Langsung ke konten utama

Featured Post

Apel Siaga Ganyang Komunis Di Lap Ahmad Yani Jaksel, LPI Siap Turunkan 3 Ribu Personil

Kamis, 2 Juli 2020

Faktakini.net, Jakarta - Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK NKRI) akan mengadakan aksi Apel Siaga Ganyang Komunis, secara serentak di seluruh kota di Indonesia, hari Ahad 5 Juli 2020.

Untuk pelaksanaan di Jakarta, kegiatan akan dilakukan di Lapangan Sepak bola Ahmad Yani di Kebayoran Lama Jakarta Selatan, hari Ahad (5/7/2020) mulai pukul 11.00 WIB sampai selesai.

Laskar Pembela Islam (LPI) sayap juang FPI siap andil dalam Apel Siaga Ganyang Komunis bersama Ormas-ormas lainnya. LPI akan menerjunkan tiga ribu lebih anggotanya dan melakukan pengamanan acara.

Insya Allah, Panglima LPI Ustadz Maman Suryadi ditunjuk sebagai Komandan Upacara, dan akan memimpin lebih dari 20 Ormas kemasyarakatan.

Dalam keterangan tertulis kepada Redaksi Faktakini.net, Ustadz Maman Suryadi menyatakan, "Insya Allah LPI akan menurunkan pasukannya lebih dari 3 ribu Personilnya berseragam lengkap dalam upacara kesiapan Apel Siaga Ganyang Komunis pada hari Ahad nanti."

"Insya …

Aturan PPDB di DKI Sesuai Perintah Kemendikbud, Kemendikbud: PPDB Zonasi dan Faktor Usia Sudah Benar dan Sesuai Aturan

Selasa, 30 Juni 2020

Faktakini.net

Aturan PPDB di DKI Sesuai Perintah Kemendikbud, Kemendikbud: PPDB Zonasi dan Faktor Usia Sudah Benar dan Sesuai Aturan

Setelah beberapa hari belakangan ini ramai pemberitaan mengenai keberatan orang tua siswa terhadap sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang mamasukkan zonasi dan faktor usia, akhirnya ditemui titik terang bahwa apa yang telah dilaksanakan setiap Provinsi termasuk DKI Jakarta sudah benar.

Hal ini langsung dinyatakan oleh Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Hamid Muhammad mengatakan, PPDB berdasarkan usia sebenarnya sudah sesuai dengan aturan Kemdikbud.

Menurut Hamid, masalah usia yang menjadi salah satu pertimbangan seleksi PPDB di DKI Jakarta sebenarnya sudah lama.

"Namun, baru diterapkan di DKI Jakarta mulai tahun ini," ujar Hamid kepada Antara di Jakarta, Selasa 23 Juni 2020.

Hamid menambahkan, usia anak merupakan salah satu persyaratan dalam PPDB. Baik pada Permendikbud Nomor 17/2017 maupun Permendikbud Nomor 44/2019.

Disebutkan, persyaratan calon peserta didik baru kelas 1 berusia 7 hingga 12 tahun, atau paling rendah 6 tahun pada 1 Juli tahun berjalan.

Untuk SMP berusia paling tinggi 15 tahun pada 1 Juli tahun berjalan, dan untuk jenjang SMA/SMK berusia paling tinggi 21 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.

Lebih jauh Hamid menjelaskan, pihaknya menggunakan usia dalam Permendikbud. Itu tertera dalam aturan Permendikbud tersebut.

"Meskipun banyak yang tidak setuju. Apa yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta sudah sesuai dengan aturan PPDB,"imbuh Hamid.

Sebelumnya Wakil Kepala Disdik DKI Syaefuloh Hidayat mengatakan berdasarkan aturan Mendikbud, pengukuran jarak dari rumah ke sekolah merupakan pertimbangan utama. Namun jika jaraknya sama, maka pertimbangan selanjutnya adalah umur.

Aturan yang dimaksud adalah *Peraturan Mendikbud RI Nomor 44 Tahun 2019*
tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan.

*Pasal 25 ayat 2* aturan itu mengatakan jika jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah sama, maka seleksi untuk pemenuhan kuota/daya tampung terakhir menggunakan *usia peserta didik yang lebih tua* berdasarkan surat keterangan lahir atau akta kelahiran.

"Kalau jaraknya sama seleksi berikutnya adalah usia dari yang tertua. Itu jelas diatur di permendikbud. Artinya gini, regulasi DKI berpedoman pada regulasi yang ditentukan secara nasional dalam peraturan menteri pendidikan," ujar Syaefuloh saat dihubungi, Jumat (12/6/2020).

"Tapi untuk jarak DKI tidak menggunakan satu titik koordinat ke satu titik koordinat."

Syaefuloh mengatakan dalam menentukan jarak, ia tak mengukur jarak dari rumah calon siswa ke sekolah. Namun hanya berdasarkan Kelurahan saja.

Karena itu, banyak kemungkinan alamat antara satu siswa dengan lainnya sama. Selanjutnya yang dilihat adalah umur, jika lebih tua maka dia yang masuk sekolah itu.

"Tapi untuk jarak DKI tidak menggunakan satu titik koordinat ke satu titik koordinat. Kita menggunakan basis kewilayahan seperti tahun lalu dengan basis kelurahan," pungkasnya.

Jadi sudah sebenarnya PPDB zonasi dan faktor usia adalah sistem yang sangat baik dan adil. Faktor usia memperkecil ketimpangan kualitas pendidikan yang diperoleh peserta didik. Namun begitulah sebuah sistem yang diterapkan biasanya ada tantangannya. Mari kita tetap bersatu dan berpikir jernih bahwa, sistem penerimaan selain zonasi masih ada jalur afirmasi, prestasi, dan lainnya. Semuanya kembali kepada diri kita m, mau berlaku adil atau tidak. Tanyakan pada diri sendiri.

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…