Langsung ke konten utama

Featured Post

(Video) Seruan Ketua PA 212 Ke TNI - Polri: Ayo Pasang Bendera Merah Putih 30/9 Dan 1/10/2020

Rabu, 30 September 2020
Faktakini.net, Jakarta - Ketua PA 212 Ke TNI - Polri: Ayo Pasang Bendera Merah Putih 30/9 Dan 1/10/2020
Klik video:


Dr Abdul Chair: Rakyat Resah Dan Gelisah Karena Penanggulangan Covid-19 Yang Lemah



Sabtu, 9 Mei 2020

Faktakini.net

*RAKYAT SEMAKIN RESAH DAN GELISAH AKIBAT PENANGGULANGAN COVID-19 YANG LEMAH*

Dr. H. Abdul Chair Ramadhan, S.H., M.H.
(Direktur HRS Center)


Tersiar berita mengejutkan hari Jumat kemarin (8/5/2020) terdapat sebelas penumpang pesawat positif terinfeksi Covid-19 di bandara Soekarno-Hatta. Kesebelas penumpang itu adalah eks anak buah kapal (ABK) dari kapal pesiar Italia dan secara bersamaan terjadi penumpukan orang yang cukup banyak.

Kita ketahui, bahwa moda transportasi udara dengan kecepatan waktu tempuhnya lebih cepat dari masa inkubasi penyakit menular (in casu Covid-19). Oleh karena itu, pembukaan kembali moda transportasi udara, termasuk bagi WNA semakin memperbesar risiko masuk dan menyebarnya Covid-19.

Di sini terlihat, Pemerintah Pusat tidak komprehensif dalam upaya cegah-tangkal terhadap penyebaran Covid-19. Seiring penerapan PSBB yang belum optimal, kebijakan pembukaan kembali seluruh moda transportasi semakin melemahkan status “Kedaruratan Kesehatan Masyarakat”. 

Seharusnya, sejak awal diterapkan sistem Karantina Wilayah, termasuk di semua pintu masuk wilayah negara. Penulis pribadi sudah sering mengatakan, bahwa PSBB tidak dapat berdiri sendiri, keberadaannya hanya sebagai pelengkap/pendukung Karantina Wilayah. 

Kondisi yang terjadi di bandara Soeta merupakan keadaan yang dapat mempengaruhi timbulnya pengaruh buruk terhadap kesehatan masyarakat, dengan meluasnya penyebaran Covid-19. Jika arus masuk WNA semakin meningkat, maka dikhawatirkan semakin meningkat pula penyebaran Covid-19.

Pemerintah Pusat harus konsekuen dengan penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang notabene dideklarasikan oleh Presiden Jokowi sendiri. Pendekatan yang digunakan tentunya harus mengacu kepada sistem Kekarantinaan Kesehatan. Dengan penetapan Presiden tersebut, maka secara yuridis harus dilakukan upaya cegah-tangkal keluar atau masuknya orang antarwilayah. Terlebih lagi, WNA yang masuk ke Indonesia tergolong sangat rawan penyebaran Covid-19.

Keengganan Pemerintah Pusat untuk menetapkan Karantina Wilayah semakin dipertanyakan, terlebih lagi di pintu masuk negara. Padahal, Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan telah menegaskan bahwa Pemerintah Pusat bertanggung jawab menyelenggarakan Kekarantinaan Kesehatan di pintu masuk dan di wilayah secara terpadu. Demi kepastian kepentingan ekonomi, kepastian kepentingan keselamatan jiwa rakyat ditanggalkan.

Selanjutnya, dipertanyakan pula daya berlaku penetapan status “Kedaruratan Kesehatan Masyarakat” dan “Bencana Nasional”. Kebijakan yang diambil justru bertentangan dengan sifat kedaruratan dan kebencanaan itu sendiri. 

Korban jiwa semakin hari semakin terus bertambah. Rakyat sudah demikian susah, kini diperparah oleh kebijakan yang membuat resah dan gelisah.

Jakarta, 9 Mei 2020.

🙏🙏🙏

Postingan populer dari blog ini

Kerap Hina Habib Rizieq Dan Anies, Saat Sakit Hingga Meninggal Anies Yang Mengurusnya

Senin, 13 April 2020

Faktakini.net

Hari ini saya harus ucapkan terimaa kasih kepada senior saya abangda Lukman Hakiem yang mantan anggota DPR dan penasihat ahli Wapres Hamzah Haz serta staf perdana menteri M Natsir... Beliau dengan lapang hati meminta bantuan langsung kepada Gubenur DKI Anies Baswedan atas segala kendala selama senior saya AE Priyono di rawat di rumah sakit, mulai dari pemintaan tes swab corona hingga pencarian rumah sakit, hingga proses pemakaman.

''Saya terima kasih kepada Anies Baswedan yang merespons WA saya dengan cepat soal perawatan kepada sahabat saya AE Priyono. Begitu saya WA dan telepon, langsung Anies mengerahkan tenaga medis ke AE Priyono.

Bahkan ketika saya kabari bila AE wafat, Anies langsung respons dengan mengatakan bantuan apalagi yang masih bisa dilakukan? Saya jawab dengan minta agar bantu soal pemakamannya. Anies jawab Okey. Di situ Saya terharu,'' katanya.

Mengapa terharu? Abangda Lukman mengatakan karena dia tahu AE Priyono seri…

Video Langka NBC Tahun 1967: Inilah Orang-Orang PKI Pembunuh Para Jendral!

Sabtu, 26 September 2020

Faktakini.net, Jakarta - Dalam laporan khusus NBC News (media Amerika Serikat) tahun 1967 ini, koresponden Ted Yates meliput perjuangan politik, sosial dan ekonomi Indonesia, satu dari negara Asia Tenggara yang baru saja mengalami upaya kudeta. Film Dokumenter ini merupakan satu bagian dari trilogi yang diproduksi oleh Yates.

Klik video:


Bikin Resah Umat Islam, Penyebar 'Nasi Anjing' Di Bulan Ramadhan Diamankan Polisi

Ahad, 26 April 2020

Faktakini.net, Jakarta - Di tengah kesucian bulan Ramadhan, ada saja ulah yang dilakukan oleh sekelompok orang yang meresahkan umat Islam.

Kelompok tersebut membagikan nasi bungkus yang mereka beri nama "nasi anjing", walaupun kemudian ternyata menurut pengakuan mereka, tidak ada daging anjing dalam menu yang mereka bagikan.

Entah tujuannya untuk mencari sensasi atau bagaimana, ulah mereka jelas meresahkan umat Islam, karena daging anjing diharamkan oleh umat Islam.

Jumhur ulama menghukumi daging anjing haram untuk dimakan, meski disembelih secara syariat.

Alasannya, anjing termasuk dalam binatang bertaring yang keharamannya jelas. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Idris al-Khaulani dari Abi Tha'labah al-Khusyani, "Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadis lain, dari Ubaidah bin Sufyan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Memakan setiap …