Langsung ke konten utama

Featured Post

Buya Gusrizal: Kenali Perjalanan Sejarah Bangsa Lewat Nonton Film Pengkhianatan G30S/PKI

Selasa, 29 September 2020

Faktakini.net

#infosuduikminang

KETUA MUI SUMBAR MENGHIMBAU UNTUK MENONTON FILM PENGKHIANATAN G30S/PKI

Buya Gusrizal: Kenali Perjalanan Sejarah Bangsa Lewat Nonton Film Pengkhianatan G30S/PKI

PADANG -- Terkait maraknya nonton bareng film G30S/PKI, Ketum MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar menghimbau masyarakat untuk mengenali perjalanan sejarah bangsa apalagi sejarah kelam bangsa seperti pengkhianatan PKI supaya tidak mengendor kewaspadaan.

"Kita tahu bahwa organisasi bisa saja terlarang dan dibubarkan tapi pemikiran yang menjadi ideologi, akan terus diwariskan oleh mereka yang menganutnya," kata Buya Gusrizal Dt. Palimo Basa, Senin (28/9/2020).

Buya melanjutkan Umat Islam adalah garda terdepan dalam menghadapi komunisme dan gerakannya.

"Karena itu, momentum-momentum seperti 30 September harus dimanfaatkan untuk membangkitkan kesadaran umat akan bahaya besar yang mengancam agama dan bangsa. Apalagi indikator-indikator yang terlihat telah mengind…

Tragedi Lelang Motor Konser


Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net

TRAGEDI LELANG MOTOR
KONSER

by M Rizal Fadillah

Kita semua tentu prihatin di ajang kegiatan amal Covid 19 terjadi peristiwa diluar dugaan. Pemenang lelang M Nuh yang menjadi peserta dengan penawar tertinggi 2,55 Milyar ternyata hanya seorang pekerja buruh. Menurut pengakuan dirinya ia tidak memiliki uang sebesar itu. Rupanya perbuatannya hanya iseng atau salah persepsi disangka tebak tebakan berhadiah. Kini M Nuh sang "pengusaha" terpaksa berurusan dengan Kepolisian Daerah Jambi.

Memang konser amal "Berbagi Kasih Bersama Bimbo" ini sejak awal kontroversial. Pertama, dilaksanakan di penghujung bulan Ramadhan di saat umat Islam berburu "Lailatul Qadar". Kedua, kurang relevan BPIP dan MPR terlalu jauh ikut sebagai penyelenggara atau sponsor kegiatan. Ketiga, diragukan konsistensi peserta konser dalam menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid 19 baik penggunaan APD maupun soal jaga jarak.

M. Nuh yang dalam KTP nya berprofesi sebagai Buruh Harian Lepas telah sukses dan berhasil mengalahkan Gabriele Mowengkang yang menawar 2,5 Milyar, Maruarar Sirait 2,2 Milyar dan Warren Tanoe Soedibyo 1,550 Milyar. "Jadi pemenang lelang adalah pengusaha dari Jambi bernama M.Nuh" ujar pembawa acara Choky Sitohang.

Ditambah dengan uang M. Nuh maka pendapatan konser amal ini menjadi 4 Milyar. Yang tentu juga masih tekor bila dibandingkan dengan biaya konser yang konon sebesar 6 Milyar lebih. Bimbo dan para artis lain tidak mampu menarik donatur yang memadai padahal Presiden, Wapres dan para pejabat tinggi negara juga "menghadiri". Kemana para taipan ? Tragis konser amal "kenegaraan" mendapat dana donasi hanya 4 Milyar itupun 2,55 M nya "tipu tipu".

Konser serupa yang diadakan Didi Kempot sebelumnya  menghasilkan sumbangan  5,3 Milyar tanpa keterlibatan para petinggi negara Presiden atau Ketua MPR.
Sebenarnya mudah saja tanpa konser pun Presiden tinggal mengumpulkan para pengusaha besar termasuk "naga naga" lalu menyampaikan maksud dan keperluan. Sangat diyakini bakal didapat dana lebih dari 4 Milyar.

Tanpa lelang motor listrik si "gesits" juga. Mestinya  memang "gesit" tapi karena "gesits" ya motornya menjadi super gesit blusukan kemana-mana hingga ke Sungai Asam Pasar Jambi menemui "pengusaha"  M.Nuh.

Tiga pelajaran penting yang jadi bahan renungan. Pertama, apapun argumennya melaksanakan konser "kenegaraan" di akhir-akhir malam Ramadhan telah menyinggung umat Islam. Orang bertadarus Qur'an ini bernyanyi nyanyi. Kedua, Pemerintah Jokowi mengevaluasi diri setelah "tipu tipu" dengan Perppu Corona kini kena "tipu tipu" M.Nuh. Ketiga, lembaga BPIP dan MPR harus mulai menata akan fungsi nyata yang benar benar ditunggu dan dibutuhkan rakyat. Bukan konser.

Semoga bangsa ini tidak terlalu banyak mendapat sorotan dunia karena pekerjaan yang tidak relevan dan tidak serius. Ada meme kritis dialog dua tokoh dunia.
"tahu apa yang dilakukan pejabat pejabat Indonesia untuk mengatasi Corona ???"-- "Mereka ngapain mbak ?"--"Nyanyi bareng !"--"wkwkwk  ambyar".

Kasus M. Nuh cukup memalukan. Terjadi di konser "besar" dengan perhatian dan kepedulian besar dari para pembesar. Jika M. Nuh benar benar polos maka mungkin ia sedang berprasangka baik. Biasanya Pak Jokowi sering membagi hadiah sepeda, kini mungkin bersedekah dengan motor listrik "gesits". Ia tebak harga dengan 2,55 Milyar dan menang !

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 22 Mei 2020

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video:


Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …