Langsung ke konten utama

Featured Post

Apel Siaga Umat Islam Berau Kaltim Tolak RUU HIP Dihadiri Massa Lintas Ormas

Selasa, 7 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta -
Kota Batiwakal sebutan untuk kabupaten Berau, mentaati seruan penolakan MUI terhadap RUU HIP dikarenakan adanya Tap MPRS/25/MPRS1996 tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI), MUI menilai bahwasanya RUU Haluan Ideologi Pancasila ini akan mendistorsi substansi nilai-nilai Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan dan batang tubuh UUD 1945.

Hal ini mengundang Ormas agama dan kepemudaan dan elemen masyarakat di Kota Berau, guna menindaklanjut seruan maklumat MUI pusat dengan menggelar aksi Apel Siaga Umat Muslim Berau dan Convoy kendaraan disepanjang ruas jalan di Berau, hari Ahad (5/7/2020)

Dihalaman GOR Pemuda, Jl. Pemuda Berau, sebagai titik dan tempat berkumpul massa dari ormas agama dan kepemudaan beserta element masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Anti Komunisme Indonesia (AAKI) Kabupaten Berau, seperti :

1. MUI
2. DPW FPI Berau
3. LPI Berau
4. MPI Berau
3. IKADI
4. Wahdah Islamiyah
5. pengurus Masjid Agung
6. Pengurus…

Didatangi Delegasi Massa Aksi Tolak RUU HIP, DPR Janji Usut Dalang Pengusul RUU HIP



Rabu, 24 Juni 2020

Faktakini.net, Jakarta - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akhirnya menerima audiensi perwakilan aksi massa tolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Mereka yang diterima di antaranya Ketua Umum DPP FPI KH Shobri Lubis, Ketua GNPF Ulama Ustadz Yusuf Martak, Ketua PA 212 Ustadz Slamet Maarif, dan Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas.

Adapun pimpinan DPR RI yang menerima, yakni Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin, Rahmat Gobel, dan Sufmi Dasco Ahmad.

"Intinya adalah kami menginginkan menghentikan pembahasan RUU ini. Bukan hanya sekadar menunda tapi Alhamdulillah pada akhir pembahasan para wakil DPR menyatakan akan berjanji akan menghentikan pembahasan itu walaupun dengan mekanisme yang ada," kata Ketua GNPF Ulama Ustadz Yusuf Martak, di Gedung Nusantara III DPR usai audensi, Rabu (24/6).

Menurut Ustadz Slamet, dalam pertemuan yang dilangsungkan secara tertutup itu, pihaknya dan pimpinan DPR RI menyepakati untuk tidak melanjutkan RUU HIP.

DPR RI, kata dia, juga berjanji untuk mengusut siapa dalang yang mengusulkan RUU HIP, utamanya yang termaktub dalam Pasal 7 RUU HIP ihwal Ekasila dan Trisila.

Dikatakan Ustadz Slamet, pihaknya meminta pimpinan DPR RI untuk menjatuhkan hukuman bagi mereka yang mengusulkan.

"Sekarang mereka (DPR) ada di pemerintah, lucunya beberapa hari lalu pemerintah menyatakan ada di DPR. Nanti kalau sudah masuk di pemerintah, pemerintah akan memunda jadi masih mau main kucing-kucingan," sambungnya.

Sementara itu, salah satu pimpinan DPR RI, Azis Syamsuddin mengatakan, DPR masih menunggu sikap pemerintah secara resmi atas RUU usulan inisiatif DPR tersebut.

Dikatakan politikus Golkar ini, nantinya RUU HIP bisa saja dibatalkan dengan mengikuti mekanisme yang ada. Namun, masih perlu menunggu sikap jelas dari pemerintah.

"Tentu nanti saat pemerintah mengambil sikap yang telah disampaikan oleh Pak Mahfud MD itu akan disetop. Nanti surat itu akan menjadi mekanisme pembahasan di DPR sesuai tatib. Tentu kita akan melalui rapim kemudian ke bamus dan bawa paripurna untuk menyampaikan komitmen melakukan penyetopan ini," jelasnya.

Azis menambahkan, RUU HIP otomatis juga akan batal sendirinya apabila pemerintah tidak kunjung juga mengirimkan surat presiden kepada DPR RI.

Lebih jauh, pimpinan DPR RI juga berjanji akan mencari tahu siapa dalang pengusul RUU HIP, utamannya Pasal 7. Mereka akan melakukan pengecekan notulensi dari awal RUU HIP dibentuk agar dapat terlihat siapa pengusul itu.

Aksi Tolak RUU HIP hari ini dihadiri 100 ribu lebih massa depan area Gedung MPR / DPR.

Banyaknya massa yang hadir ini membuktikan rakyat Indonesia sangat anti PKI dan menolak kebangkitan komunisme. Massa menuntut pencabutan RUU HIP, bukan sekedar penundaan.

Sumber: alinea.id



Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…