Langsung ke konten utama

Featured Post

Telah Wafat Habib Muhammad bin Ahmad Alqadrie ketua Dewan syuro DPD FPI Kalbar

Rabu, 30 September 2020

Faktakini.net

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un telah berpulang kerahmat allah SWT Alhabib Muhammad bin Ahmad alQadrie ketua dewan syuro DPD FPI Kalbar Rabu 30 September 2020 pukul 14.40 wib,

di kediaman beliau jl Husein Hamzah komplek mitra utama 1...

semoga segala amal baik beliau diterima Allah SWT dan dimaafkan segala kesalahan nya dan insyaallah Husnul khatimah..

aminn ya robbana ya karimm

Kritik Survei Tendensius Komnas HAM, FPI: Beberapa Klaster Corona Dari Gereja



Kamis, 14 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) mengkritik keras Komnas Hak Asasi Manusia (HAM). Hal ini berkaitan dengan survei tendensius yang dilakukan terhadap sholat berjamaah selama pandemi virus corona.

Haji Munarman selaku Sekretaris Umum FPI mengatakan, survei yang dilakukan Komnas HAM sangat aneh. Kesannya, sangat menyudutkan umat Islam.

“Komnas HAM kok aneh, perlu diselidiki itu dana survei dari mana diperoleh dan siapa oknum yang berinisiatif melakukan survei itu,” ujar Ustadz Munarman kepada JPNN, Rabu(13/5).

Pasalnya, kata Ustadz Munarman, penyebaran virus corona atau COVID-19 tak hanya terjadi di masjid. Beberapa klaster bahkan berasal dari gereja, salah satunya di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, dekat dengan markas FPI.

“Faktanya beberapa klaster COVID-19 itu berasal dari komunitas ibadah gereja, dan itu diketahui secara pasti oleh komisioner Komnas HAM,” tegas Ustadz Munarman.

Menurut Ustadz Munarman, ini menjadi sangat aneh karena tiba-tiba Komnas HAM melakukan survei terhadap jemaah masjid dan membicarakan sanksi.

Dia juga menduga, ada permainan di belakang survei tersebut untuk membuat buruk citra umat Islam.

“Makanya jadi aneh surveinya malah ke jemaah masjid dan berwacana diberi sanksi lagi. Jadi makin aneh bahwa ini ada agenda pembusukan terhadap Islam. Bahaya ini permainan Komnas HAM,” tambah Ustadz Munarman.

Sebelumnya, Komnas HAM mengadakan survei daring pada 29 April-4 Mei 2020. Hasilnya, 99 persen responden memahami risiko ibadah berjemaah di tempat ibadah, 95 persen responden mematuhi himbauan MUI dan Kemenag untuk beribadah di rumah.

Kemudian 70,8 persen responden menyampaikan perlu ada sanksi terhadap umat Islam yang tetap beribadah di rumah ibadah selama Ramadan.

Sumber: jpnn.com

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video:


Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …