Langsung ke konten utama

Featured Post

Kebijakan PSBB Anies Terbukti Mampu Turunkan Kasus Covid-19 di Jakarta

Jum'at, 25 September 2020

Faktakini.net

Kebijakan PSBB Anies Terbukti Mampu Turunkan Kasus Covid-19 di Jakarta

Setelah 11 hari dijalankan, Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Ketat DKI Jakarta Anies Baswedan terbukti mampu menurunkan kasus aktif Covid-19 di Jakarta.

Berdasarkan catatan dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, peningkatan kasus Covid-19 terbukti melambat dari 49 persen menjadi 12 persen.

Sebelum kebijakan PSBB diberlakukan, pada periode 30 Agustus hingga 11 September 2020, menunjukkan adanya peningkatan kasus positif dan kasus aktif secara pesat.

Pada periode tersebut, kasus aktif bahkan bertambah 3.864 kasus, atau 49 persen dalam kurun waktu 12 hari. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta segera menarik rem darurat dengan menerapkan kebijakan PSBB ketat untuk mengurangi jumlah peningkatan kasus aktiv Covid-19 di Jakarta.

"Kini, setelah 12 hari keputusan menarik rem darurat, peningkatan kasus positif dan aktif memang masih terjadi, namun tampak…

Sebut Corona Serupa Istri, Mahfud MD Dikecam Solidaritas Perempuan!




Jum'at, 29 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Solidaritas Perempuan mengecam pernyataan pejabat publik yang menganalogikan corona sebagai istri.

“Pernyataan ini bukan hanya mencerminkan dangkalnya daya pikir pemerintah untuk memecahkan persoalan pandemi Covid-19, tetapi juga menunjukkan pola pikir seksis dan misoginis pejabat publik,” kata Dinda Nisa Yura, Ketua Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan, lewat keterangan tertulis pada Rabu, 27 Mei 2020.

Ia mengatakan pernyataan tersebut secara jelas mengandung kehendak untuk menguasai perempuan. Tak hanya itu, ia menuturkan menyamakan Corona dengan istri, juga menunjukkan cara pikir patriarkis yang melihat perempuan sebagai objek.

“Lelucon yang menjadikan perempuan sebagai objek yang dianggap biasa, akan melanggengkan budaya kekerasan terhadap perempuan,” kata dia.

Cara pandang itu, kata Dinda, bertentangan dengan komitmen Indonesia yang telah meratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan sejak tahun 1984.

Ia mengatakan Secara mendasar cara pandang tersebut sekaligus mengingkari eksistensi perempuan sebagai manusia yang setara dan berdaya.

“Ketika seorang pejabat publik mengeluarkan pernyataan yang merendahkan perempuan, maka menjadi tantangan bagi perjuangan penghapusan kekerasan terhadap perempuan, maupun upaya mendorong negara menghormati, memenuhi, dan melindungi hak-hak perempuan,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM Mahfud Md menyebut berdamai dengan Covid-19 sama seperti menikah. “Saya kemarin mendapat meme dari Pak Luhut (Menko Kemaritiman) itu begini, ‘Corona is like your wife. In easily you try to control it, then you realize that you can't. Then, you learn to live with it’,” ujar Mahfud, Selasa, 26 Mei 2020.

Sumber: tempo.co

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…