Langsung ke konten utama

Featured Post

Jangan Ajari Saya Toleransi Dan Pancasila (7): Berteman Dengan Pendeta

Jum'at, 5 Juni 2020

Faktakini.net

Sebagai pendeta, banyak yang tidak menyukai Marsia, termasuk pendeta. Sebab, ia selalu berbicara apa adanya dan tidak memakan babi.

Oleh Mangarahon Dongoran

Kembali ke FB saya yang diserang pendukung penjual lapo tuak itu, saya menantang mereka satu per satu untuk membuktikan bagaimana membangun dan menjalin toleransi itu. Saya menjelaskan, bagi saya menjual minuman keras itu haram dan melanggar aturan perundang-undangan. Penjualan tuak di bulan suci Ramadhan dan dijual di tengah mayoritas Islam, jelas menunjukkan sikap tidak toleran, dan bahkan sangat angkuh.

Ketika ada seorang bertanya, “Apakah saya salah jika hanya sendiri atau satu keluarga di tengah kaum muslim kemudian minum tuak?”

Saya jawab, kalau minumnya di dalam rumah dan tidak mabuk serta teriak-teriak keluar itu urusan Anda. Akan tetapi, tentu ada tatakrama lingkungan yang harus dijaga dan dipatuhi.

Saya pun mengatakan, jjka saya seorang Muslim dan tinggal di tengah mayoritas Kristen…

Separatis OPM Tembak Dua Tenaga Medis Anggota Gugus Tugas Covid-19 Di Distrik Wandai Papua




Sabtu, 23 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni membenarkan dua tenaga medis yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 diserang saat menjalankan tugas di wilayah Distrik Wandai, Jumat (22/5/2020). Keduanya dianiaya dan ditembak oleh Gerakan Separatis Organisasi
Papua Merdeka (OPM) alias Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kedua tenaga medis masing-masing, Almalek Bagau dan Eunico Somou. Akibat penembakan tersebut, Eunico Somou dikabarkan meninggal dunia sedangkan Almalek Bagau dalam keadaan kritis dan masih dirawat di Pastoran Bilai.

“Saya baru terima informasi dari kapolres. Betul bahwa ada dua orang yang menjadi korban. Akan tetapi kami belum pastikan ini pelaku dari pihak mana. Namun, diduga dari pihak KKB,” kata Natalis yang dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat malam.

Natalis mengatakan, keduanya tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya. Kedua korban berada di Distrik Wandai untuk melakukan sosialisasi tentang pencegahan penyebaran Covid-19 kepada masyarakat sekaligus menyerahkan sembako dan menjalankan beberapa tugas lainnya.

"Kedua petugas medis ini mendapatkan musibah di wilayah Distrik Wandai. Kejadian tersebut terjadi pada sore hari," ujar Natalis.

Menurut Natalis, pascainsiden itu, dirinya berkoordinasi dengan kapolres Intan Jaya dan dandim. Rencananya Sabtu (23/5/2020), Pemkab Intan Jaya bersama personel TNI dan Polri ke lokasi untuk mengevakuasi kedua korban.

"Kami putus kontak karena tidak ada sinyal di distrik ini. Kami pun masih harus pastikan di daerah ini aman atau tidak sebelum terbang. Rencananya besok setelah pertemuan koordinasi dengan Kapolres dan Dandim, kami akan evakuasi kedua korban menggunakan helikopter,” katanya.

Sementara Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Intan Jaya AKBP Yuli Karre Pongbala sebelumnya pada Jumat (22/5/2020) sore juga membenarkan telah terjadi peristiwa penganiayaan dan penembakan yang menimpa dua orang petugas medis tersebut. Pihaknya mendapatkan laporan kejadian tersebut dari pengurus gereja di Pastoran Bilai.

“Dari laporan pihak Pastoran Bilai, satu dari dua tenaga medis tersebut dilaporkan telah meninggal dunia. Satu orang lagi masih di Pastoran untuk mendapatkan pertolongan pertama karena kondisi korban dilaporkan kritis. Ini baru laporan dari mereka. Saya belum pastikan itu karena belum melihat langsung,” kata Yuli Karre Pongbala.

Yuli menjelaskan, kedua petugas tenaga medis sebelumnya ditugaskan oleh Dinas Kesehatan Intan Jaya sebagai Tim Gugus Tugas Covid-19 di sana. “Dari laporan yang kita dapatkan kedua korban ini mengantongi surat perintah dari kepala Dinas Kesehatan Intan Jaya,” ujarnya.

Menurut Yuli, lokasi kejadian sangat jauh dari ibu kota kabupaten sehingga mereka tidak bisa langsung ke TKP untuk memastikan kejadian itu. Rencananya pihaknya baru menuju ke lokasi, Sabtu pagi.

“Lokasi sangat jauh sehingga kami berencana besok pagi baru menuju ke lokasi untuk memastikan kejadian tersebut,” ujarnya.

Yuli mengatakan, dari delapan wilayah distrik yang ada di Kabupaten Intan Jaya, hingga saat ini baru tiga distrik yang memiliki pos pengamanan baik dari TNI maupun Polri. Sementara lima distrik lainnya belum memiliki pos pengamanan.

“Lima distrik yakni Tomasiga, Agisiga, Ugimba, Wandai dan Iyandoga belum ada pos keamanan baik dari TNI maupun Polri,” ujarnya.

Foto: Tentara OPM

Sumber: inews.id

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…