Langsung ke konten utama

Featured Post

Pernyataan FMI Tentang Ancaman Teror Terhadap Akademisi Dan Mahasiswa UGM

Selasa, 2 Juni 2020

Faktakini.net, Jakarta - Pernyataan FMI Tentang Ancaman Teror Terhadap Akademisi Dan Mahasiswa UGM

Pembenci Islam Dan Antek PKI Gagal Memfitnah Habib Umar Assegaf Bangil



Sabtu, 23 Mei 2020

Faktakini.net

#copas
Tadinya saya tidak mau komentar. Cukup saya sudah menyuarakan kekecewaan saya terhadap perilaku nir-adab Satpol PP yang konon bernama Asmadi kepada Habib Umar Assegaf.

Tapi yang saya baca, Habib Umar Assegaf mulai diserang dengan fitnah. Bermunculan SS-an yang menyatakan plat Mobil beliau Palsu. Disebutkan kalau Plat Mobil beliau untuk Vios berwarna Silver Metalik.

Saya coba check ke e-Samsat Online Jatim. Plat mobil beliau benar. Memang benar buat Toyota Camry warna Hitam.

Innalillahi.....
Cara-cara PKI sudah dilakukan untuk membusukkan para Habaib dan Ulama. Entah siapa yang memulai, tapi fitnah SS-an plat mobil beliau bodong sudah banyak beredar. Saya tidak mungkin diamkan fitnah kepada para Ulama dan Habaib merajalela.
=========================

Tadi juga ada saya baca postingan manusia comberan yang menyalahkan Habib dan membawa-bawa ke Arabphobiannya.

Netizen bernama Abimanyu itu menulis :
"Jangan sampai kita diperbudak Arab. Indonesia punya harga diri punya martabat".

Saya sampai tertawa terbahak-bahak membaca prasangka konyol ini. Sejak kapan bangsa Arab memperbudak kita?

Kalaupun TKI/TKW kita yang datang ke Arab dianggap diperbudak, yang salah siapa?
Yang salah yang kita sendiri, kenapa mau jauh-jauh ke Arab mencari nafkah jadi TKI/TKW?

Ngomong-ngomong jadi TKI/TKW ke Arab justru hidup mereka jauh lebih layak dan bermartabat dibandingkan jadi Buruh/ART di Negeri sendiri. Di sana mereka bekerja untuk orang-orang yang benar kaya.
Sering Umrah. Di Hajikan sama Tuan Rumah. Di ajak jalan-jalan keliling Dunia.

Lha, jadi Buruh dan ART di negeri sendiri, paling juga cuma diajak jalan-jalan ke Puncak. Kemudian diajak jalan ke Mall. Si Tuan Rumah makan enak bersama keluarganya sedangkan ART-nya tidak diajak makan. Pantas saja Bang Hotman Paris kemarin sampai marah-marah karena menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri. Saya ngga perlu sebut suku atau etnis si Tuan Rumah. Tapi yang jelas bukan Arab !!!

Terus mau fitnah apalagi nih?

Lupa saya SS-annya. Tadi ada juga monyet yang komentar, keturunan Arab dan kaum berjubah membuat Indonesia terpecah-belah.

Astaga...

Bukannya yang menjajah Indonesia itu Belanda dan Jepang? Bukannya yang meng-kotak-kotakkan Indonesia lewat simbol bajunya itu Pak Nganu dan Koh Nganu?
Sebaliknya, jasa keturunan Arab dalam memerdekakan Negeri ini sangat banyak. Sampai-sampai Bung Karno sendiri mengakui dan akhirnya menyatakan kalau semua warga Keturunan Arab dianggap sederajad dan memiliki hak yang sama dengan orang Pribumi. Makanya sebelum rezim blangsakan berkuasa, kita ngga pernah mendengar istilah Warga Keturunan Arab.

Terakhir, saya cuma mau mengingatkan kita semua. Jangan pernah lupa sejarah. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibaca dirumah saudagar Arab yang kemudian menghibahkannya kepada Pemerintah Indonesia. Negara-negara Arab juga tidak pernah menjajah Indonesia. Bahkan Negara-negara Arab yang pertama kali mengakui Kemerdekaan Indonesia.

Setelah Indonesia Merdeka, Negara-negara Arab berkali-kali membantu Indonesia. Mereka berinvestasi tanpa membawa tenaga kerja sendiri. Karena di Negaranya sendiri mereka kekurangan tenaga kerja.

- Jadi apa alasan kalian membenci Arab?
- Bilang aja benci Islam tapi masih malu-mau...!!!

Postingan populer dari blog ini

Para Mahasiswa Papua Datangi Markas Laskar FPI Kota Malang Minta Perlindungan

Rabu, 21 Agustus 2019
Faktakini.net, Jakarta - Yaqub bersama para Pelajar dan Mahasiswa dari Papua mendatangi Markas FPI Kota Malang guna meminta pengamanan. Yakub dan para pelajar Papua mengaku sudah sangat putus asa, khawatir atas keselamatan mereka, usai insiden bendera Merah Putih dibuang ke selokan di Surabaya yang berujung penangkapan 43 Mahasiswa Papua dan kemudian terjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Senin (19/8/2019).
Andre Aston Wali Laskar LPI Kota Malang dengan senang hati menerima Kedatangan mereka dan memberikan pengamanan.
Andre meminta para pelajar agar tetap bersekolah dan kuliah di kota Malang, dan FPI kota Malang siap melindungi mereka.
"Sesuai dengan instruksi Panglima Besar LPI (Ustadz Maman Suryadi), diketahui oleh Imam Besar (Habib Rizieq Shihab), kami melindungi orang-orang Papua yang ada di Malang, kami melindungi orang-orang Papua yang sedang belajar di kota Malang. Jadi kalau ada gangguan segala macam, tidak sempat lapor ke pihak (aparat), l…

Bukan Level Indonesia Lagi, Anies Resmi Masuk 20 Besar Tokoh Dunia!

Rabu, 24 Juli 2019

Faktakini.net, Jakarta - Sudah sejak lama masyarakat internasional mengagumi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ketokohan dan kemimpinan Anies itu skalanya sudah bukan nasional atau Indonesia lagi, tapi sudah termasuk tokoh dunia.

Sejak tahun 2010, Anies telah terpilih sebagai satu dari 20 tokoh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang oleh majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April 2010.

Dalam edisi khusus yang berjudul '20 Orang 20 Tahun', itu Foresight mengulas 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang.

Nama Anies yang saat itu masih menjadi Rektor Universitas Paramadina itu dicantumkan bersama 19 tokoh dunia lain seperti Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota House o…

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…