Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Habib Salim Almasyhur Ungkap Kronologis Pemfitnah Habaib Di Subang Yang Ia Nasehati

Rabu, 30 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Habib Salim Almasyhur akhirnya angkat bicara dan menceritakan kronologis tentang ulah seorang pemfitnah Habaib di Subang yang akhirnya ia nasehati, sehingga videonya viral.

Sebagaimana diketahui viral beredar video seorang oknum penghujat para Habaib, yang menyebar fitnah keji bahwa Habib Rizieq Shihab adalah Habib cabul dan Habib Salim Almasyhur adalah Habib palsu serta penganut ajaran sesat.

Saking kejinya fitnah itu, sang oknum sempat dimaki-maki oleh Habib Salim dan putrinya yang pasti sangat tak terima telah difitnah sedemikian rupa oleh oknum tersebut.

Pelaku yang bernama Hasanuddin akhirnya mengakui kesalahannya dan meminta maaf secara tertulis dengan materai Rp 6.000 serta berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya, tertanggal 21 September 2020.

Tetapi kemudian di media sosial ada sekelompok orang termasuk penganut aliran Syi'ah cs yang mencoba memanas-manasi lagi peristiwa ini dengan menyebarkan video saat sang oknum…

Hampir 12 Jam Said Didu Diperiksa Polisi Atas Kasus Yang Dilaporkan Luhut



Sabtu, 16 Mei 2020

Faktakini.net, Jakarta - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN M. Said Didu selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Bareskrim Polri pada Jumat (15/5/2020) malam.

Said diperiksa selama hampir 12 jam untuk kasus dugaan pencemaran nama baik Luhut Binsar Panjaitan.

“Saya disambut baik oleh penyidik. Diperiksa hampir 12 jam dengan wajah yang segar dan tenang, menyampaikan apa adanya, karena memang analisis itu adalah harus objektif, dan diusahakan tidak ada maksud unsur ke pribadi dan ke siapa pun. Saya dengan hati menyampaikan ke penyidik dengan kooperatif, dan diselingi buka puasa,” kata Said Didu kepada wartawan sebelum meninggalkan Bareskrim, Jumat malam (15/5).

Ia memaklumi panjangnya pemeriksaan. Menurutnya, pemeriksaan lama karena ia harus menjelaskan maksud pernyataannya yang dipermasalahkan Luhut.

Pernyataan yang dimaksud ialah Luhut hanya mengutamakan uang daripada penanganan virus corona. Pernyataan tersebut disampaikan Said Didu dalam sebuah wawancara dengan Hersubeno Arief.

“Saya menganggap bahwa ini kan adalah persepsi. Jadi menjelaskan persepsi berbeda dengan menjelaskan matematik. Ini kan ilmu hukum, bagi saya ilmu hukum agak baru karena saya orang eksakta (ilmu pasti)” kata Said Didu.

“Jadi persepsi-persepsi itu harus dijelaskan, apa maksud kata-kata ini, dan itu yang harus dijelaskan secara utuh, karena satu analisis itu merupakan suatu kesatuan. Yang problem adalah mungkin ada yang memotong-motong, sehingga maknanya menjadi beda,” tambah Said Didu.

Said Didu akhirnya memenuhi panggilan pemeriksaan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat 15 Mei 2020. Ia tiba di Mabes Polri sekira pukul 10.45 WIB.

Said menegaskan pihaknya tidak ada niat untuk menghindari proses hukum dengan tidak menghadiri panggilan pemeriksaan di pekan-pekan sebelumnya.

“‎Mungkin publik bertanya kenapa Said Didu baru datang sekarang. Saya pribadi tidak ada niatan menghindar dari pemeriksaan,” kata Said Didu di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (15/5).

Said Didu menjelaskan pada panggilan pertama, Senin (4/5), pihaknya tidak hadir karena menghormati pelaksanaan PSBB.

Selanjutnya pada panggilan kedua pada Senin (11/5), pihaknya beralasan tetap menaati PSBB dan meminta penyidik untuk memeriksa Said di rumahnya. Namun hal itu tidak direstui penyidik.

“Setelah komunikasi kami dengan penyidik, mereka menjamin pemeriksaan dengan protokol kesehatan akhirnya saya ke sini,” tuturnya.

Foto: M. Said Didu di Bareskrim Mabes Polri, Jumat (16/5)

Sumber: suaraislam.id

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video:


Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …