Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Seruan Ketua PA 212 Ke TNI - Polri: Ayo Pasang Bendera Merah Putih 30/9 Dan 1/10/2020

Rabu, 30 September 2020
Faktakini.net, Jakarta - Ketua PA 212 Ke TNI - Polri: Ayo Pasang Bendera Merah Putih 30/9 Dan 1/10/2020
Klik video:


Nama Muhammadiyah Klaten Dicatut untuk Meneror Ortu Mahasiswa UGM, Pengurus: Polisi Harus Usut Tuntas



Ahad, 31 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengaku tidak terkait dan tidak bertanggung jawab atas tindakan teror terhadap orang tua mahahasiswa pelaksana diskusi mahasiswa “Constitutional Law Society” (CLS) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

PDM Klaten menegaskan bila nama “Ormas Muhammadiyah Klaten” telah dicatut oleh oknum yang telah melakukan teror tersebut.

“Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten mengecam pencatutan nama Ormas Muhammadiyah dalam tindakan teror pelaksanaan diskusi ilmiah tersebut, yang dapat merusak nama baik Persyarikatan Muhammadiyah, sehingga berpotensi mengadu domba dan memecah belah persatan dan kesatuan masyarakat,” ungkap PDM Klaten yang ditandatangani Abdul Rodhi dan Iskak Sulistya sebagai Ketua dan Sekretaris dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 30 Mei 2020.

Karena itu PDM Klaten mendesak pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas tindakan tindak pidana pencatutan nama, fitnah, ancaman, teror dan intimidasi terhadap penyelenggara diskusi itu.

“PDM Klaten mendesak kepada pihak Kepolisian RI untuk mengusut tuntas tindakan tindak pidana pencatutan nama, fitnah, ancaman, teror dan intimidasi terhadap penyelenggara diskusi tersebut,” desak PDM Klaten.

Sebelumnya, Dekan Fakultas Hukum UGM Yogyakarta, Sigit Riyanto, telah mengeluarkan pernyataan sikap atas rencana kegiatan dan pembatalan acara diskusi mahasiswa “Constitutional Law Society” (CLS) pada 29 Mei 2020 dengan tema “Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan.”

Dalam keterangan tersebut, Dekan FH UGM salah satunya mengungkap adanya teror terhadap sejumlah orang yang terlibat dalam rencana kegiatan itu, baik panitia, nara sumber maupun orang tua mahasiswa. Teror terjadi pada 28-29 Mei 2020.

Pesan teror yang dikirim kepada orang tua dua orang mahasiswa pelaksana kegiatan yang berbunyi:

“Halo pak. Bilangin tuh ke anaknya *Kena pasal atas tindakan makar. Kalo ngomong yg beneran dikit lahhh. Bisa didik anaknya ga pak!!! Saya dari ormas Muhammadiyah klaten. Jangan main main pakk. Bilangin ke anaknya. Suruh datang ke polres sleman. Kalo gak apa mau dijemput aja? Atau gimana? Saya akan bunuh keluarga bapak semuanya kalo gabisa bilangin anaknya.” Teks ini dikirimkan oleh nomor +6283849304820 pada 29 Mei 2020 pukul 13.17-13.19 WIB.

“Bisa bilangin anaknya ga ya Bu? Atau didik anaknya Bu biar jadi orang yg bener. Kuliah tinggi tinggi sok Sokan ngurus negara bu. Kuliah mahal mahal Bu ilmu anaknya masih cetek. Bisa didik ga Bu? Saya dari ormas Muhammadiyah Klaten. Jangan macam macam. Saya akan cari . kena pasal atas tindakan makar. Tolong serahin diri aja. Saya akan bunuh satu keluarga *.” Teks ini dikirimkan oleh nomor +6282155356472 pada 29 Mei 2020 pukul 13.24-13.27 WIB.

PP Muhammadiyah pun tidak terima namanya dicatut oleh pelaku yang mengancam panitia diskusi mahasiswa Constitutional Law Society (CLS) FH UGM (Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada).

PP Muhammadiyah menyatakan akan turut menelusuri orang yang mengirim pesan ancaman terhadap panitia diskusi dengan mengaku sebagai pengurus Muhammadiyah Klaten.

Muhammadiyah pun menyatakan tidak tahu-menahu soal seminar mahasiswa FH UGM.

"Saya menduga orang tersebut oknum yang hanya menebar teror dan mengadu domba Muhammadiyah dengan pihak lain," ujar Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti lewat keterangannya hari ini, Sabtu, 30 Mei 2020.

Organisasi pusat Muhammadiyah tersebut meminta Kepolisian melacak pemilik nomor telepon selular yang mengancam panitia diskusi mahasiswa FH UGM.

"Kalau ada oknum yang mengatasnamakan Muhammadiyah jelas bukan atas persetujuan dan sepengetahuan kami," kata Abdul Mu'ti.

Sejumlah mahasiswa FH UGM yang tergabung dalam CLS mengadakan diskusi online via Zoom meeting berjudul 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan' pada Jumat, 30 Mei 2020.

Diskusi dbatalkan karena panitia dan narasumber diretas nomor ponselnya dan diintimidasi.

Melalui akun Instagram @clsfhugm, panitia mengklarifikasi tuduhan makar yang disematkan akibat judul diskusi tersebut. Panitia menjelaskan bahwa diskusi hanya ingin membahas mekanisme serta sejarah pemberhentian presiden dan/atau wakil presiden di tengah masa jabatannya.

Foto: sekretaris umum Muhammadiyah, Abdul Mu'ti

Sumber: suaraislam.id, tempo.co

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video:


Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …