Langsung ke konten utama

Featured Post

Gatot Nurmantyo: Saya Dicopot Karena Putar Film G 30 S / PKI

Selasa, 22 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) periode 2015-2017, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengisahkan mengapa ia dicopot dari jabatannya di penghujung 2017. Padahal, ia harusnya masih berkarier di TNI sampai masa pensiun akhir Maret 2018.

Secara tiba-tiba, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Gatot dengan mengirim surat ke pimpinan DPR agar digantikan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto. Pun mutasi terakhir yang diteken Gatot akhirnya dibatalkan oleh Hadi.

Menurut Gatot, penggantian posisi pucuk pimpinan TNI terjadi lantaran ia bersikukuh menginstruksikan seluruh jajaran TNI untuk memutar atau menonton film Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) pada 2017. Keputusan Gatot kala itu memang mengagetkan banyak pihak.

"Pada saat itu saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebut saja PDIP. 'Pak Gatot hentikan itu, kalau tidak, pasti Pak Gatot akan diganti'. Saya bilang terim…

Transportasi Sudah Dibuka, PSBB Sudah Longgar, PA 212: Saatnya Masjid Dibuka Kembali Untuk Sholat




Kamis, 14 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustadz Slamet Ma'arif mengatakan, pemerintah sudah melonggarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditandai dengan membuka semua moda transportasi, baik darat, udara dan laut, sudah saatnya tempat ibadah yakni masjid dilonggarkan untuk melakukan shalat.

“Jika pemerintah saja sudah melonggarkan PSBB maka harusnya tempat ibadah yakni masjid juga harus dilonggarkan untuk melakukan kegiatan peribadatan. Apalagi selama ini umat Islam juga sudah mengikuti protokol penanganan Covid-19 yakni physical distancing, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer serta memakai masker,” kata Ustadz Slamet kepada Harian Terbit, Rabu (13/5/2020).

Ustadz Slamet menilai, dengan sholat dan berdoa di masjid secara berjamaah maka semoga saja semua bencana tersebut bisa diangkat dari bumi Indonesia.

"Insya Allah jika masjid dan mushola dibuka kembali dengan standar penangan Covid 19 akan menjadikan umat tenang kembali. Dan insya Allah akan ikhlas dan khusyu berdoa kepada Allah agar wabah ini cepat diangkat," tegasnya.

"Sungguh tega dan mati rasa pemerintah menaikan iuran BPJS disaat rakyat sedang sekarat karena dampak pandemi covid 19. Sungguh berbeda jauh dengan janji saat kampanye. Jangan sakiti rakyat terus menerus", pernyataan Ustadz Slamet yang diterima Faktakini.net

Sholat Jumat

Sementara itu, aktivis Hilmi (Hilal Merah Indonesia) Jawa Barat, Syahrul Fitri Yadi mengatakan, saat wabah Covid-19 terjadi di Indonesia, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab juga sudah lama memerintahkan umat Islam untuk tetap sholat berjamaah di masjid. Bahkan selama di zona hijau maka wajib umat Islam wajib untuk melaksanakan sholat Jumat dengan mengikuti protokol penanganan Covid-19.

"Sebagai umat Islam yang berada di zona hijau, ya saya laksanakan sholat di masjid," ujarnya.

Syahrul mengakui, dalam melaksanakan sholat di masjid juga tetap menerapkan kewapadaan yang tinggi. Yakni jaga jarak, mengenakan masker. Selain itu juga cuci tangan dengan sabun atau handsanitizer yang disediakan pengurus masjid. Jamaah juga menbawa sajadah masing-masing. Sehingga dipastikan aman dari penyebaran Covid-19.

"Selain itu bagi warga yang baru datang dari zona merah juga tidak diperkenankan untuk ke masjid selama masa inkubasi. Atau yang sedang ada gejala Covid -19 juga dilarang. Jadi intinya kita harus waspada saling menjaga baik dari orang tanpa gejala ataupun yang punya gejala," paparnya.

Ramaikan Masjid

Sementara itu Ketua Bidang Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis mengemukakan, MUI tidak melarang umat ke masjid yang penting tetap mematuhi protokol kesehatan, bisa physical distancing," kata Cholil Nafis, Rabu (13/5/2020).

Menurutnya, kan ke mal boleh, ke bank juga boleh. “Kok ke masjid nggak boleh. Yang penting kan mengikuti protokol kesehatan.

Meski dalam situasi pandemi, Cholil berharap masyarakat tetap bisa meramaikan masjid. Namun masyarakat jangan sampai lupa menjaga diri dari penyebaran Corona.

"Silakan bapak-ibu barangkali yang dekat masjid atau yang mau itikaf yang penting jarak jangan sampai terlalu dekat atau jaga kebersihan, protokol kesehatan ditaati. Jangan dibikin sepi masjid, harus diramaikan," kata Cholil.

Dilonggarkan

Hari Supriyanto, karyawan swasta di Jakarta juga mengaku prihatin jika PSBB dilonggarkan namun tempat ibadah masih tidak diperbolehkan untuk melaksanakan kegiatan keagamaan. Terutama bagi umat Islam yang saat ini sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan yang biasanya menggelar shalat tarawih berjamaah di masjid. Namun karena adanya PSBB maka banyak umat Islam yang tak bisa melakukan sholat jamaah.

"Padahal jika pemerintah bisa lebih bijak bisa saja warga tetap beribadah namun digunakan protokol penanganan Covid-19 seperti mencuci tangan, memakai masker, jaga jarak, dan jika perlu tak diisi oleh orang luar atau bukan warga sekitar masjid untuk menghindari tertularnya Covid," paparnya.

Hari menilai, Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan ampunan dan pahala, siapa tahu dengan banyaknya melakukan ibadah dan memohon ampun kepada Allah SWT maka Covid-19 bisa segera hilang dari bumi terkhusus Indonesia ini. Karena sejatinya yang memiliki kuasa atas semua yang ada di dunia ini adalah Allah SWT, jika kita terus berdoa disertai ibadah yang baik maka insha Allah doa tersebut akan dikabulkan.

Sumber: harianterbit.com

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…