Langsung ke konten utama

Featured Post

Dr Masri Sitanggang: Melawan Komunisme

Senin, 28 September 2020

Faktakini.net

_*Seri Komunis 01_*

*MELAWAN KOMUNISME*

Oleh : *Dr. Masri Sitanggang*

Komunisme itu paham, bukan organisasi dan bukan pula nasab. Orang bisa saja menjadi komunis tanpa harus terdaftar sebagai anggota organisasi komunis seperti PKI, misalnya; atau bukan pula dari keturunan anak komunis. Jadi, jangan salah sangka. Orang berfaham (lebih tepat lagi ideologi) komunis bisa berada di organisasi apa saja; mulai dari organisasi sosial kemasyarakatan, propesi , keagamaan sampai organisasi partai politik. Begitu juga soal nasab, anak yang lahir dari seorang alim pun bisa jadi terjangkit faham komunis dan sebaliknya anak seorang komunis belum tentu juga sepaham dengan komunis.

_“Dik Gaffar, kamu ajari saya agama, nanti kamu saya ajari Marxisme,”_ kata Sukarno satu ketika. Yang dipanggilnya “dik Gaffar” adalah A. Gaffar Ismail, ayah dari Taufiq Ismail, dokter hewan yang lebih dikenal sebagai penyair itu. Taufiq Ismail menceritakan kisah persahabatan So…

Ketua FPI Jonggol: Pelaku Pencuri HP Bukan Anggota FPI, Kaos FPI Memang Dijual Bebas



Ahad, 3 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Sebagai Ormas Islam yang aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan dan menegakkan amar ma'ruf nahi munkar, ormas Front Pembela Islam (FPI) sangat populer dan dicintai umat Islam, sehingga kaos serta berbagai atribut FPI banyak dijual bebas dimana-mana dan cukup laku keras.

Menindaklanjuti berita tentang pencurian HP yang terjadi sore ini, Ahad (3/5/2020) dan videonya viral yang tertangkap di Alfamart perumahan AL, Sukamanah Jonggol, Bogor, dan pelaku mengenakan kaos bertuliskan FPI, Ketua DPC FPI Jonggol Ustadz Syaefulloh menegaskan bahwa pelaku bukan anggota FPI dan tidak terkait dengan FPI khususnya FPI Jonggol.

"Diketahui bahwa orang yang diduga melakukan Pencurian HP itu adalah seorang pemuda atas nama Herman alias Pedet tinggal didaerah Maduhur, Sukamanah, Jonggol, Kabupaten Bogor, dan berprofesi sebagai pengangguran. Sedangkan kaos FPI semacam itu memang dijual bebas dan bisa dibeli dimana-mana", ujar Ustadz Syaefulloh kepada Redaksi Faktakini.net

Dan info terakhir ternyata pelaku saat melakukan aksinya dan terlihat melalui kamera CCTV ternyata tidak sedang memakai kaos FPI.

Saat ini Herman alias Pedet terduga pelaku Pencurian HP sudah diamankan di Polsek Jonggol, Kabupaten Bogor, dan pihak DPC FPI Jonggol sudah melakukan klarifikasi kepada pihak kepolisian.

Apabila kita melihat tayangan berita tentang pelaku kriminal di televisi, semisal acara Patroli, Buser dan lainnya, sering kita lihat pelaku ada yang mengenakan kaos klub-klub sepakbola terkenal seperti Real Madrid, Barcelona, Liverpool dan lainnya, atau kaos bergambar partai bahkan bergambar Jokowi dan Prabowo.

Padahal Jokowi atau Prabowo sendiri pasti tidak terkait dan tidak tau menau dengan tindakan pelaku kriminal tersebut. Namun itulah resiko jadi orang, klub sepakbola atau organisasi terkenal yang kaos dan atributnya dijual bebas, sehingga banyak orang yang memakainya.

Foto: Ketua FPI Jonggol Ustadz Syaefulloh


Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …

(Video) Sambil Cium Tangan Habib Umar Assegaf, Asmadi Ketua Satpol PP Minta Maaf

Jum'at, 22 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Asmadi, Ketua Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis yang sempat mengkasari Habib Umar bin Abdullah Assegaf, pada malam ini Jum'at (22/5/2020) akhirnya mendatangi kediaman Habib Umar di Bangil, Pasuruan. Kemudian ia mencium tangan sang dzurriyah Rasulullah SAW, lalu memohon maaf.

Begitu lama Asmadi yang merupakan Kepala Satpol PP Kecamatan Dukuh Pakis itu mencium tangan Habib Umar, ia ingin kekhilafan nya dimaafkan, dan alhamdulillah dengan keikhlasan hati yang seluas samudera, Habib Umar pun memaafkan Asmadi.

Asmadi mengaku saat itu ia sedang sangat kecapekan sehingga ia khilaf. Habib Umar kemudian memeluk Asmadi, dan peristiwa ini disambut hangat oleh para jamaah dan tamu yang hadir, yang langsung melantunkan sholawat.

Sebagaimana diketahui Asmadi yang sempat  mendorong dan mengkasari Habib Umar di pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Exit Tol Satelit pada Rabu (20/5/2020) sore, dikecam luas oleh umat Islam se-Indo…