DPR meskipun fraksi-fraksi sebagian besar setuju, namun inisiator awal adalah Fraksi PDIP yang merupakan kepanjangan tangan dari PDIP sebagai Partai. Megawati sebagai Ketua Umum adalah penanggung jawab dari kebijakan Partai.

Jika PDIP hanya  berperan sebagai koordinator dari koalisi partai pendukung Pemerintah dan RUU HIP adalah alokasi kepentingan Pemerintah melalui koalisi pendukung di DPR maka bukan tak mungkin bahwa Pemerintah adalah sumber dari RUU HIP. Jokowi sebagai Presiden adalah penanggung jawab.

Kini sebagian masyarakat mulai berteriak mengarah pada PDIP sampai-sampai ada yang mengajukan usul ekstrim pembubaran PDIP. Andai PDIP bisa membuktikan bahwa kepentingan dominan adalah Pemerintah dan konseptor juga adalah Pemerintah dan kader PDIP hanya membantu maka pertanggungjawaban mengarah pada Presiden. Bisa saja tekanan akhir pada pemakzulan.

RUU HIP itu sensitif dan telah menimbulkan reaksi publik luar biasa. Konflik ideologi dapat terjadi jika RUU ini berhasil ditetapkan sebagai Undang-Undang. Dengan muatan yang kontroversial. Andai yang terjadi adalah revisi maka hal inipun bukan jaminan akan mampu meredakan kritik. Aspirasi yang terkristalisasi adalah tolak atau cabut RUU, bukan revisi.

Kini tinggal keterbukaan PDIP mengenai asal muasal. Termasuk konon Pasal 7 RUU tentang Trisila dan Ekasila yang katanya bukan berasal dari PDIP.  Meski jejak digital menunjukkan adanya pidato Megawati soal Pancasila, Trisila, dan Ekasila ini.  Lalu dari siapakah masuknya Pasal 7 tersebut ?
Kejujuran dan keterbukaan menjadi sangat penting agar masalah RUU yang berbau komunisme ini dapat terselesaikan.

Hingga saat ini pertanyaan yang belum terjawab adalah siapa sumber atau pencetus dari RUU HIP yang dapat menjadi kunci pembuka peluang penyebaran komunisme atau bangkitnya neo-PKI ini. Jokowi ataukah Megawati ? Atau ada pihak lain ?

Rakyat perlu tahu. Bukan saatnya DPR maupun Pemerintah main "petak umpet" atau "lempar-lemparan bola". RUU HIP ternyata merupakan sebuah skandal. Skandal berbahaya. HIP-Gate.

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan.

Bandung, 20 Juni 2020

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…