Langsung ke konten utama

Featured Post

Infiltrasi PKI Menghancurkan Nama DI / TII

Ahad, 27 September 2020

Faktakini.net

*INFILTRASI PKI MENGHANCURKAN NAMA DI/TII*

Oleh : Muzaki Ruthab

Kalau kita tarik kebelakang perjuangan politik umat Islam tahun 1947 benar-benar berada dalam tekanan kekuatan militer yang pada masa-masa itu seluruhnya berada ditangan orang-orang kiri yaitu PKI dan kaum Sosialisme.

Pertentangan semakin meruncing ketika Menteri Pertahanan Amir Sjarifuddin membentuk Inspektorat Perjuangan sebagai badan yang mewadahi laskar-laskar perjuangan rakyat.

Sejak Amir Sjarifuddin menjadi Menteri Pertahanan, semua perwira tentara Republik adalah anggota kaum kiri (Komunis dan Sosialis), dan dengan demikian, kemungkinan Laskar Sabilillah dan Hizbullah diterima untuk masuk TNI sangat tipis karena kurangnya pendidikan para laskar tersebut.

Laskar-laskar Islam juga khawatirkan TNI hanya akan mengambil senjatanya, dan kemudian mereka segera dipulangkan ke tempatnya masing-masing. Kekhawatiran laskar-laskar Islam terhadap keberadaan kelompok kiri dalam tubuh TNI se…

KH Luthfi Bashori: Bahaya Laten Komunis

Jum'at, 15 Mei 2020

Faktakini.net

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3059138934154794&id=100001761517615

*BAHAYA LATEN KOMUNIS*

Taushiah: KH. Luthfi Bahsori
Transkrip video: Rizal Affandi

Umat Islam Indonesia tentunya harus selalu waspada, terhadap kemungkinan munculnya kembali bahaya laten komunis.

Terutama dengan adanya upaya-upaya untuk mencabut TAP MPRS tahun 1966, tentang pernyataan Partai Komunis sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah Indonesia.

Apalagi sekarang ini banyak warga asing dari negara Komunis China Tiongkok, sudah banyak yang masuk di Indonesia.

Ini bahaya sekali. Jangan-jangan dengan masuknya orang-orang China Tiongkok ini, walaupun dengan alasan bekerja, berdagang, TKA ataupun L tour, jadi turis, dll, ini bisa-bisa kambuh lagi komunisme yang ada di Indonesia, dan hal itu tidak menutup kemungkinan. Makanya kita harus waspada.

Demikian juga pentingnya ada pelarangan penyebaran paham seperti Komunisme, Marxisme dan Lenimisme,

Umat Islam wajib menentang upaya-upaya pencabutan Tap MPR terkait komunisme tersebut, dari manapun datangnya tanpa harus memperdulikan apapun resikonya.

Kita umat Islam yang ada di Indonesia khususnya harus waspada, harus berani menolak kalau ada kemungkinan-kemungkinan bahaya laten Komunis akan timbul lagi, harus ditolak, kita harus berani.

Siapapun yang mengatakan, atau siapapun yang memperbolehkan Komunisme masuk lagi atau berkembang lagi di Indonesia, maka umat Islam pada khususnya, dan juga seluruh bangsa Indonesia, hendaklah menolaknya bersama-sama, begitu semestinya.

Tidak peduli siapapun orang yang memperbolehkan berkembangn ulang ajaran Komunisme, maka harus ditolak dan ditentang, karena ini sangat bahaya. Bahaya masalah akidah.

Mereka itu kalau sudah dapat menguasai sekian persen di Indonesia, maka akan terulang sejarah penyelewengan G.30.SPKI, seperti dulu juga, mereka akan berusaha menguasai politik nasional.

Kalau sudah menguasai politik maka umat Islam akan digencet.
Bukan sekedar digencet, kalau mereka ini kemudian berkuasa, bisa saja umat Islam dibantai. Ya begitu itulah kebyataan yang terjadi dimana-mana.

Karena itu, agar kita tidak menjadi korban maka hendaklah distop semua upaya untuk menghidupkan kembali orang-orang Komunis atau Partai Komunis Indonesia.

Ya Ikhwan.. apa yang saya sampaikan ini mudah-mudahan ada manfaatnya, dan mudah-mudahan kita menjadi peduli dan waspada terhadap apa saja yang terjadi di sekeliling kita, jangan sampai kita lengah.

Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan ada manfaatnya.

Mudah-mudahan kita selalu dijaga oleh Allah SWT, pribadi kita, keluarga kita, handai taulan kita, masyarakat kita dan negara kita, mudah-mudahan semuanya dijaga oleh Allah SWT.

Jangan sampai dihancur-luluhkan oleh musuh-musuh agama, bangsa dan negara yang tidak bertanggung jawab.

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…