Langsung ke konten utama

Featured Post

PDIP Tuding PSBB Anies Politis, Langsung Disemprot Nasdem: Jangan Cari Panggung Politik

Rabu, 30 September 2020

Faktakini.net

Politikus dari partai Nasional Demokrat (Nasdem), Bestari Barus, merespon pernyataan dari Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DKI Jakarta, Gembong Warsono yang menyebut perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Anies sarat politis.

Bestari menilai, Gembong tengah mencari panggung dengan mengkritik kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Jangan bilang Gubernur lagi cari panggung politik di era pandemi corona, padahal terlihat jelas dialah yang sedang berkampanye untuk tujuan politik tertentu (dengan) menjatuhkan mitranya yang sedang bekerja keras menyelamatkan nyawa masyarakat Jakarta," ujar Bestari seperti dilansir dari Alinea.id, Selasa (29/9/2020).

Menurut Bestari, pernyataan yang dilontarkan Gembong tersebut cenderung bermuatan sentimen semata. Juga beraroma pembusukan terhadap Anies.

Lebih lanjut Bestari mengingatkan kepada Gembong bahwa upaya penanganan Covid-19 oleh pemprov menuai apresias…

Tegas! Pergub DKI: Warga Tak Kenakan Masker Didenda Rp 100 - 250 Ribu


Rabu, 13 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Alhamdulillah di tengah sikap santai dan tidak sigap banyak pemimpin di dalam mengantisipasi penyebaran wabah virus Covid-19 alias Corona yang berasal dari Wuhan, Cina, masih ada sosok Gubernur DKI Jakarta Haji Anies Rasyid Baswedan.

Anies begitu sigap dan serius melakukan berbagai kebijakan untuk mencegah penyebaran Corona. Dan walaupun ada upayanya yang tidak maksimal karena berbenturan atau dihambat dengan kebijakan pemerintah pusat, Anies tetap sekuat tenaga melakukan berbagai upaya dan langkah tegas.

Kini Anies mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 41 Tahun 2020 yang mengatur sanksi terhadap warga yang melanggar ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pergub ini dikeluarkan sehingga ada sanksi yang jelas terhadap warga yang melanggar ketentuan PSBB. Selain itu untuk meminimalisir aktivitas masyarakat sehingga turut menekan potensi penularan corona.

Salah satu sanksi yang diatur yaitu denda dengan nilai antara Rp100-250 ribu terhadap warga yang tidak memakai masker di luar rumah.

“Sanksi denda administratif paling sedikit Rp100 ribu dan paling banyak Rp250 ribu,” dikutip dari ayat 1 poin (c) pasal 4 Pergub pada Senin, 11 Mei 2020.

Sanksi denda dikenakan jika aparat, yaitu petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP DKI, juga kepolisian, menemukan warga terbukti melanggar aturan.

Selain itu, ada juga sanksi berupa teguran tertulis, hingga kerja sosial berupa membersihkan sarana fasilitas umum dengan menggunakan rompi.

“Pemberian sanksi dilakukan oleh Satpol PP DKI dan dapat didampingi oleh kepolisian,” dikutip dari ayat 2 pasal 4 Pergub.

“Peraturan Gubernur ini dimaksudkan sebagai dasar pengenaan sanksi terhadap pelanggaran pelaksanaan PSBB dalam rangka percepatan penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19),” dikutip dari pasal 2 Pergub.

Sebelumnya, saat membagikan paket bantuan sosial, Pemprov DKI Jakarta telah memberikan dua masker dalam tiap-tiap paket bantuan. Kemudian, DKI juga akan membagikan 20 juta masker untuk 10 juta warga. Masker-masker ini didistribusikan melalui kelurahan.

Saat ini masker kain juga sudah tersedia dalam jumlah melimpah di masyarakat. Sehingga alasan kesulitan mendapatkan masker karena langka, tidak dapat diterima lagi.

Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Sumber: suaraislam.id

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video:


Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …