Langsung ke konten utama

Featured Post

Ikrar Anti RUU HIP Di Cirebon, Sikap Pengecut Ditunjukkan Para Pembenci Islam (Anti Khilafah)

Sabtu, 11 Juli 2020

Faktakini.net

SIKAP PENGECUT
KEMBALI DIPERTONTONKAN
OLEH PARA PEMBENCI KHILAFAH

Insiden Ikrar DPRD dan Forum Cirebon Bersatu menyisakan pertanyaan dan dugaan.

Seperti dalam video yang beredar luas, Ibu Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati, A. Ma membacakan ikrar yang di bagian akhirnya berbunyi

"Demi ALLAH, kami bersumpah akan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengaruh paham Komunisme dan Khilafah"

Nampak umat Islam yang ikut hadir protes dan menyatakan batal ikrar tersebut. Dan Ibu Ketua DPRD Kota Cirebon juga kelihatannya kaget melihat redaksi ikrar tersebut.

Akhirnya ikrar diulang dengan mencoret kata Khilafah dan redaksinya berubah menjadi

"Demi ALLAH, kami bersumpah akan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengaruh paham komunisme, liberalisme, leninisme dan sekularisme"

Berdasarkan info yang masuk ke saya, bahwa Forum Umat Islam Cirebon awalnya disampaikan draft ikrar yang bunyinya seperti yang terakhir (tanpa …

Desak Setop RUU HIP, Ribuan Masyarakat Kuningan Bakar Bendera PKI


Ahad, 28 Juni 2020

Faktakini.net, Jakarta - Ribuan orang yang tergabung dalam Forum Masyarakat Anti Komunis Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, melakukan aksi unjuk rasa menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di Gedung DPRD Kuningan, Jum'at (26/6/2020).

Bahkan, massa sempat membakar spanduk berlogo komunis tepat di depan pagar pintu masuk gedung dewan.

Adapun tuntutan yang disampaikan yaitu menolak RUU HIP dan mendesak pimpinan dan seluruh fraksi-fraksi DPR RI menghentikan pembahasan menjadi Undang-undang.

Kemudian mendesak Pimpinan DPR RI untuk mengeluarkan RUU HIP dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas), serta mendukung sepenuhnya dan siap mengawal maklumat DPP MUI diantaranya menolak RUU HIP.

Tuntutan selanjutnya yakni mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas inisiator dan konseptor RUU HIP, serta memproses hukum pidana pihak-pihak yang berupaya mengganti Pancasila sebagai dasar negara dengan Trisila maupun Ekasila.

Terakhir yaitu menyerukan kepada para tokoh agama maupun elemen masyarakat dan aktivitas yang setia kepada NKRI untuk mewaspadai gerakan komunis gaya baru, sekaligus siap melawan siapapun yang berusaha mendukung bangkitnya ideologi komunis di NKRI.

“Kami minta, agar tidak terjadinya revolusi sebagai bentuk upaya ikhtiar masuknya ideologi komunis ke negara tercinta ini, sudah selayaknya dan sepantasnya RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) untuk dibatalkan. Kami minta ini dihentikan, bukan untuk ditunda,” kata Ketua Gardah Bangsa, Dadan Somantri saat berbicara di depan Anggota DPRD Kuningan.

Senada disampaikan Sekjen Pemuda Pancasila Kabupaten Kuningan, Dadang Saputra. Dia menegaskan, keluarga besar Pemuda Pancasila sudah jelas berikrar berideologi satu ideologi Pancasila.

“Jadi tidak ada lagi kata Pancasila ini dirubah Ekasila, Trisila dan lain sebagainya. Kita menolak untuk dibahasnya RUU HIP, jadi kalau istilah ditunda, bisa saja sewaktu-waktu rakyat lagi ngelamun tiba-tiba pembahasan berlanjut,” tandasnya.

Ketua FPI Kuningan, Ustadz Endin Kholidin menegaskan, Pancasila yang sekarang diperjuangkan dan dipertahankan tidak ada pelanggaran ataupun penistaan sedikitpun terhadap Alquran. Baik dari mulai sila pertama hingga sila kelima.

“Isi Pancasila ada di dalam Alquran, namun tidak semua isi Alquran ada dalam Pancasila,” tukasnya.

Menurutnya, Pancasila sebagai dasar negara merupakan harga mati dan tidak boleh ada perubahan. Apalagi dasar negara ini didirikan oleh alim ulama, disepakati tokoh nasionalis dan para pendiri bangsa seperti halnya Ir Soekarno.

Sementara Ketua MUI Kuningan, KH Dodo Syarif Hidayatullah mengaku, jika pengkajian secara mendetail telah dilakukan pengurus MUI pusat sehingga terbitlah maklumat MUI. Intinya bahwa Maklumat MUI salah satunya adalah menolak RUU HIP.

“Yang jelas hasil kajian itu, dikaji juga oleh Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah maupun ormas-ormas lain, semuanya menolak RUU tersebut. RUU HIP itu mengandung potensi, peluang munculnya kembali paham-paham komunis,” pungkasnya.

Sementara anggota DPRD Kabupaten Kuningan sepakat untuk mengawal tuntutan Forum Masyarakat Anti Komunis Kuningan terkait penolakan RUU HIP. Kesepakatan itu dilakukan usai perwakilan forum beraudensi bersama unsur pimpinan dewan maupun pimpinan fraksi di ruang rapat paripurna DPRD Kuningan.

“Kami sudah berdiskusi dengan tertib dan damai, apa yang disampaikan oleh perwakilan bapak/ibu semua, tidak ada sedikitpun perbedaan dari kami dan seluruh pimpinan serta anggota dewan. Apa yang menjadi kekhawatiran kita bahwa RUU HIP dikhawatirkan akan menimbulkan munculnya paham komunisme, itu tidak ada sedikitpun perbedaan diantara kita,” kata Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy.

Foto: Unjuk rasa menolak pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila di depan Gedung DPRD Kabupaten Kuningan, Jumat (26/6/2020). (Andri Yanto)

Sumber: kumparan.com






Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…